alexametrics
24.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Tim Yustisi Gandeng Biznet dan Primamedix Jaring 18 Pelanggar 

DENPASAR, BALI EXPRESS — Satpol PP Kota Denpasar bersama Tim Yustisi Kota Denpasar yang terdiri dari TNI Polri, dan Dinas Perhubungan Kota Denpasar, rutin menggelar penertiban penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan (prokes).

Senin (22/3), sidak masker digelar di perempatan Banjar Tengah Sidakarya, Desa Adat Sidakarya, Denpasar Selatan.

Pada sidak masker kali ini, terjaring sebanyak 18 pelanggar, yakni 4 orang tidak mengenakan masker dikebai sanksi administrasi, 14 orang mengenakan masker tidak dengan benar diberi edukasi dan pembinaan.

Ditemui di lokasi, Kepala Bidang Penegakan Peraturan Daerah Satpol PP Kota Denpasar, Made Poniman menyampaikan, sesuai Peraturan Gubernur (Pergub) Bali Nomor 10 Tahun 2021, kegiatan ini menyasar tempat yang notabena banyak ditemukan pelanggar. 

“Kegiatan ini untuk mengingatkan masyarakat agar sadar dan taat menerapkan protokol kesehatan. Tujuannya, untuk mempercepat pemulihan ekonomi khususnya. Sesuai dengan sampaian Menteri Pariwisata, pada Juni sektor pariwisata di Denpasar khususnya di wilayah Sanur akan dibuka,” jelas Poniman. 

Jika masyarakat ingin agar rencanatetsebut terealisasi, lanjutbya, agar dapat mengikuti aturan dan menjadikan kesehatan sebagai prioritas utama.

Pihaknya berkoordinasi dengan perbekel setempat untuk menentukan lokasi sidak masker. Jika ada pelanggar tidak mengenakan masker, akan dikenakan sanksi administrasi. Sedangkan bagi pelanggar yang menggunakan masker tidak pada tempatnya, diberikan edukasi dan pembinaan. 

“Kami berikan shock therapy berupa sanksi adminsitrasi dan edukasi. Hal ini dilakukan untuk memberi efek jera pada masyarakat bahwa yang dilakukannya salah. Karena bisa jadi mereka merupakan salah satu orang tanpa gejala atau OTG, tapi berkeliaran,” katanya.

Poniman berharap, melalui kegiatan rutin ini, masyarakat agar sadar dan taat menerapkan protokol kesehatan dengan baik. Serta menjadikan kesehatan sebagai prioritas utama.

“Mari kita tegakkan aturan dan bersama-sama agar mengingatkan untuk saling menjaga dan waspada. Terlebih sekarang sudah ada vaksinasi, mari kita gunakan peluang yang diberikan oleh pemerintah untuk melaksanakan vaksinasi ini,” tuturnya.

Dikatakannya, Smsidak kali ini didukung oleh Biznet bersama dengan Primamedix sebagai penyedia masker.

Pada kesempatan tersebut, Area Coordinator Biznet, Krishna Wasudewa mengungkapkan, sebelumnya Biznet sudah bekerja sama dengan kantor desa setempat dalam hal penyediaan fasilitas internet di 12 dusun di Sidakarya. 

Pada 23 Februari lalu, pihaknya telah membagikan 4 ribu pcs masker di empat kecamatan di Denpasar. “Khusus di wilayah Sidakarya kali ini, kami sediakan 250 pcs masker yang  dibagikan kepada para pelanggar yang tidak mengenakan masker. Masker ini merupakan kontribusi dari Primamedix,” terangnya.

Krishna berharap, kegiatan seperti ini rutin dilakukan di masa pandemi. Pihaknya pun siap bekerja sama dengan tim yustisi untuk menggelar kegiatan serupa kedepannya. “Jika memang kita semua ingin mewujudkan herd immunity, kita harus saling menjaga kesehatan dan menerapkan prokes. Kurangi aktivitas di luar. Kalau bisa beraktivitas di rumah dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi dan internet, kenapa tidak?” katanya. 

“Kegiatan seperti ini sudah sering kami, Biznet bersama Primamedix, lakukan. Dan jika dibutuhkan, kami akan siap membantu. Kami dari Biznet akan terus mengkampenyakan stay home,” tandasnya.(ika)


DENPASAR, BALI EXPRESS — Satpol PP Kota Denpasar bersama Tim Yustisi Kota Denpasar yang terdiri dari TNI Polri, dan Dinas Perhubungan Kota Denpasar, rutin menggelar penertiban penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan (prokes).

Senin (22/3), sidak masker digelar di perempatan Banjar Tengah Sidakarya, Desa Adat Sidakarya, Denpasar Selatan.

Pada sidak masker kali ini, terjaring sebanyak 18 pelanggar, yakni 4 orang tidak mengenakan masker dikebai sanksi administrasi, 14 orang mengenakan masker tidak dengan benar diberi edukasi dan pembinaan.

Ditemui di lokasi, Kepala Bidang Penegakan Peraturan Daerah Satpol PP Kota Denpasar, Made Poniman menyampaikan, sesuai Peraturan Gubernur (Pergub) Bali Nomor 10 Tahun 2021, kegiatan ini menyasar tempat yang notabena banyak ditemukan pelanggar. 

“Kegiatan ini untuk mengingatkan masyarakat agar sadar dan taat menerapkan protokol kesehatan. Tujuannya, untuk mempercepat pemulihan ekonomi khususnya. Sesuai dengan sampaian Menteri Pariwisata, pada Juni sektor pariwisata di Denpasar khususnya di wilayah Sanur akan dibuka,” jelas Poniman. 

Jika masyarakat ingin agar rencanatetsebut terealisasi, lanjutbya, agar dapat mengikuti aturan dan menjadikan kesehatan sebagai prioritas utama.

Pihaknya berkoordinasi dengan perbekel setempat untuk menentukan lokasi sidak masker. Jika ada pelanggar tidak mengenakan masker, akan dikenakan sanksi administrasi. Sedangkan bagi pelanggar yang menggunakan masker tidak pada tempatnya, diberikan edukasi dan pembinaan. 

“Kami berikan shock therapy berupa sanksi adminsitrasi dan edukasi. Hal ini dilakukan untuk memberi efek jera pada masyarakat bahwa yang dilakukannya salah. Karena bisa jadi mereka merupakan salah satu orang tanpa gejala atau OTG, tapi berkeliaran,” katanya.

Poniman berharap, melalui kegiatan rutin ini, masyarakat agar sadar dan taat menerapkan protokol kesehatan dengan baik. Serta menjadikan kesehatan sebagai prioritas utama.

“Mari kita tegakkan aturan dan bersama-sama agar mengingatkan untuk saling menjaga dan waspada. Terlebih sekarang sudah ada vaksinasi, mari kita gunakan peluang yang diberikan oleh pemerintah untuk melaksanakan vaksinasi ini,” tuturnya.

Dikatakannya, Smsidak kali ini didukung oleh Biznet bersama dengan Primamedix sebagai penyedia masker.

Pada kesempatan tersebut, Area Coordinator Biznet, Krishna Wasudewa mengungkapkan, sebelumnya Biznet sudah bekerja sama dengan kantor desa setempat dalam hal penyediaan fasilitas internet di 12 dusun di Sidakarya. 

Pada 23 Februari lalu, pihaknya telah membagikan 4 ribu pcs masker di empat kecamatan di Denpasar. “Khusus di wilayah Sidakarya kali ini, kami sediakan 250 pcs masker yang  dibagikan kepada para pelanggar yang tidak mengenakan masker. Masker ini merupakan kontribusi dari Primamedix,” terangnya.

Krishna berharap, kegiatan seperti ini rutin dilakukan di masa pandemi. Pihaknya pun siap bekerja sama dengan tim yustisi untuk menggelar kegiatan serupa kedepannya. “Jika memang kita semua ingin mewujudkan herd immunity, kita harus saling menjaga kesehatan dan menerapkan prokes. Kurangi aktivitas di luar. Kalau bisa beraktivitas di rumah dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi dan internet, kenapa tidak?” katanya. 

“Kegiatan seperti ini sudah sering kami, Biznet bersama Primamedix, lakukan. Dan jika dibutuhkan, kami akan siap membantu. Kami dari Biznet akan terus mengkampenyakan stay home,” tandasnya.(ika)


Most Read

Artikel Terbaru

/