alexametrics
26.8 C
Denpasar
Sunday, June 26, 2022

700 ODGJ Divaksin, Kejar Vaksinasi di Atas 70 Persen

AMLAPURA, BALI EXPRESS – Selain penerapan isolasi terpusat (Isoter) dan tracing-testing secara masif, kelancaran program vaksinasi juga jadi salah satu faktor keberhasilan atas menurunnya kasus Covid-19 di Karangasem. Tak heran jika beberapa pekan ini tidak ada tambahan kasus yang signifikan.

Bahkan Dinas Kesehatan Karangasem melaporkan tidak ada penambahan kasus alias nol kasus. Upaya pemberian vaksin dalam memutus rantai penyebaran korona terus dilakukan. Termasuk kepada penyandang disabilitas dan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

Sesuai data Dinas Kesehatan Karangasem, ODGJ yang sudah divaksin mencapai 65,70 persen. Sedangkan penyandang disabilitas 57,59 persen. “Vaksinasi dilakukan dengan sistem sweeping wilayah,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Karangasem dr I Gusti Bagus Putra Pertama, Senin (22/11).

Dia menegaskan, teknis vaksinasi warga disabilitas dan ODGJ diserahkan penuh kepada Puskesmas tiap kecamatan. Sejauh ini sudah ada 724 ODGJ yang telah mendapat vaksin Covid-19. Sementara jumlah penyandang disabilitas yang telah divaksin sebanyak 1.988 orang. 

Dirinya mengakui kendala yang dihadapi hanya saat sweeping agar bisa bertemu target penerima vaksin. Namun hal itu tak jadi masalah serius. Sebab pelaksanaannya sudah dimonitor tim pengelola program kesehatan jiwa. “Jadi mereka sudah kenal dengan petugas sehingga memudahkan untuk divaksin,” katanya.

Pihaknya tengah berupaya mengejar capaian vaksinasi ODGJ maupun disabilitas di atas 70 persen. “Memang cukup sulit. Petugas harus lakukan sweeping agar bisa memberikan vaksin. Kami berupaya jangan sampai ada pemaksaan,” tegasnya.

Salah satu wilayah yang tengah menuntaskan vaksinasi ODGJ dan disabilitas yakni Kecamatan Bebandem. Kepala Puskesmas Bebandem Gusti Ayu Sukaningsih mengakui, sejauh ini ada beberapa target yang belum divaksin lantaran masalah kesehatan. 

Menurutnya, pelaksanaan vaksinasi terhadap penyandang disabilitas dan ODGJ tidak ada kendala. Sebab pemberian vaksin dilaksanakan tim pengelola program kesehatan jiwa. Namun Gusti Ayu menyebut ada sekitar 100 warga ODGJ di Bebandem.

“Tapi dari jumlah itu, berapa yang sudah divaksin maupun belum, masih pendataan. Karena bulan depan vaksinasi secara sweeping bisa dilanjutkan. Sebab ada beberapa desa yang masih meminta agar kami memberikan vaksin. Untuk yang usia tua lebih banyak tekanan darah jadi kendala belum vaksin,” pungkasnya. 


AMLAPURA, BALI EXPRESS – Selain penerapan isolasi terpusat (Isoter) dan tracing-testing secara masif, kelancaran program vaksinasi juga jadi salah satu faktor keberhasilan atas menurunnya kasus Covid-19 di Karangasem. Tak heran jika beberapa pekan ini tidak ada tambahan kasus yang signifikan.

Bahkan Dinas Kesehatan Karangasem melaporkan tidak ada penambahan kasus alias nol kasus. Upaya pemberian vaksin dalam memutus rantai penyebaran korona terus dilakukan. Termasuk kepada penyandang disabilitas dan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

Sesuai data Dinas Kesehatan Karangasem, ODGJ yang sudah divaksin mencapai 65,70 persen. Sedangkan penyandang disabilitas 57,59 persen. “Vaksinasi dilakukan dengan sistem sweeping wilayah,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Karangasem dr I Gusti Bagus Putra Pertama, Senin (22/11).

Dia menegaskan, teknis vaksinasi warga disabilitas dan ODGJ diserahkan penuh kepada Puskesmas tiap kecamatan. Sejauh ini sudah ada 724 ODGJ yang telah mendapat vaksin Covid-19. Sementara jumlah penyandang disabilitas yang telah divaksin sebanyak 1.988 orang. 

Dirinya mengakui kendala yang dihadapi hanya saat sweeping agar bisa bertemu target penerima vaksin. Namun hal itu tak jadi masalah serius. Sebab pelaksanaannya sudah dimonitor tim pengelola program kesehatan jiwa. “Jadi mereka sudah kenal dengan petugas sehingga memudahkan untuk divaksin,” katanya.

Pihaknya tengah berupaya mengejar capaian vaksinasi ODGJ maupun disabilitas di atas 70 persen. “Memang cukup sulit. Petugas harus lakukan sweeping agar bisa memberikan vaksin. Kami berupaya jangan sampai ada pemaksaan,” tegasnya.

Salah satu wilayah yang tengah menuntaskan vaksinasi ODGJ dan disabilitas yakni Kecamatan Bebandem. Kepala Puskesmas Bebandem Gusti Ayu Sukaningsih mengakui, sejauh ini ada beberapa target yang belum divaksin lantaran masalah kesehatan. 

Menurutnya, pelaksanaan vaksinasi terhadap penyandang disabilitas dan ODGJ tidak ada kendala. Sebab pemberian vaksin dilaksanakan tim pengelola program kesehatan jiwa. Namun Gusti Ayu menyebut ada sekitar 100 warga ODGJ di Bebandem.

“Tapi dari jumlah itu, berapa yang sudah divaksin maupun belum, masih pendataan. Karena bulan depan vaksinasi secara sweeping bisa dilanjutkan. Sebab ada beberapa desa yang masih meminta agar kami memberikan vaksin. Untuk yang usia tua lebih banyak tekanan darah jadi kendala belum vaksin,” pungkasnya. 


Most Read

Artikel Terbaru

/