alexametrics
25.8 C
Denpasar
Saturday, May 28, 2022

Ganggu Ketertiban Umum, Satpol PP Gianyar Ciduk 24 Orang Gepeng

GIANYAR, BALI EXPRESS – Sebagai daerah yang menjadi pilot project zero Covid-19, Ubud juga harus steril dari  keberadaan gelandangan dan pengemis (gepeng). Seperti halnya yang dilakukan Satpol PP Gianyar, Selasa (23/3).

 

Dimana petugas Satpol PP Gianyar berhasil menjaring 24 orang gepeng yang mengaku berasal dari Munti Gunung, Karangasem. Mereka diamankan saat sedang meminta-minta dikawasan Ubud dan langsung digelandang petugas Satpol PP Gianyar.  

 

Parahnya sebagian besar gepeng yang terjaring merupakan anak-anak kecil dan berjenis kelamin perempuan. Bahkan ada pula seorang bayi berusia 6 bulan. Para gepeng yang berhasil diamankan selanjutnya didata dan dibina. Setelah didata dan dibina mereka kemudian dibawa ke Dinas Sosial Kabupaten Gianyar untuk selanjutnya dipulang ke daerah asalnya di Munti Gunung, Kubu, Karangasem.

 

Terkait hal tersebut, Kepala Satpol PP Gianyar, I Made Watha menjelaskan bahwa pihaknya mengamankan para gepeng tersebut karena dikhawatirkan menjadi klaster penyebaran Covid-19.

 

Terlebih para gepeng tersebut tidak menggunakan masker, tidak cuci tangan, tidak jaga jarak dan berkerumuan. “Apalagi mereka juga mengganggu ketertiban umum dan kenyamanan masyarakat. Dan mereka melanggar Perda No. 15 tahun 2015 tentang ketertiban umum dan ketentraman masyarakat,” tegasnya.

 

Tidak hanya dikawasan Ubud saja, pihaknya juga tetap memantau wilayah lain di Kabupaten Gianyar agar terbebas dari gepeng.


GIANYAR, BALI EXPRESS – Sebagai daerah yang menjadi pilot project zero Covid-19, Ubud juga harus steril dari  keberadaan gelandangan dan pengemis (gepeng). Seperti halnya yang dilakukan Satpol PP Gianyar, Selasa (23/3).

 

Dimana petugas Satpol PP Gianyar berhasil menjaring 24 orang gepeng yang mengaku berasal dari Munti Gunung, Karangasem. Mereka diamankan saat sedang meminta-minta dikawasan Ubud dan langsung digelandang petugas Satpol PP Gianyar.  

 

Parahnya sebagian besar gepeng yang terjaring merupakan anak-anak kecil dan berjenis kelamin perempuan. Bahkan ada pula seorang bayi berusia 6 bulan. Para gepeng yang berhasil diamankan selanjutnya didata dan dibina. Setelah didata dan dibina mereka kemudian dibawa ke Dinas Sosial Kabupaten Gianyar untuk selanjutnya dipulang ke daerah asalnya di Munti Gunung, Kubu, Karangasem.

 

Terkait hal tersebut, Kepala Satpol PP Gianyar, I Made Watha menjelaskan bahwa pihaknya mengamankan para gepeng tersebut karena dikhawatirkan menjadi klaster penyebaran Covid-19.

 

Terlebih para gepeng tersebut tidak menggunakan masker, tidak cuci tangan, tidak jaga jarak dan berkerumuan. “Apalagi mereka juga mengganggu ketertiban umum dan kenyamanan masyarakat. Dan mereka melanggar Perda No. 15 tahun 2015 tentang ketertiban umum dan ketentraman masyarakat,” tegasnya.

 

Tidak hanya dikawasan Ubud saja, pihaknya juga tetap memantau wilayah lain di Kabupaten Gianyar agar terbebas dari gepeng.


Most Read

Artikel Terbaru

/