alexametrics
30.4 C
Denpasar
Tuesday, May 24, 2022

Masyarakat Gianyar Diimbau Waspadai Modus Peredaran Narkoba Online

GIANYAR, BALI EXPRESS – Masyarakat saat ini harus semakin waspada dengan ancaman penyebaran dan penyalahgunaan narkotika yang ada disekitar. Pasalnya modus peredaran narkotika kini semakin beragam, diantaranya dengan memanfaatkan jasa pengiriman barang melalui belanja online.

Seperti halnya yang disampaikan oleh Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Gianyar, AKBP Agung Alit Adnyana, Rabu (22/12). Dirinya menjelaskan bahwa para pengguna narkotika ini akan menggunakan kode-kode tertentu untuk bertransaksi via online. Hal ini lah yang membuat petugas kesulitan untuk mengungkap praktek haram tersebut. “Ini memerlukan upaya yang lebih cerdas, karena agak sulit untuk mengungkapnya karena jaringnya terputus. Kita hanya dapat barang dan orangnya, tidak dapat sumbernya,” ungkapnya di Kantor BNN Kabupaten Gianyar.

Dirinya menambahkan jika pihaknya pun bekerjasama dengan pihak penyedia jasa kirim barang kilat untuk mengungkap praktek tersebut. Dimana saat ada hal atau barang yang mencurigakan maka pihak penyedia jasa tersebut akan menginformasikan kepada BNNK Gianyar. “Jadi mereka memberikan informasi ada barang yang dikirim mencurigakan. Misalnya si A mengirim suatu barang ke Aceh tapi lewat darat, ini salah satu mencurigakan maka kita atensi,” imbuhnya.

Selain mengungkap adanya modus baru dalam penyalahgunaan narkotika, pihaknya juga menyampaikan jika rentang umur para penyalahguna narkoba ini masih terbilang ada di usia produktif. Yakni dari 30 tahun hingga 45 tahun. Dan mereka beralasan untuk memenuhi kebutuhan hidup dengan menjadi kurir. Dan menurutnya, di awal pandemi tahun 2020 jumlahnya cukup banyak, dan di tahun 2021 jumlahnya justru semakin banyak. “Alasannya karena tuntutan kebutuhan hidup. Tapi dengan terpaksa kami tangkap,” tegas AKBP Adnyana.

Disisi lain, untuk mencegah peredaran narkotika di wilayah Gianyar, pihaknya telah mencetuskan sejumlah program seperti desa bersinar (Desa Bersih dari Narkotika), yakni Desa Medahan dan Desa Sidan. “Tahun depan kami akan menambah dua desa bersinar lagi. Dan desa ini memang benar-benar bersih dari peredaran narkoba,” ujarnya.

Kemudian, pihak adat juga diajak ikut serta memerangi narkotika. Seperti halnya Desa Bukian, Kecamatan Payangan, yang memiliki pararem untuk memberantas narkotika. Masyarakat yang terlibat kasus narkoba akan dikenakan sanksi berupa menghaturkan pecaruan hingga beras. Selain itu juga ada program Canti Bersinar (Calon Pengantin Bersih dari Narkotika). “Dimana para calon pengantin harus melakukan test urin bebas narkoba saat mengurus surat pernikahan,” tandasnya.


GIANYAR, BALI EXPRESS – Masyarakat saat ini harus semakin waspada dengan ancaman penyebaran dan penyalahgunaan narkotika yang ada disekitar. Pasalnya modus peredaran narkotika kini semakin beragam, diantaranya dengan memanfaatkan jasa pengiriman barang melalui belanja online.

Seperti halnya yang disampaikan oleh Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Gianyar, AKBP Agung Alit Adnyana, Rabu (22/12). Dirinya menjelaskan bahwa para pengguna narkotika ini akan menggunakan kode-kode tertentu untuk bertransaksi via online. Hal ini lah yang membuat petugas kesulitan untuk mengungkap praktek haram tersebut. “Ini memerlukan upaya yang lebih cerdas, karena agak sulit untuk mengungkapnya karena jaringnya terputus. Kita hanya dapat barang dan orangnya, tidak dapat sumbernya,” ungkapnya di Kantor BNN Kabupaten Gianyar.

Dirinya menambahkan jika pihaknya pun bekerjasama dengan pihak penyedia jasa kirim barang kilat untuk mengungkap praktek tersebut. Dimana saat ada hal atau barang yang mencurigakan maka pihak penyedia jasa tersebut akan menginformasikan kepada BNNK Gianyar. “Jadi mereka memberikan informasi ada barang yang dikirim mencurigakan. Misalnya si A mengirim suatu barang ke Aceh tapi lewat darat, ini salah satu mencurigakan maka kita atensi,” imbuhnya.

Selain mengungkap adanya modus baru dalam penyalahgunaan narkotika, pihaknya juga menyampaikan jika rentang umur para penyalahguna narkoba ini masih terbilang ada di usia produktif. Yakni dari 30 tahun hingga 45 tahun. Dan mereka beralasan untuk memenuhi kebutuhan hidup dengan menjadi kurir. Dan menurutnya, di awal pandemi tahun 2020 jumlahnya cukup banyak, dan di tahun 2021 jumlahnya justru semakin banyak. “Alasannya karena tuntutan kebutuhan hidup. Tapi dengan terpaksa kami tangkap,” tegas AKBP Adnyana.

Disisi lain, untuk mencegah peredaran narkotika di wilayah Gianyar, pihaknya telah mencetuskan sejumlah program seperti desa bersinar (Desa Bersih dari Narkotika), yakni Desa Medahan dan Desa Sidan. “Tahun depan kami akan menambah dua desa bersinar lagi. Dan desa ini memang benar-benar bersih dari peredaran narkoba,” ujarnya.

Kemudian, pihak adat juga diajak ikut serta memerangi narkotika. Seperti halnya Desa Bukian, Kecamatan Payangan, yang memiliki pararem untuk memberantas narkotika. Masyarakat yang terlibat kasus narkoba akan dikenakan sanksi berupa menghaturkan pecaruan hingga beras. Selain itu juga ada program Canti Bersinar (Calon Pengantin Bersih dari Narkotika). “Dimana para calon pengantin harus melakukan test urin bebas narkoba saat mengurus surat pernikahan,” tandasnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/