alexametrics
25.8 C
Denpasar
Sunday, May 29, 2022

Masyarakat Gianyar Keluhkan Ritel yang Jual Minyak Goreng dengan Syarat Pembelian

GIANYAR, BALI EXPRESS  – Pemerintah menurunkan harga minyak goreng yang sempat melambung tinggi menjadi Rp 14 ribu per liternya. Namun sejumlah masyarakat di Kabupaten Gianyar, justru mengeluhkan kondisi dimana mereka belum leluasa untuk mendapatkan minyak goreng. Hal itu terjadi lantaran adanya ritel yang menetapkan aturan tersendiri sebelum konsumen mendapatkan satu liter minyak goreng.

 

Seperti halnya yang diungkapkan oleh seorang warga asal Gianyar, Putu Ari. Dimana konsumen harus berbelanja dengan nominal tertentu untuk bisa membeli minyak goreng. “Harus belanja Rp 20 ribu dulu baru bisa beli minyak goreng,” ujarnya Minggu (23/1).

 

Hal itu dirasa memberatkan. Sehingga pihaknya berharap pemerintah dapat turun tangan untuk menghadapi kondisi ini. Selain diskriminatif, dirinya juga masih menemukan pedagang yang menjual minyak goreng di atas nilai yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Dimana kondisi seperti ini ia temui di pasar-pasar tradisional.

 

Terkait hal tersebut, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Gianyar, Luh Gede Eka Suary menyampaikan bahwa terhitung mulai tanggal 19 Januari 2022, harga minyak goreng ditetapkan secara nasional sebesar Rp 14 ribu per liternya. Hal itu disampaikan dalam zoom meeting yang digelar Menteri Perdagangan, Muhammad Luthfi dengan Kepala Disperindag Kabupaten/Kota se-Bali. Dimana hal itu berlaku untuk semua toko ritel modern. “Dan kami melihat nilai yang ditetapkan pemerintah sudah diterapkan oleh semua ritel di Gianyar,” ungkapnya.

 

Dengan demikian, menurutnya tindakan diskriminatif seperti yang disampaikan sejumlah masyarakat semestinya tidak boleh dilakukan oleh peritel. Karena  minyak goreng yang dijual saat ini sudah disubsidi pemerintah. Hanya saja pihaknya tidak bisa berbuat banyak karena menurutnya pemberian teguran kepada peritel yang curang merupakan  kewenangan Asperindo yang menaungi toko ritel modern. Sebab dalam hal ini, Disperindag Gianyar hanya bersifat memberikan sosialisasi agar ritel mengikuti kebijakan dari pemerintah pusat. “Kami hanya menyampaikan surat edaran saja. Asprindo harusnya yang memberikan sanksi.. Jadi seharusnya tidak ada diskriminasi seperti itu, harus belanja dulu degan nilai Rp 20 ribu, tidak boleh seperti itu. Apalagi itu kan minyak goreng subsidi dari pemerintah,” sebutnya.

 

Sedangkan mengenai masih ada pedagang pasar tradisional yang menjual minyak goreng dengan harga di atas Rp 14 ribu per liter, dirinya mengatakan jika pemerintah pusat masih memberikan toleransi karena pedagang sudah terlanjur membeli stok minyak goreng yang harganya mahal. “Untuk pedagang di pasar rakyat dan tradisional, masih diberikan toleransi menjual di atas 14 ribu, tapi berangsur-angsur harus menyesuaikan tarif nasional. Jadi kita akan terus pantau agar secepatnya tarif minyak goreng di semua pasar tradisional menyesuaikan dengan harga yang ditetapkan nasional,” pungkas Eka Suary.


GIANYAR, BALI EXPRESS  – Pemerintah menurunkan harga minyak goreng yang sempat melambung tinggi menjadi Rp 14 ribu per liternya. Namun sejumlah masyarakat di Kabupaten Gianyar, justru mengeluhkan kondisi dimana mereka belum leluasa untuk mendapatkan minyak goreng. Hal itu terjadi lantaran adanya ritel yang menetapkan aturan tersendiri sebelum konsumen mendapatkan satu liter minyak goreng.

 

Seperti halnya yang diungkapkan oleh seorang warga asal Gianyar, Putu Ari. Dimana konsumen harus berbelanja dengan nominal tertentu untuk bisa membeli minyak goreng. “Harus belanja Rp 20 ribu dulu baru bisa beli minyak goreng,” ujarnya Minggu (23/1).

 

Hal itu dirasa memberatkan. Sehingga pihaknya berharap pemerintah dapat turun tangan untuk menghadapi kondisi ini. Selain diskriminatif, dirinya juga masih menemukan pedagang yang menjual minyak goreng di atas nilai yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Dimana kondisi seperti ini ia temui di pasar-pasar tradisional.

 

Terkait hal tersebut, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Gianyar, Luh Gede Eka Suary menyampaikan bahwa terhitung mulai tanggal 19 Januari 2022, harga minyak goreng ditetapkan secara nasional sebesar Rp 14 ribu per liternya. Hal itu disampaikan dalam zoom meeting yang digelar Menteri Perdagangan, Muhammad Luthfi dengan Kepala Disperindag Kabupaten/Kota se-Bali. Dimana hal itu berlaku untuk semua toko ritel modern. “Dan kami melihat nilai yang ditetapkan pemerintah sudah diterapkan oleh semua ritel di Gianyar,” ungkapnya.

 

Dengan demikian, menurutnya tindakan diskriminatif seperti yang disampaikan sejumlah masyarakat semestinya tidak boleh dilakukan oleh peritel. Karena  minyak goreng yang dijual saat ini sudah disubsidi pemerintah. Hanya saja pihaknya tidak bisa berbuat banyak karena menurutnya pemberian teguran kepada peritel yang curang merupakan  kewenangan Asperindo yang menaungi toko ritel modern. Sebab dalam hal ini, Disperindag Gianyar hanya bersifat memberikan sosialisasi agar ritel mengikuti kebijakan dari pemerintah pusat. “Kami hanya menyampaikan surat edaran saja. Asprindo harusnya yang memberikan sanksi.. Jadi seharusnya tidak ada diskriminasi seperti itu, harus belanja dulu degan nilai Rp 20 ribu, tidak boleh seperti itu. Apalagi itu kan minyak goreng subsidi dari pemerintah,” sebutnya.

 

Sedangkan mengenai masih ada pedagang pasar tradisional yang menjual minyak goreng dengan harga di atas Rp 14 ribu per liter, dirinya mengatakan jika pemerintah pusat masih memberikan toleransi karena pedagang sudah terlanjur membeli stok minyak goreng yang harganya mahal. “Untuk pedagang di pasar rakyat dan tradisional, masih diberikan toleransi menjual di atas 14 ribu, tapi berangsur-angsur harus menyesuaikan tarif nasional. Jadi kita akan terus pantau agar secepatnya tarif minyak goreng di semua pasar tradisional menyesuaikan dengan harga yang ditetapkan nasional,” pungkas Eka Suary.


Most Read

Artikel Terbaru

/