alexametrics
25.4 C
Denpasar
Friday, May 20, 2022

Vaksin Terbatas, PMI Buleleng Harapkan Jadi Prioritas Vaksinasi

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Para Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Buleleng kini sudah mulai bersiap-siap untuk melaut lagi setelah selama setahun dirumahkan akibat pandemi Covid-19.  Menurut informasi dari Buleleng Seaman Asociation (BSA), para PMI tersebut akan segera berlayar kembali pada bulan April, Mei, Juni dan Juli. Namun keberangkatan mereka masih belum bisa dilakukan apabila belum melengkapi diri dengan vaksinasi yang dilakukan sebanyak dua tahap.

Vaksinasi COVID-19 merupakan suatu kewajiban untuk persyaratan PMI yang akan berangkat. Dari jumlah 826 orang yang akan berangkat, sebagian besar bekerja di kapal pesiar. Sisanya beberapa ada di darat. Pekerja kapal pesiar tempatnya sebagian besar di Amerika Serikat. Ada juga yang berangkat ke Eropa.

Untuk kebutuhan vaksin bagi para PMI ini, BSA berharap pemerintah dapat memfasilitasi untuk vaksinasi PMI. Sebab, hal tersebut merupakan salah satu syarat untuk bisa kembali bekerja di perusahaan mereka masing-masing. “Vaksinasi itu wajib untuk kami. Itu juga merupakan persyaratan untuk keberangkatan kami. Kami belum difasilitasi vaksinasi. Kami pun masih bingung, makanya kami minta bantuan agar bisa difaksin di Buleleng tidak di Denpasar,” ujar Ketua BSA, Putu Eka Saputra.

Pihaknya mendesak vaksinasi tersebut. Sebab telah ada 1.000 orang lebih anggota PMI yang terdata untuk segera divaksin sebelum keberangkatan mereka. “Karena saat ini kami sudah mendaftarkan hampir 1.000 orang untuk divaksin. Karena juga keberangkatan dari anggta kami ada yang bulan April, Mei, Juni, Juli, itu yang menyebabkan kami sungguh terdesak dan minta bantuan kepada pemkab supaya kita difasilitasi,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna mengaku akan mengawal vaksinasi untuk para PMI. Ia pun akan mengupayakan adanya kuota khusus untuk PMI dalam proses vaksinasi nanti. “Kami mendorong kepada satgas Covid-19 Buleleng khususnya bapak Bupati dan bapak Sekda untuk memfasilitasi vaksinasi bagi pekerja migran ini. Dan tentunya tanpa mengurangi jatah dari msyarakat lain,” jelasnya saat ditemui, Selasa (23/3).

Sementara itu, Sekretaris Satgas Penanganan COVID-19 yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) Buleleng, Gede Suyasa mengatakan, mengingat jumlah PMI yang akan divaksin cukup banyak dan kuota vaksin terbatas, Satgas menyarankan agar usulan vaksinasi dilakukan secara bertahap. Sesuai dengan jadwal keberangkatan dari PMI tersebut. Usulan dari BSA ini juga akan diajukan ke Ketua Harian Satgas Penanganan COVID-19 Provinsi Bali agar bisa dibantu jumlah vaksin yang dibutuhkan. “Kita berharap mereka tidak tertunda kerjanya karena persyaratan vaksin tidak didapatkan. Oleh karena itu, kami berupaya untuk itu,” ucap Suyasa.


SINGARAJA, BALI EXPRESS – Para Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Buleleng kini sudah mulai bersiap-siap untuk melaut lagi setelah selama setahun dirumahkan akibat pandemi Covid-19.  Menurut informasi dari Buleleng Seaman Asociation (BSA), para PMI tersebut akan segera berlayar kembali pada bulan April, Mei, Juni dan Juli. Namun keberangkatan mereka masih belum bisa dilakukan apabila belum melengkapi diri dengan vaksinasi yang dilakukan sebanyak dua tahap.

Vaksinasi COVID-19 merupakan suatu kewajiban untuk persyaratan PMI yang akan berangkat. Dari jumlah 826 orang yang akan berangkat, sebagian besar bekerja di kapal pesiar. Sisanya beberapa ada di darat. Pekerja kapal pesiar tempatnya sebagian besar di Amerika Serikat. Ada juga yang berangkat ke Eropa.

Untuk kebutuhan vaksin bagi para PMI ini, BSA berharap pemerintah dapat memfasilitasi untuk vaksinasi PMI. Sebab, hal tersebut merupakan salah satu syarat untuk bisa kembali bekerja di perusahaan mereka masing-masing. “Vaksinasi itu wajib untuk kami. Itu juga merupakan persyaratan untuk keberangkatan kami. Kami belum difasilitasi vaksinasi. Kami pun masih bingung, makanya kami minta bantuan agar bisa difaksin di Buleleng tidak di Denpasar,” ujar Ketua BSA, Putu Eka Saputra.

Pihaknya mendesak vaksinasi tersebut. Sebab telah ada 1.000 orang lebih anggota PMI yang terdata untuk segera divaksin sebelum keberangkatan mereka. “Karena saat ini kami sudah mendaftarkan hampir 1.000 orang untuk divaksin. Karena juga keberangkatan dari anggta kami ada yang bulan April, Mei, Juni, Juli, itu yang menyebabkan kami sungguh terdesak dan minta bantuan kepada pemkab supaya kita difasilitasi,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna mengaku akan mengawal vaksinasi untuk para PMI. Ia pun akan mengupayakan adanya kuota khusus untuk PMI dalam proses vaksinasi nanti. “Kami mendorong kepada satgas Covid-19 Buleleng khususnya bapak Bupati dan bapak Sekda untuk memfasilitasi vaksinasi bagi pekerja migran ini. Dan tentunya tanpa mengurangi jatah dari msyarakat lain,” jelasnya saat ditemui, Selasa (23/3).

Sementara itu, Sekretaris Satgas Penanganan COVID-19 yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) Buleleng, Gede Suyasa mengatakan, mengingat jumlah PMI yang akan divaksin cukup banyak dan kuota vaksin terbatas, Satgas menyarankan agar usulan vaksinasi dilakukan secara bertahap. Sesuai dengan jadwal keberangkatan dari PMI tersebut. Usulan dari BSA ini juga akan diajukan ke Ketua Harian Satgas Penanganan COVID-19 Provinsi Bali agar bisa dibantu jumlah vaksin yang dibutuhkan. “Kita berharap mereka tidak tertunda kerjanya karena persyaratan vaksin tidak didapatkan. Oleh karena itu, kami berupaya untuk itu,” ucap Suyasa.


Most Read

Artikel Terbaru

/