alexametrics
27.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

Dirjen Bimas Hindu Mendadak Dicopot, Ini Penjelasannya Handoko

DENPASAR, BALI EXPRESS – Penyegaran dilakukan oleh Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas di lingkungan Kementerian Agama dengan memutasi enam pejabat eselon I. Salah satunya adalah Direktur Jenderal (Dirjen) Bimas Hindu, Tri Handoko Seto. Merasa mendadak dicopot tanpa ada koordinasi sebelumnya, Handoko Seto berencana akan konsultasi ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

TRI Handoko Seto yang baru menjabat sebagai Dirjen Bimas Hindu kurang lebih 1 tahun 4 bulan ini pun telah mengerjakan programnya untuk Umat Hindu se- Indonesia. Seperti bantuan pembangunan tempat ibadah, beasiswa pendidikan, hingga pembangunan pasraman. Sehingga dengan dicopotnya dia sebagai Dirjen dan dimutasi ke jabatan fungsional per 6 Desember 2021 lalu, Tri Handoko mengaku merasa terkejut.

Sebab sebelumnya tidak sempat terbayangkan baginya, jika akan diberhentikan sebagai Dirjen Bimas Hindu. Terlebih di tengah-tengah semangatnya dalam menjalankan tugas untuk Umat Hindu. “Tau-tau saya ditelpon, ada SK pemberhentian (dirjen,red),” jelas Handoko saat dikonfirmasi, Rabu (22/12).

Dalam kesempatan tersebut, Tri Handoko yang juga aktif di berbagai organisasi Hindu ini mengaku tidak menyangka dengan pemberhentian terhadap dirinya tersebut. Untuk mencari kejelasan, baik ketransparanan terkait pemberhentiannya itu, dia akan berkonsultasi ke KASN. “Sama sekali tidak menyangka, akan konsultasi ke Komisi ASN,” imbuhnya.

Sementara disinggung apakah akan melakukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara dengan proses mutasi yang dirasa kurang transparan?. Handoko mengaku akan menunggu perkembangan selanjutnya. “Nanti diinfo lagi jika ada progres,” tegas dia.

Sedangkan menaggapi hal tersebut, Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bali, I Gusti Putu Budiarta mengaku proses mutasi dirjen itu adalah kewenangan dari pusat. Namun dia berharap, siapa saja yang ditempatkan pada posisi tersebut agar konsen terhadap kemajuan Agama Hindu.

“Mungkin melihat kinerja, kita tidak tahu itu urusan pusat, yang penting siapa yang mengurusi bidang Agama Hindu supaya betul-betul konsen terhadap kemajuan Agama Hindu.  Jangan sampai ada membedakan, menganaktirikan atau pilih kasih di pusat, itu saja,” paparnya.

Ketua Komisi IV  yang membidangi agama ini menyerahkan urusan pergantian atau mutasi Dirjen Bimas Hindu adalah semua kewenangan pusat. Terpenting baginya, yang ditunjuk sebagai dirjen nantinya fokus mengurusi Agama Hindu sehingga tidak dimarginalkan.

“Urusan pergantian dirjen itu kewenangan pusat semua. Yang penting mereka yang mendapat tugas bisa meningkatkan ajaran Agama Hindu. Fokus mengurusi Agama Hindu sehingga tidak dimarginalkan. Selain itu supaya lebih fokus memberikan pelayanan terbaik tentang srada bhakti Agama Hindu,” tandas Gusti Budiarta.

Sementara kekosongan jabatan Dirjen Bimas Hindu sekarang, informasi yang didapatkan koran ini diisi oleh pelaksanan tugas (Plt). Yakni Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali, Komang Sri Marhaeni. Bahkan saat dikonfirmasi srikandi yang pertama kali memimpin Kanwil Kamenag Bali ini enggan memberikan keterangan lantaran masih dalam perjalanan dan tugas dinas.






Reporter: Putu Agus Adegrantika

DENPASAR, BALI EXPRESS – Penyegaran dilakukan oleh Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas di lingkungan Kementerian Agama dengan memutasi enam pejabat eselon I. Salah satunya adalah Direktur Jenderal (Dirjen) Bimas Hindu, Tri Handoko Seto. Merasa mendadak dicopot tanpa ada koordinasi sebelumnya, Handoko Seto berencana akan konsultasi ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

TRI Handoko Seto yang baru menjabat sebagai Dirjen Bimas Hindu kurang lebih 1 tahun 4 bulan ini pun telah mengerjakan programnya untuk Umat Hindu se- Indonesia. Seperti bantuan pembangunan tempat ibadah, beasiswa pendidikan, hingga pembangunan pasraman. Sehingga dengan dicopotnya dia sebagai Dirjen dan dimutasi ke jabatan fungsional per 6 Desember 2021 lalu, Tri Handoko mengaku merasa terkejut.

Sebab sebelumnya tidak sempat terbayangkan baginya, jika akan diberhentikan sebagai Dirjen Bimas Hindu. Terlebih di tengah-tengah semangatnya dalam menjalankan tugas untuk Umat Hindu. “Tau-tau saya ditelpon, ada SK pemberhentian (dirjen,red),” jelas Handoko saat dikonfirmasi, Rabu (22/12).

Dalam kesempatan tersebut, Tri Handoko yang juga aktif di berbagai organisasi Hindu ini mengaku tidak menyangka dengan pemberhentian terhadap dirinya tersebut. Untuk mencari kejelasan, baik ketransparanan terkait pemberhentiannya itu, dia akan berkonsultasi ke KASN. “Sama sekali tidak menyangka, akan konsultasi ke Komisi ASN,” imbuhnya.

Sementara disinggung apakah akan melakukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara dengan proses mutasi yang dirasa kurang transparan?. Handoko mengaku akan menunggu perkembangan selanjutnya. “Nanti diinfo lagi jika ada progres,” tegas dia.

Sedangkan menaggapi hal tersebut, Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bali, I Gusti Putu Budiarta mengaku proses mutasi dirjen itu adalah kewenangan dari pusat. Namun dia berharap, siapa saja yang ditempatkan pada posisi tersebut agar konsen terhadap kemajuan Agama Hindu.

“Mungkin melihat kinerja, kita tidak tahu itu urusan pusat, yang penting siapa yang mengurusi bidang Agama Hindu supaya betul-betul konsen terhadap kemajuan Agama Hindu.  Jangan sampai ada membedakan, menganaktirikan atau pilih kasih di pusat, itu saja,” paparnya.

Ketua Komisi IV  yang membidangi agama ini menyerahkan urusan pergantian atau mutasi Dirjen Bimas Hindu adalah semua kewenangan pusat. Terpenting baginya, yang ditunjuk sebagai dirjen nantinya fokus mengurusi Agama Hindu sehingga tidak dimarginalkan.

“Urusan pergantian dirjen itu kewenangan pusat semua. Yang penting mereka yang mendapat tugas bisa meningkatkan ajaran Agama Hindu. Fokus mengurusi Agama Hindu sehingga tidak dimarginalkan. Selain itu supaya lebih fokus memberikan pelayanan terbaik tentang srada bhakti Agama Hindu,” tandas Gusti Budiarta.

Sementara kekosongan jabatan Dirjen Bimas Hindu sekarang, informasi yang didapatkan koran ini diisi oleh pelaksanan tugas (Plt). Yakni Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali, Komang Sri Marhaeni. Bahkan saat dikonfirmasi srikandi yang pertama kali memimpin Kanwil Kamenag Bali ini enggan memberikan keterangan lantaran masih dalam perjalanan dan tugas dinas.






Reporter: Putu Agus Adegrantika

Most Read

Artikel Terbaru

/