alexametrics
29.8 C
Denpasar
Friday, May 20, 2022

Vaksinasi Tingkat Banjar di Bali Bisa Jadi Contoh di Indonesia

GIANYAR, BALI EXPRESS – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI, Muhammad Tito Karnavian di hadapan Gubernur Bali, Wayan Koster menegaskan, pelaksanaan vaksinasi di tingkat banjar di Ubud, Kabupaten Gianyar, bisa dijadikan contoh untuk wilayah lain di Pulau Bali, termasuk di Indonesia. Karena vaksinasi di tingkat banjar ini berjalan sangat tertib dan tidak terjadi kerumunan.

“Jujur saya sangat kagum melihat kertertiban disini. Karena tidak banyak daerah yang menerapkan vaksinasi di tingkat banjar, yang ada biasanya tingkat desa dan kampung. Di tingkat banjar ini sangat tertib dan tidak terjadi kerumunan, prosesnya berjalan lancar,” ujar Mendagri Tito saat berkunjungan ke Banjar Tegallantang, Ubud, Gianyar, Selasa (23/3).

Selain meninjau vaksinasi di Ubud, Mendagri dan Gubernur Bali juga meyempatkan waktunya meninjau vaksinasi di Hotel Prama Sanur, Denpasar. Di hadapan para pekerja wisata, Tito yang didampingi Wayan Koster menegaskan dirinya sengaja berkunjung ke Bali untuk melihat program vaksinasi. Karena kami (Pemerintah Pusat) sangat ingin membangkitkan pariwisata Bali yang terdampak akibat pandemi Covid-19.

“Pekerja pariwisata adalah tulang punggung di Bali dan Bali pusatnya pariwisata, sehingga saya berterimakasih kepada bapak Gubernur Koster kegiatan vaksinasi ini sudah tertib dan tidak terjadi kerumunan seperti di beberapa daerah lainnya. Jadi, tujuan kita ingin Bali bisa bangkit seperti dahulu lagi, bahkan lebih dan hidup sebagai pusat pariwisata dunia,” pungkasnya. 

Kunjungan yang dilakukan Mendagri Tito Karnavian di Ubud (Gianyar) dan di Sanur (Denpasar), merupakan wujud perhatian yang diberikan oleh Pemerintah Pusat kepada Bali. Pasca Gubernur Koster sukses meyakinkan Pemerintah Pusat untuk menetapkan Ubud (Gianyar), Sanur (Denpasar), Nusa Dua (Badung) sebagai 3 Zona Hijau yang Aman dari Covid-19. 

Sehingga mulai Senin 22 Maret 2021 sampai  4 April 2021 (14 hari) dilaksanakan vaksinasi di tiga Zona Hijau yang menjadi destinasi wisata sebanyak 170.487 orang, mulai dari Kawasan Ubud, meliputi Kelurahan Ubud, Kedewatan, Sayan, dan Petulu, total sebanyak 47.045 orang. 

“Perlu saya sampaikan kepada Bapak Mendagri bahwa vaksinasi di Ubud, Gianyar dilaksanakan secara bergotong royong. Bahkan Bupati Gianyar, Made Mahayastra telah menugaskan setiap Kepala OPD di Pemkab Gianyar untuk bertanggung jawab penuh memimpin suksesnya vaksinasi yang ada di setiap tingkat banjar di Ubud ini. Karena ini gotong royong, maka pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Ubud tidak ada APBD yang keluar,” ungkapnya. 


GIANYAR, BALI EXPRESS – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI, Muhammad Tito Karnavian di hadapan Gubernur Bali, Wayan Koster menegaskan, pelaksanaan vaksinasi di tingkat banjar di Ubud, Kabupaten Gianyar, bisa dijadikan contoh untuk wilayah lain di Pulau Bali, termasuk di Indonesia. Karena vaksinasi di tingkat banjar ini berjalan sangat tertib dan tidak terjadi kerumunan.

“Jujur saya sangat kagum melihat kertertiban disini. Karena tidak banyak daerah yang menerapkan vaksinasi di tingkat banjar, yang ada biasanya tingkat desa dan kampung. Di tingkat banjar ini sangat tertib dan tidak terjadi kerumunan, prosesnya berjalan lancar,” ujar Mendagri Tito saat berkunjungan ke Banjar Tegallantang, Ubud, Gianyar, Selasa (23/3).

Selain meninjau vaksinasi di Ubud, Mendagri dan Gubernur Bali juga meyempatkan waktunya meninjau vaksinasi di Hotel Prama Sanur, Denpasar. Di hadapan para pekerja wisata, Tito yang didampingi Wayan Koster menegaskan dirinya sengaja berkunjung ke Bali untuk melihat program vaksinasi. Karena kami (Pemerintah Pusat) sangat ingin membangkitkan pariwisata Bali yang terdampak akibat pandemi Covid-19.

“Pekerja pariwisata adalah tulang punggung di Bali dan Bali pusatnya pariwisata, sehingga saya berterimakasih kepada bapak Gubernur Koster kegiatan vaksinasi ini sudah tertib dan tidak terjadi kerumunan seperti di beberapa daerah lainnya. Jadi, tujuan kita ingin Bali bisa bangkit seperti dahulu lagi, bahkan lebih dan hidup sebagai pusat pariwisata dunia,” pungkasnya. 

Kunjungan yang dilakukan Mendagri Tito Karnavian di Ubud (Gianyar) dan di Sanur (Denpasar), merupakan wujud perhatian yang diberikan oleh Pemerintah Pusat kepada Bali. Pasca Gubernur Koster sukses meyakinkan Pemerintah Pusat untuk menetapkan Ubud (Gianyar), Sanur (Denpasar), Nusa Dua (Badung) sebagai 3 Zona Hijau yang Aman dari Covid-19. 

Sehingga mulai Senin 22 Maret 2021 sampai  4 April 2021 (14 hari) dilaksanakan vaksinasi di tiga Zona Hijau yang menjadi destinasi wisata sebanyak 170.487 orang, mulai dari Kawasan Ubud, meliputi Kelurahan Ubud, Kedewatan, Sayan, dan Petulu, total sebanyak 47.045 orang. 

“Perlu saya sampaikan kepada Bapak Mendagri bahwa vaksinasi di Ubud, Gianyar dilaksanakan secara bergotong royong. Bahkan Bupati Gianyar, Made Mahayastra telah menugaskan setiap Kepala OPD di Pemkab Gianyar untuk bertanggung jawab penuh memimpin suksesnya vaksinasi yang ada di setiap tingkat banjar di Ubud ini. Karena ini gotong royong, maka pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Ubud tidak ada APBD yang keluar,” ungkapnya. 


Most Read

Artikel Terbaru

/