alexametrics
28.7 C
Denpasar
Saturday, May 21, 2022

Polres Tabanan Tangkap Enam Pelaku dan Sita 5,28 Sabu

TABANAN, BALI EXPRESS – Kasus narkotika di Kabupaten Tabanan seolah tidak pernah sepi. Sekalipun di musim pandemi Covid-19. Realitanya ada saja pelakunya yang tertangkap.

Baru-baru ini, dari akhir Januari sampai Februari, Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Tabanan panen pengungkapan. Ada enam tersangka yang ditangkap dari proses pengungkapan tersebut.

Keenam pelakunya punya latar berbeda-beda. Ada yang sekadar pakai untuk doping. Biar kuat melek. Ada juga yang residivis kasus serupa sehingga dia menjadi pengedar. Bahkan ada pula yang berstatus duda.

Kemarin, Rabu (23/2), kasus keenam orang tersangka tersebut diungkap. Total barang bukti yang disita dari mereka seberat 5,28 gram netto. Keseluruhannya jenis sabu-sabu.

Keenam tersangka tersebut antara lain Tri Gatot Suseno alias Seno,22, yang tinggal di Denpasar. Dia ditangkap belum lama ini. Yakni pada Senin (14/2).

Berikutnya dua tersangka dari Kecamatan Selemadeg Timur yang kasusnya termuat dalam satu berkas. Mereka antara lain I Wayan Sandi Ambara,22, dari Desa Antosari, dan I Wayan Wiluartama alias Bob,40, dari Desa Lumbung. Keduanya ditangkap pada 8 Februari 2022.

Selanjutnya, Agus Permana,24, dari Palangkaraya, Kalimantan Tengah, yang ditangkap pada 6 Februari 2022. I Wayan Adi Nova Wirawan alias Wawan,24, dari Desa Bantas, Kecamatan Selemadeg Timur yang ditangkap pada 1 Februari 2022.

Dan yang terakhir, Mohammad Sonny,27, dari Pacitan, Jawa Timur, dan tinggal di Jalan Kertapura, Denpasar. Dia ditangkap pada 20 Januari 2022. “Sonny ini residivis. Pemain lama yang kambuh lagi,” sebut Kepala Satuan Reserse Narkoba, AKP I Gede Sudiarna Putra.

Saat Sonny ditangkap di salah satu kamar hotel di perbatasan Tabanan-Badung, petugas menyita 2,52 gram sabu-sabu. Barang bukti itu dipisah pelaku. Satu paket kecil seberat 1,02 gram dan satu lagi seberat 0,50 gram. Keduanya sama-sama disimpan dalam pipet plastik merah yang dililit dengan plaster.

“Pelaku ini (Sonny) kami curigai sebagai peluncur atau perantara jual beli sabu,” imbuh Sudiarna.

Peran yang sama juga dicurigai dilakukan tersangka Seno yang ditangkap di pinggir jalan menuju Perumahan Taman Permai, Banjar Taman, Desa Gubug, Kecamatan Tabanan.

Saat ditangkap pada Senin (14/2) malam, sekitar pukul 22.00, petugas memperoleh barang bukti seberat 2,22 gram sabu-sabu yang dipecah menjadi sepuluh paket kecil siap edar.

“Sepuluh paket sabu ini disimpan ke dalam pipet plastik yang dibungkus lagi pakai tisu. Semuanya disimpan ke dalam satu bungkus rokok,” imbuhnya seraya menunjuk barang bukti bungkus rokok yang disita dari Seno.

Baik Sonny dan Seno diancam dengan hukuman paling lama 12 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 8 miliar. Sesuai ketentuan Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Ancaman hukuman yang sama juga diterapkan kepada tersangka Agus Permana. Dia memiliki dua paket sabu-sabu seberat 0,51 gram. Sekalipun dia berdalih, dua paket sabu-sabu hendak dipakai sebagai doping. “Biar kuat melek,” kata Agus yang seorang sopir truk Jawa-Bali ini.

Sedangkan tersangka Wawan diancam dengan ketentuan Pasal 114 ayat (1) dalam undang-undang yang sama. Ancaman maksimalnya 20 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar.

Pasal yang sama juga diterapkan kepada dua tersangka lainnya Sandi dan Bob, yang berkas pemeriksaannya dirangkum menjadi satu. Bahkan mereka juga disangkakan melakukan tindak pidana sesuai ketentuan Pasal 132 ayat (1). Pasal mengenai permufakatan jahat dalam pidana narkotika ini ancaman maksimalnya 12 tahun dan denda Rp 1 miliar.

Disinggung mengenai modus keenam pelaku, Sudiarna menyebutkan bahwa sebagian besar hampir sama. Terlebih ada yang berusaha menyembunyikannya di dalam wadah pasta gigi atau odol. “Modus mereka begitu-begitu saja. Biar tidak ketahuan atau mencurigakan, disimpan di benda lain,” pungkas Sudiarna.






Reporter: Chairul Amri Simabur

TABANAN, BALI EXPRESS – Kasus narkotika di Kabupaten Tabanan seolah tidak pernah sepi. Sekalipun di musim pandemi Covid-19. Realitanya ada saja pelakunya yang tertangkap.

Baru-baru ini, dari akhir Januari sampai Februari, Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Tabanan panen pengungkapan. Ada enam tersangka yang ditangkap dari proses pengungkapan tersebut.

Keenam pelakunya punya latar berbeda-beda. Ada yang sekadar pakai untuk doping. Biar kuat melek. Ada juga yang residivis kasus serupa sehingga dia menjadi pengedar. Bahkan ada pula yang berstatus duda.

Kemarin, Rabu (23/2), kasus keenam orang tersangka tersebut diungkap. Total barang bukti yang disita dari mereka seberat 5,28 gram netto. Keseluruhannya jenis sabu-sabu.

Keenam tersangka tersebut antara lain Tri Gatot Suseno alias Seno,22, yang tinggal di Denpasar. Dia ditangkap belum lama ini. Yakni pada Senin (14/2).

Berikutnya dua tersangka dari Kecamatan Selemadeg Timur yang kasusnya termuat dalam satu berkas. Mereka antara lain I Wayan Sandi Ambara,22, dari Desa Antosari, dan I Wayan Wiluartama alias Bob,40, dari Desa Lumbung. Keduanya ditangkap pada 8 Februari 2022.

Selanjutnya, Agus Permana,24, dari Palangkaraya, Kalimantan Tengah, yang ditangkap pada 6 Februari 2022. I Wayan Adi Nova Wirawan alias Wawan,24, dari Desa Bantas, Kecamatan Selemadeg Timur yang ditangkap pada 1 Februari 2022.

Dan yang terakhir, Mohammad Sonny,27, dari Pacitan, Jawa Timur, dan tinggal di Jalan Kertapura, Denpasar. Dia ditangkap pada 20 Januari 2022. “Sonny ini residivis. Pemain lama yang kambuh lagi,” sebut Kepala Satuan Reserse Narkoba, AKP I Gede Sudiarna Putra.

Saat Sonny ditangkap di salah satu kamar hotel di perbatasan Tabanan-Badung, petugas menyita 2,52 gram sabu-sabu. Barang bukti itu dipisah pelaku. Satu paket kecil seberat 1,02 gram dan satu lagi seberat 0,50 gram. Keduanya sama-sama disimpan dalam pipet plastik merah yang dililit dengan plaster.

“Pelaku ini (Sonny) kami curigai sebagai peluncur atau perantara jual beli sabu,” imbuh Sudiarna.

Peran yang sama juga dicurigai dilakukan tersangka Seno yang ditangkap di pinggir jalan menuju Perumahan Taman Permai, Banjar Taman, Desa Gubug, Kecamatan Tabanan.

Saat ditangkap pada Senin (14/2) malam, sekitar pukul 22.00, petugas memperoleh barang bukti seberat 2,22 gram sabu-sabu yang dipecah menjadi sepuluh paket kecil siap edar.

“Sepuluh paket sabu ini disimpan ke dalam pipet plastik yang dibungkus lagi pakai tisu. Semuanya disimpan ke dalam satu bungkus rokok,” imbuhnya seraya menunjuk barang bukti bungkus rokok yang disita dari Seno.

Baik Sonny dan Seno diancam dengan hukuman paling lama 12 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 8 miliar. Sesuai ketentuan Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Ancaman hukuman yang sama juga diterapkan kepada tersangka Agus Permana. Dia memiliki dua paket sabu-sabu seberat 0,51 gram. Sekalipun dia berdalih, dua paket sabu-sabu hendak dipakai sebagai doping. “Biar kuat melek,” kata Agus yang seorang sopir truk Jawa-Bali ini.

Sedangkan tersangka Wawan diancam dengan ketentuan Pasal 114 ayat (1) dalam undang-undang yang sama. Ancaman maksimalnya 20 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar.

Pasal yang sama juga diterapkan kepada dua tersangka lainnya Sandi dan Bob, yang berkas pemeriksaannya dirangkum menjadi satu. Bahkan mereka juga disangkakan melakukan tindak pidana sesuai ketentuan Pasal 132 ayat (1). Pasal mengenai permufakatan jahat dalam pidana narkotika ini ancaman maksimalnya 12 tahun dan denda Rp 1 miliar.

Disinggung mengenai modus keenam pelaku, Sudiarna menyebutkan bahwa sebagian besar hampir sama. Terlebih ada yang berusaha menyembunyikannya di dalam wadah pasta gigi atau odol. “Modus mereka begitu-begitu saja. Biar tidak ketahuan atau mencurigakan, disimpan di benda lain,” pungkas Sudiarna.






Reporter: Chairul Amri Simabur

Most Read

Artikel Terbaru

/