alexametrics
30.4 C
Denpasar
Tuesday, May 24, 2022

Komisi II Warning Pembangunan Pasar Ubud Harus Pakai Bata Tulikup

GIANYAR, BALI EXPRESS – Komisi II DPRD Gianyar menggelar rapat kerja (raker) dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Gianyar, Dinas PUPR Gianyar dan Unit Layanan Pengadaan (ULP) serta manajemen konsultan terkait revitalisasi Pasar Ubud. Dalam raker tersebut Komisi II DPRD Gianyar juga memberikan saran dan masukan untuk revitalisasi Pasar Ubud yang akan menghabiskan anggaran puluhan miliar tersebut.

 

Ketua Komisi II DPRD Gianyar dari Fraksi PDIP, I Wayan Suartana menjelaskan bahwa ada banyak hal yang perlu diperjelas terkait revitalisasi Pasar Ubud mulai dari lelang dan sebagainya. Maka dari itu pihaknya mengundang instansi terkait untuk menggelar raker. Dalam raker tersebut, kata dia Disperindag Gianyar menyampaikan bahwa manajemen konsultan sudah menyerahkan hasil perencanaan dari Dinas PUPR Gianyar. “Dan sekarang prosesnya itu masih dalam tahap lelang, mungkin bulan Februari-Maret sudah dilakukan pembongkaran bangunan Pasar Ubud,” tegasnya Rabu (23/2).

 

Lebih lanjut dirinya mengatakan jika sesuai tupoksinya, lelang dilakukan di BPKAD Gianyar. Dan sesuai informasi yang didapatkannya jika saat ini sudah ada pemenang lelang. “Nanti tinggal proses pembongkaraan dari hasil-hasil itu juga sudah disampaikan oleh Disperindag bawah untuk tender itu paling nanti selesai bulan April proses pembongkaraan dan tendernya. Sehingga mungkin action mulai pekerjaannya sekitar bulan Mei,” imbuhnya.

 

Kata dia, Disperindag Gianyar juga menjelaskan jika revitalisasi Pasar Ubud tersebut dikerjakan dengan anggaran Rp 75 Miliar dari DAK dan Rp 27 Miliar dari dana pendamping APBD Gianyar. Dimana Rp 27 Miliar tersebut dibagi untuk Rp 25 Miliar untuk fisik dan Rp 2 Miliar untuk perencanaan. Dan atas penjelasan tersebut, Komisi II DPRD Gianyar pun memberikan masukan dan saran agar nantinya pembangunan Pasar Ubud tetap menonjolkan desain khas Bali. Terlebih Pasar Ubud merupakan ikon Ubud sebagai destinasi wisata yang namanya sudah dikenal di seluruh Dunia. Pihaknya juga mewarning agar pembangunan Pasar Ubud menggunakan material lokal, misalnya bata Tulikup produksi masyarakat Desa Tulikup, Gianyar. “Untuk ornamen atau desain style Bali di Pasar Ubud nanti harus memakai material atau bahan lokal, misalnya menggunakan bata Tulikup,” tegasnya.

 

Pasar Ubud sendiri menampung 986 pedagang yang terdiri dari 12 toko bahan pokok, 146 toko seni, 71 los basah, 336 los bahan pokok, dan 42 los seni. Sehingga total ada 828 los ditambah 158 toko. Ada dua bangunan yang akan direvitalisasi yakni bagian barat dan timur. Untuk pasar timur terdiri dari basemen dengan luas 1,86 m2, lantai 1 seluas 2,317 m2, lantai 2 seluas 1,500 m2 dengan luas total pasar timur 3,313 m2 dan luas lantai pasar timur 3,767 m2. Kemudian luas lantai pasar barat 5,729 m2. “Ada dua bangunan, blok timur dan barat. Tapi ada jalan penghubung, baik di basement maupun diatasnya, nyambung dia,” paparnya.

 

Untuk basemen di pasar timur, menurutnya direncanakan untuk parkir sepeda motor, sedangkan basemen pasar barat akan digunakan untuk pedagang bahan pokok dan los basah, agar nantinya pada pedagang tidak lagi berjualan diareal atas dan seluruhnya masuk ke dalam bangunan. Dan karena bangunan Pasar Ubud nantinya harus menonjolkan ornamen Bali, maka pihaknya juga menyarankan untuk menggunakan tukang lokal yang tentunya benar-benar menguasai tentang pembuatan ornamen Bali. “Dari teman-teman juga sudah menyampaikan untuk mempergunakan warga lokal dalam pembuatan ornamen Bali nantinya,” tandasnya.


GIANYAR, BALI EXPRESS – Komisi II DPRD Gianyar menggelar rapat kerja (raker) dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Gianyar, Dinas PUPR Gianyar dan Unit Layanan Pengadaan (ULP) serta manajemen konsultan terkait revitalisasi Pasar Ubud. Dalam raker tersebut Komisi II DPRD Gianyar juga memberikan saran dan masukan untuk revitalisasi Pasar Ubud yang akan menghabiskan anggaran puluhan miliar tersebut.

 

Ketua Komisi II DPRD Gianyar dari Fraksi PDIP, I Wayan Suartana menjelaskan bahwa ada banyak hal yang perlu diperjelas terkait revitalisasi Pasar Ubud mulai dari lelang dan sebagainya. Maka dari itu pihaknya mengundang instansi terkait untuk menggelar raker. Dalam raker tersebut, kata dia Disperindag Gianyar menyampaikan bahwa manajemen konsultan sudah menyerahkan hasil perencanaan dari Dinas PUPR Gianyar. “Dan sekarang prosesnya itu masih dalam tahap lelang, mungkin bulan Februari-Maret sudah dilakukan pembongkaran bangunan Pasar Ubud,” tegasnya Rabu (23/2).

 

Lebih lanjut dirinya mengatakan jika sesuai tupoksinya, lelang dilakukan di BPKAD Gianyar. Dan sesuai informasi yang didapatkannya jika saat ini sudah ada pemenang lelang. “Nanti tinggal proses pembongkaraan dari hasil-hasil itu juga sudah disampaikan oleh Disperindag bawah untuk tender itu paling nanti selesai bulan April proses pembongkaraan dan tendernya. Sehingga mungkin action mulai pekerjaannya sekitar bulan Mei,” imbuhnya.

 

Kata dia, Disperindag Gianyar juga menjelaskan jika revitalisasi Pasar Ubud tersebut dikerjakan dengan anggaran Rp 75 Miliar dari DAK dan Rp 27 Miliar dari dana pendamping APBD Gianyar. Dimana Rp 27 Miliar tersebut dibagi untuk Rp 25 Miliar untuk fisik dan Rp 2 Miliar untuk perencanaan. Dan atas penjelasan tersebut, Komisi II DPRD Gianyar pun memberikan masukan dan saran agar nantinya pembangunan Pasar Ubud tetap menonjolkan desain khas Bali. Terlebih Pasar Ubud merupakan ikon Ubud sebagai destinasi wisata yang namanya sudah dikenal di seluruh Dunia. Pihaknya juga mewarning agar pembangunan Pasar Ubud menggunakan material lokal, misalnya bata Tulikup produksi masyarakat Desa Tulikup, Gianyar. “Untuk ornamen atau desain style Bali di Pasar Ubud nanti harus memakai material atau bahan lokal, misalnya menggunakan bata Tulikup,” tegasnya.

 

Pasar Ubud sendiri menampung 986 pedagang yang terdiri dari 12 toko bahan pokok, 146 toko seni, 71 los basah, 336 los bahan pokok, dan 42 los seni. Sehingga total ada 828 los ditambah 158 toko. Ada dua bangunan yang akan direvitalisasi yakni bagian barat dan timur. Untuk pasar timur terdiri dari basemen dengan luas 1,86 m2, lantai 1 seluas 2,317 m2, lantai 2 seluas 1,500 m2 dengan luas total pasar timur 3,313 m2 dan luas lantai pasar timur 3,767 m2. Kemudian luas lantai pasar barat 5,729 m2. “Ada dua bangunan, blok timur dan barat. Tapi ada jalan penghubung, baik di basement maupun diatasnya, nyambung dia,” paparnya.

 

Untuk basemen di pasar timur, menurutnya direncanakan untuk parkir sepeda motor, sedangkan basemen pasar barat akan digunakan untuk pedagang bahan pokok dan los basah, agar nantinya pada pedagang tidak lagi berjualan diareal atas dan seluruhnya masuk ke dalam bangunan. Dan karena bangunan Pasar Ubud nantinya harus menonjolkan ornamen Bali, maka pihaknya juga menyarankan untuk menggunakan tukang lokal yang tentunya benar-benar menguasai tentang pembuatan ornamen Bali. “Dari teman-teman juga sudah menyampaikan untuk mempergunakan warga lokal dalam pembuatan ornamen Bali nantinya,” tandasnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/