alexametrics
28.8 C
Denpasar
Friday, July 1, 2022

Jelang Nataru, Gianyar Tak Gelar Pasar Murah 

GIANYAR, BALI EXPRESS – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Kabupaten Gianyar tidak digelar Pasar Murah atau Pasar Gotong Royong. 

Kepala Dinas Industri dan Perdagangan (Disperindag)  Kabupaten Gianyar, Ni Luh Gede Eka Suary, Senin (22/12) mengatakan, Pasar Murah tidak dilaksanakan karena memang tidak ada anggaran karena pandemi, dan dananya telah direfocusing. 

“Dari Bulog yang biasanya memberikan program, juga tidak ada karena suasana Covid-19 juga katanya,” jelas Eka Suary. 

Sementara terkait pasar gotong royong yang sempat diadakan, kali ini juga ditiadakan. “Pasar Gotong Royong itu program provinsi. Saat ini belum ada lagi, itu Pasar Gotong Royong untuk ASN,” sambungnya. 

Eka Suary juga menyampaikan harga sembako hingga saat ini masih tetap stabil. Meskipun secara umum sejumlah bahan pokok ada yang mengalami kenaikan. “Pada umumnya banyak komoditi yang mengalami peningkatan harga, karena permintaan lebih banyak dari pada hari-hari biasa,” jelasnya. 

Selain faktor permintaan lebih banyak menjelang hari raya, lanjutbya, juga  faktor cuaca   yang menyebabkan sejumlah harga bahan kebutuhan pokok naik. ” Saat ini kita memasuki musim hujan, tanaman yang tidak kuat dengan air pasti gagal panen,” tandas Eka Suary. 

Sementara harga sayur mayur masib stabil dan beras tetap di angka Rp 11 ribu perkilogram. “Kami imbau kepada distributor jangan menyimpan stok terlalu banyak. Supaya harga di pasaran tetap stabil, jangan mencari keuntungan yang terlalu tinggi dalam situasi seperti sekarang ini,” tandasnya. 


GIANYAR, BALI EXPRESS – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Kabupaten Gianyar tidak digelar Pasar Murah atau Pasar Gotong Royong. 

Kepala Dinas Industri dan Perdagangan (Disperindag)  Kabupaten Gianyar, Ni Luh Gede Eka Suary, Senin (22/12) mengatakan, Pasar Murah tidak dilaksanakan karena memang tidak ada anggaran karena pandemi, dan dananya telah direfocusing. 

“Dari Bulog yang biasanya memberikan program, juga tidak ada karena suasana Covid-19 juga katanya,” jelas Eka Suary. 

Sementara terkait pasar gotong royong yang sempat diadakan, kali ini juga ditiadakan. “Pasar Gotong Royong itu program provinsi. Saat ini belum ada lagi, itu Pasar Gotong Royong untuk ASN,” sambungnya. 

Eka Suary juga menyampaikan harga sembako hingga saat ini masih tetap stabil. Meskipun secara umum sejumlah bahan pokok ada yang mengalami kenaikan. “Pada umumnya banyak komoditi yang mengalami peningkatan harga, karena permintaan lebih banyak dari pada hari-hari biasa,” jelasnya. 

Selain faktor permintaan lebih banyak menjelang hari raya, lanjutbya, juga  faktor cuaca   yang menyebabkan sejumlah harga bahan kebutuhan pokok naik. ” Saat ini kita memasuki musim hujan, tanaman yang tidak kuat dengan air pasti gagal panen,” tandas Eka Suary. 

Sementara harga sayur mayur masib stabil dan beras tetap di angka Rp 11 ribu perkilogram. “Kami imbau kepada distributor jangan menyimpan stok terlalu banyak. Supaya harga di pasaran tetap stabil, jangan mencari keuntungan yang terlalu tinggi dalam situasi seperti sekarang ini,” tandasnya. 


Most Read

Artikel Terbaru

/