alexametrics
28.7 C
Denpasar
Monday, May 23, 2022

Merawat Pertiwi Dengan Mangrove, PDI Perjuangan Tanam 15 Ribu Bibit di Pejarakan

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Kawasan Pantai Banyuwedang di Desa Pejarakan nampak memerah. Sejak pukul 06.00 wita, kawasan itu telah ramai dikunjungi. Para kader PDI Perjuangan dengan seragam merah memadati area pantai yang berdekatan dengan lokasi tambak garam. Mereka melakukan aksi tanam pohon mangrove di sekitar pantai Banyuwedang, Minggu (23/1). Sebanyak 15 ribu bibit mangrove disiapkan untuk ditanam pada 30 hektar wilayah pantai Banyuwedang. Kegiatan penanaman mangrove ini merupakan rangkaian HUT PDI Perjuangan ke-49 dengan tagline merawat pertiwi.

Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristianto disela-sela kegiatan menerangkan, aksi tanam pohon ini merupakan semangat merawatt pertiwi yang dilakukan PDI Perjuangan. Aksi ini dilakukan serentak di Indonesia dengan menyasar kawasan pantai dan juga kawasan hulu sungai. Diharapkan dengan pelestarian ini tanaman bakau dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar, mengingat fungsi dan manfaatnya sangat banyak. “Tanamannya juga sangat bagus untuk obat serta tumbuhnya ekosistem kelautan itu. Tentunya memberi manfaat kelestarian bagi lingkungan dan bagi manusia. Dan untuk itulah, penanaman mangrove dan cemara udang ini kami harapkan dapat terus dijadikan bagian dari kesadaran untuk menentukan masa depan Indonesia kita dengan menjaga kelestarian lingkungan. Ini dilakukan serentak di seluruh Indonesia di daerah pantai. Kalau di hulu sungai kami melestarikan mata air dengan melakukan penghijauan di muara sungai,” terangnya.

Sementara itu, Ketua DPD PDI Perjuangan yang sekaligus Gubernur Bali, Wayan Koster menyampaikan, penanaman yang dilakukan oleh partai politik yang berlambang kepala banteng ini baru pertama kali dilakukan. PDI Perjuangan berkomitmen untuk mengupayakan kelestarian lingkunga. “Total 30 hektar semuanya akan kami tanami mangrove. Agar lahan ini tidak gundul begini. Partai ini hadir tidak saja saat pemilu saja. Tapi juga dalam upaya penghijauan untuk menjaga lingkungan,” tegasnya.

Disisi lain, Ketua satgas Lingkungan Desa Pejarakan, Abdul Hariri menjelaskan, Desa Pejarakan memiliki luas pantai 14,23 kilometer. sejauh ini sebanyak 125 hektar telah ditanami mangrove. Hal itu dilakukan untuk mencegah abrasi yang selalu menghantui mesyarakat pesisir saat air laut pasang. Kini bibit-bibit mangrove yang ditanam telah tumbuh dan membantu mengurani abrasi serta membantu ekosistem laut tetap terjaga. “Dari sekian hektar ada 125 hektar sudah ada hutan mangrove lepas dari TNBB dan persentase pertumbuhannya sekitar 60 persen. Itu membuat kami senang sekali. Tapi kami juga memperhatikan area-area yang digunakan untuk pelabuhan, hotel dan sebagainya agar tidak terhalang. Karena tidak semuanya harus dijadikan hutan mangrove, ada zona-zonanya,” kata dia.

Ditambahkan, setiap tahunnya satgas lingkungan di desa Pejarakan melakukan penanaman 5 ribu bibit mangrove. Rencananya, satgas juga akan melakukan penanaman mangrove jarang sekitar 20 hektar. “Jadi ada mangrove jarang dan sedang. Nanti akan kami upayakan hasilnya benar-benar menjadi hutan mangrove. Bisa menghasilkan oksigen yang terbaik. Dari 30 hektar itu kami lakukan penanaman dari tahun 2016 kami melakukan penanaman dengan jumlah 60 ribu,” imbuhnya.






Reporter: Dian Suryantini

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Kawasan Pantai Banyuwedang di Desa Pejarakan nampak memerah. Sejak pukul 06.00 wita, kawasan itu telah ramai dikunjungi. Para kader PDI Perjuangan dengan seragam merah memadati area pantai yang berdekatan dengan lokasi tambak garam. Mereka melakukan aksi tanam pohon mangrove di sekitar pantai Banyuwedang, Minggu (23/1). Sebanyak 15 ribu bibit mangrove disiapkan untuk ditanam pada 30 hektar wilayah pantai Banyuwedang. Kegiatan penanaman mangrove ini merupakan rangkaian HUT PDI Perjuangan ke-49 dengan tagline merawat pertiwi.

Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristianto disela-sela kegiatan menerangkan, aksi tanam pohon ini merupakan semangat merawatt pertiwi yang dilakukan PDI Perjuangan. Aksi ini dilakukan serentak di Indonesia dengan menyasar kawasan pantai dan juga kawasan hulu sungai. Diharapkan dengan pelestarian ini tanaman bakau dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar, mengingat fungsi dan manfaatnya sangat banyak. “Tanamannya juga sangat bagus untuk obat serta tumbuhnya ekosistem kelautan itu. Tentunya memberi manfaat kelestarian bagi lingkungan dan bagi manusia. Dan untuk itulah, penanaman mangrove dan cemara udang ini kami harapkan dapat terus dijadikan bagian dari kesadaran untuk menentukan masa depan Indonesia kita dengan menjaga kelestarian lingkungan. Ini dilakukan serentak di seluruh Indonesia di daerah pantai. Kalau di hulu sungai kami melestarikan mata air dengan melakukan penghijauan di muara sungai,” terangnya.

Sementara itu, Ketua DPD PDI Perjuangan yang sekaligus Gubernur Bali, Wayan Koster menyampaikan, penanaman yang dilakukan oleh partai politik yang berlambang kepala banteng ini baru pertama kali dilakukan. PDI Perjuangan berkomitmen untuk mengupayakan kelestarian lingkunga. “Total 30 hektar semuanya akan kami tanami mangrove. Agar lahan ini tidak gundul begini. Partai ini hadir tidak saja saat pemilu saja. Tapi juga dalam upaya penghijauan untuk menjaga lingkungan,” tegasnya.

Disisi lain, Ketua satgas Lingkungan Desa Pejarakan, Abdul Hariri menjelaskan, Desa Pejarakan memiliki luas pantai 14,23 kilometer. sejauh ini sebanyak 125 hektar telah ditanami mangrove. Hal itu dilakukan untuk mencegah abrasi yang selalu menghantui mesyarakat pesisir saat air laut pasang. Kini bibit-bibit mangrove yang ditanam telah tumbuh dan membantu mengurani abrasi serta membantu ekosistem laut tetap terjaga. “Dari sekian hektar ada 125 hektar sudah ada hutan mangrove lepas dari TNBB dan persentase pertumbuhannya sekitar 60 persen. Itu membuat kami senang sekali. Tapi kami juga memperhatikan area-area yang digunakan untuk pelabuhan, hotel dan sebagainya agar tidak terhalang. Karena tidak semuanya harus dijadikan hutan mangrove, ada zona-zonanya,” kata dia.

Ditambahkan, setiap tahunnya satgas lingkungan di desa Pejarakan melakukan penanaman 5 ribu bibit mangrove. Rencananya, satgas juga akan melakukan penanaman mangrove jarang sekitar 20 hektar. “Jadi ada mangrove jarang dan sedang. Nanti akan kami upayakan hasilnya benar-benar menjadi hutan mangrove. Bisa menghasilkan oksigen yang terbaik. Dari 30 hektar itu kami lakukan penanaman dari tahun 2016 kami melakukan penanaman dengan jumlah 60 ribu,” imbuhnya.






Reporter: Dian Suryantini

Most Read

Artikel Terbaru

/