30.8 C
Denpasar
Monday, January 30, 2023

Koster Enggan Bahas Dua Akun Diduga Penghinaan

DENPASAR, BALI EXPRESS – Gubernur Bali yang juga Ketua DPD PDIP Bali Wayan Koster ogah menanggapi pelaporan dua akun media sosial yang diduga melakukan penghinaan dan menyebar berita bohong atau hoax mengenai dirinya.

Hal itu ditunjukkan saat menegaskan kembali perihal dasar dan pertimbangan keluarnya Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 2021 Tahun 2020 (SE 2021/2020) di rumah dinasnya, Jaya Sabha, Selasa (22/12).

 “Nggak usah bicara itu. Nggak ada urusan,” kata Koster dengan singkat saat ditanya soal tanggapannya perihal pelaporan tersebut.

Selebihnya, Koster hanya bersedia menanggapi beberapa hal yang terkait langsung dengan pertimbangan dan penerapan surat edaran yang baru dikeluarkannya sekitar seminggu lalu. Khususnya mengenai keterkaitan antara situasi pandemi Covid-19 serta kepentingan pariwisata dan perekonomian di Bali.

Sehari sebelumnya, Senin (21/12), mantan anggota DPRD Bali Dewa Nyoman Rai melaporkan dua akun media sosial dengan dugaan melakukan penghinaan dan penyebaran berita bohong terkait Gubernur Koster.

Baca Juga :  Subak di Denpasar; Saluran Ditimbun, “Diserang” Alih Fungsi Lahan

Laporan itu dibuat di Polda Bali. Tepatnya di Direktorat Reserse Kriminal Khusus. Selaku pelapor, Dewa Rai menyebutkan dua akun media sosial pada platform Facebook itu telah menebar ujaran kebencian dengan menghina Gubernur Koster.

Dijelaskan juga, dua akun yang dia laporkan memuat sebuah postingan menampilkan foto Gubernur Bali Wayan Koster disertai sebuah keterangan foto yang menurutnya sebagai hinaan.

“Akun Made Nanda menghina gubernur dengan mengatakan Makan Klengkeng Sambil Naik Skuter, Naskeleng Koster. Itu kan keterlaluan,” tukas politisi yang kerap berpenampilan plontos itu.

Selain itu, akun milik Made Nanda dan Sudiarsa Wayan juga dianggap sudah menyebarkan berita bohong dengan keterangan foto berbunyi “Gubernur Bali mengimbau agar seluruh anak muda, khususnya di Bali agar mabuk pada Tahun Baru, dan diusahakan sampai benar-benar mabuk.”

Baca Juga :  Positif Covid-19 Jadi 92 Kasus, Seorang Masih Diinvestigasi

Akun itu juga menulis “Ne gubernur ngerti ne. Buwung mundut, alon-alon pak yan.”

Rai mengatakan, tautan yang dibagikan oleh Sudiarsa Wayan adalah berita bohong hasil editan. “Itu kan berita bohong. Saya yakin Pak Gubernur (Koster) tidak melakukan itu,” tegasnya.

Dari hasil penelusuran tautan yang diunggah terlapor Sudarsa, berita di media online nasional tersebut sebenarnya berjudul “Gubernur Bali Larang Pesta Miras, Kecuali Arak Bali Saat Natal dan Tahun Baru”.

Dewa Rai menegaskan, pelaporan yang dia buat di Polda Bali itu merupakan inisiatif pribadinya. Selain itu, dia tidak ada berkoordinasi dengan Koster terkait rencana atau langkah hukum yang dia lakukan itu.


DENPASAR, BALI EXPRESS – Gubernur Bali yang juga Ketua DPD PDIP Bali Wayan Koster ogah menanggapi pelaporan dua akun media sosial yang diduga melakukan penghinaan dan menyebar berita bohong atau hoax mengenai dirinya.

Hal itu ditunjukkan saat menegaskan kembali perihal dasar dan pertimbangan keluarnya Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 2021 Tahun 2020 (SE 2021/2020) di rumah dinasnya, Jaya Sabha, Selasa (22/12).

 “Nggak usah bicara itu. Nggak ada urusan,” kata Koster dengan singkat saat ditanya soal tanggapannya perihal pelaporan tersebut.

Selebihnya, Koster hanya bersedia menanggapi beberapa hal yang terkait langsung dengan pertimbangan dan penerapan surat edaran yang baru dikeluarkannya sekitar seminggu lalu. Khususnya mengenai keterkaitan antara situasi pandemi Covid-19 serta kepentingan pariwisata dan perekonomian di Bali.

Sehari sebelumnya, Senin (21/12), mantan anggota DPRD Bali Dewa Nyoman Rai melaporkan dua akun media sosial dengan dugaan melakukan penghinaan dan penyebaran berita bohong terkait Gubernur Koster.

Baca Juga :  Reklamasi Capai 95 Persen, Pelindo III Berharap Dilanjutkan

Laporan itu dibuat di Polda Bali. Tepatnya di Direktorat Reserse Kriminal Khusus. Selaku pelapor, Dewa Rai menyebutkan dua akun media sosial pada platform Facebook itu telah menebar ujaran kebencian dengan menghina Gubernur Koster.

Dijelaskan juga, dua akun yang dia laporkan memuat sebuah postingan menampilkan foto Gubernur Bali Wayan Koster disertai sebuah keterangan foto yang menurutnya sebagai hinaan.

“Akun Made Nanda menghina gubernur dengan mengatakan Makan Klengkeng Sambil Naik Skuter, Naskeleng Koster. Itu kan keterlaluan,” tukas politisi yang kerap berpenampilan plontos itu.

Selain itu, akun milik Made Nanda dan Sudiarsa Wayan juga dianggap sudah menyebarkan berita bohong dengan keterangan foto berbunyi “Gubernur Bali mengimbau agar seluruh anak muda, khususnya di Bali agar mabuk pada Tahun Baru, dan diusahakan sampai benar-benar mabuk.”

Baca Juga :  Jelang Musim Penghujan, Perumda TAB Antisipasi Gangguan

Akun itu juga menulis “Ne gubernur ngerti ne. Buwung mundut, alon-alon pak yan.”

Rai mengatakan, tautan yang dibagikan oleh Sudiarsa Wayan adalah berita bohong hasil editan. “Itu kan berita bohong. Saya yakin Pak Gubernur (Koster) tidak melakukan itu,” tegasnya.

Dari hasil penelusuran tautan yang diunggah terlapor Sudarsa, berita di media online nasional tersebut sebenarnya berjudul “Gubernur Bali Larang Pesta Miras, Kecuali Arak Bali Saat Natal dan Tahun Baru”.

Dewa Rai menegaskan, pelaporan yang dia buat di Polda Bali itu merupakan inisiatif pribadinya. Selain itu, dia tidak ada berkoordinasi dengan Koster terkait rencana atau langkah hukum yang dia lakukan itu.


Most Read

Artikel Terbaru