alexametrics
27.8 C
Denpasar
Monday, June 27, 2022

Karangasem Perpanjang Status Tanggap Darurat Bencana Gempa

AMLAPURA, BALI EXPRESS- Penanganan pascabencana gempa di Desa Ban, Kecamatan Kubu, Karangasem, masih berlangsung. Mengingat sejumlah keperluan masyarakat terdampak bencana masih sangat banyak.  

Pemkab Karangasem pun memutuskan perpanjang masa tanggap darurat bencana gempa bumi hingga 10 hari ke depan dimulai pada Jumat (22/10). Bupati Karangasem I Gede Dana mengakui kebutuhan warga yang terdampak gempa di Desa Ban sangat kompleks. Apalagi pihaknya juga perlu mempertimbangkan kemungkinan yang terjadi.

Perpanjangan status tanggap darurat ini dilakukan untuk melakukan kontrol dan pelayanan terhadap masyarakat dalam rangka percepatan pemulihan kondisi warga yang terdampak bencana. “Warga sampai saat ini masih butuh penanganan. Ditambah situasi dan kondisi belum stabil. Bila tidak diperpanjang, nantinya dikhawatirkan kembali ada gempa susulan, maka kita akan kewalahan penanganan,” ucap Gede Dana.

Pemerintah saat ini fokus pada penyediaan kebutuhan logistik dan tempat tinggal sementara warga yang rumahnya rusak. Sambil menunggu upaya rehabilitasi rumah rusak yang kini tengah diinventarisasi.  “Air bersih juga sangat dibutuhkan saat ini. Kami sudah penuhi kebutuhan tersebut agar tidak sampai kekurangan air bersih. Karena air sangat dibutuhkan sekali. Mudah-mudahan tidak ada kendala,” pungkasnya.

 


AMLAPURA, BALI EXPRESS- Penanganan pascabencana gempa di Desa Ban, Kecamatan Kubu, Karangasem, masih berlangsung. Mengingat sejumlah keperluan masyarakat terdampak bencana masih sangat banyak.  

Pemkab Karangasem pun memutuskan perpanjang masa tanggap darurat bencana gempa bumi hingga 10 hari ke depan dimulai pada Jumat (22/10). Bupati Karangasem I Gede Dana mengakui kebutuhan warga yang terdampak gempa di Desa Ban sangat kompleks. Apalagi pihaknya juga perlu mempertimbangkan kemungkinan yang terjadi.

Perpanjangan status tanggap darurat ini dilakukan untuk melakukan kontrol dan pelayanan terhadap masyarakat dalam rangka percepatan pemulihan kondisi warga yang terdampak bencana. “Warga sampai saat ini masih butuh penanganan. Ditambah situasi dan kondisi belum stabil. Bila tidak diperpanjang, nantinya dikhawatirkan kembali ada gempa susulan, maka kita akan kewalahan penanganan,” ucap Gede Dana.

Pemerintah saat ini fokus pada penyediaan kebutuhan logistik dan tempat tinggal sementara warga yang rumahnya rusak. Sambil menunggu upaya rehabilitasi rumah rusak yang kini tengah diinventarisasi.  “Air bersih juga sangat dibutuhkan saat ini. Kami sudah penuhi kebutuhan tersebut agar tidak sampai kekurangan air bersih. Karena air sangat dibutuhkan sekali. Mudah-mudahan tidak ada kendala,” pungkasnya.

 


Most Read

Artikel Terbaru

/