28.7 C
Denpasar
Tuesday, February 7, 2023

Tabuh Rah Untuk Upacara Tidak Menjadi Masalah

DENPASAR, BALI EXPRESS – Tabuh rah atau yang dikenal dengan tajen tetap diizinkan dalam pelaksanaan upacara keagamaan di Bali. Asalkan dalam pelaksanaanya tidak diisi transaksi atau taruhan yang mengarah ke judi sabung ayam. Hal itu pun diungkapkan oleh Ketua PHDI Provinsi Bali, I Nyoman Kenak, Kamis (22/9).

Mantan Ketua PHDI Kota Denpasar ini pun menjelaskan terkait judi, semua agama juga melarang. “Kalau tajen diisi dengan taruhan kan sudah mengarah ke judi. Tidak ada agama yang membenarkan judi. Kalau tajen sebagai tabuh rah itu boleh, karena itu tidak ada transaksi berupa uang tapi simbolis saja berupa upakara,” paparnya.

Kenak mengungkapkan bahwa tabuh rah dalam kegiatan upacara memang ada rentetannya. Sehingga pihaknya tidak mempermasalahkan kegiatan keagamaan tersebut dilakukan. “Dibolehkan, itu terkait tabuh rah saat upacara,” tegas dia.

Sementara Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bali, I Gusti Putu Budiarta, mengatakan tajen tetap dapat berlangsung di Bali asalkan digunakan sebagai atraksi budaya. “Kalau menurut saya sepanjang dipakai sebagai atraksi budaya tidak ada persoalan. Persoalan yang terjadi sekarang di masyarakat adalah tajen itu identik dengan judi,” imbuhnya.

Politisi PDIP ini menambahkan jika Tajen diarahkan ke atraksi budaya dalam rangka kegiatan upacara adat atau agama dapat dimaknai dengan nama Tabuh Rah. Nantinya jika Tabuh Rah yang ada pada upacara keagamaan dan tidak ditemukan unsur perjudian. Dia mengatakan Bali akan tetap memperjuangkan hal tersebut agar dapat diberlakukan sepanjang kaitannya dengan upacara agama.

Gung Budiarta menambahkan bahwa di masyarakat tajen itu identik dengan taruhan. Bahkan hal tersebut masih bertentangan dengan pasal 303 KUHP. Sehingga sepanjang tidak ada transaksi uang di dalamnya kegiatan tajen ini diyakini tidak akan menjadi persoalan.






Reporter: Putu Agus Adegrantika

DENPASAR, BALI EXPRESS – Tabuh rah atau yang dikenal dengan tajen tetap diizinkan dalam pelaksanaan upacara keagamaan di Bali. Asalkan dalam pelaksanaanya tidak diisi transaksi atau taruhan yang mengarah ke judi sabung ayam. Hal itu pun diungkapkan oleh Ketua PHDI Provinsi Bali, I Nyoman Kenak, Kamis (22/9).

Mantan Ketua PHDI Kota Denpasar ini pun menjelaskan terkait judi, semua agama juga melarang. “Kalau tajen diisi dengan taruhan kan sudah mengarah ke judi. Tidak ada agama yang membenarkan judi. Kalau tajen sebagai tabuh rah itu boleh, karena itu tidak ada transaksi berupa uang tapi simbolis saja berupa upakara,” paparnya.

Kenak mengungkapkan bahwa tabuh rah dalam kegiatan upacara memang ada rentetannya. Sehingga pihaknya tidak mempermasalahkan kegiatan keagamaan tersebut dilakukan. “Dibolehkan, itu terkait tabuh rah saat upacara,” tegas dia.

Sementara Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bali, I Gusti Putu Budiarta, mengatakan tajen tetap dapat berlangsung di Bali asalkan digunakan sebagai atraksi budaya. “Kalau menurut saya sepanjang dipakai sebagai atraksi budaya tidak ada persoalan. Persoalan yang terjadi sekarang di masyarakat adalah tajen itu identik dengan judi,” imbuhnya.

Politisi PDIP ini menambahkan jika Tajen diarahkan ke atraksi budaya dalam rangka kegiatan upacara adat atau agama dapat dimaknai dengan nama Tabuh Rah. Nantinya jika Tabuh Rah yang ada pada upacara keagamaan dan tidak ditemukan unsur perjudian. Dia mengatakan Bali akan tetap memperjuangkan hal tersebut agar dapat diberlakukan sepanjang kaitannya dengan upacara agama.

Gung Budiarta menambahkan bahwa di masyarakat tajen itu identik dengan taruhan. Bahkan hal tersebut masih bertentangan dengan pasal 303 KUHP. Sehingga sepanjang tidak ada transaksi uang di dalamnya kegiatan tajen ini diyakini tidak akan menjadi persoalan.






Reporter: Putu Agus Adegrantika

Most Read

Artikel Terbaru