alexametrics
26.5 C
Denpasar
Friday, May 20, 2022

Tiga Hari Jelang Pernikahan, Pria di Bali Gantung Diri

BANGLI, BALI EXPRESS- Seorang pria berinisial IKS,26, bunuh diri tiga hari jelang upacara pernikahannya. Pria asal Desa Pinggan, Kecamatan Kintamani, Bangli itu ditemukan gantung diri di pohon nangka, lahan milik warga depan SMP Negeri 4 Satap Kintamani di desa setempat, Rabu (23/3) pagi.

Kejadian itu pertama kali diketahui oleh seorang siswa di sekolah setempat.  Dalam kondisi kaget, siswa itu menyampaikan ke siswa lainnya, hingga kejadiannya menjadi heboh. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, korban murni meninggal gantung diri.

Kasi Humas Polres Bangli Iptu I Wayan Sarta mengatakan, pihak keluarga korban tidak berkenan jenazah dilakukan otopsi guna pemeriksaan lebih lanjut. Pihak keluarga telah mengikhlaskan dan menganggap kejadian itu sebagai sebuah musibah. “Diduga korban depresi dan beban untuk mempersiapkan upacara pernikahannya yang semakin mendekat namun persiapan belum maksimal,” kata Sarta.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, Sarta menuturkan bahwa sehari sebelum ditemukan meninggal dunia, korban sempat rembug dengan keluarganya terkait upacara pernikahan yang tinggal tiga hari. Selanjutnya tidur bersama calon istrinya. Ternyata saat calon istrinya terbangun, Rabu sekitar pukul 04.00, tidak mendapati calon suaminya.

Sempat dihubungi melalui sambungan telepon, tapi tidak ada respon, lalu dia pulang ke rumahnya untuk mengecek korban.  Tak berselang lama, dia mendapat kabar duka bahwa calon suaminya meninggal dunia gantung diri.

Dikonfirmasi terpisah, Bendesa Adat Pinggan I Made Seden tak menampik kejadian itu. Seden tidak berani memastikan motif warganya mengakhiri hidup dengan cara gantung diri, sebab setahu Seden, tidak masalah jelang pernikahan. Selama ini, IKS juga dikenal suka bercanda.

Disinggung terkait upacara pernikahan yang akan berlangsung Sabtu (26/3), Seden mengatakan tahapan sudah berjalan. Selasa (22/3) telah  berlangsung upasaksi, salah satu rangkaian pernikahan. Sehingga upacara selanjutnya akan tetap berjalan, tanpa mempelai pria, dan mencari dewasa ayu (hari baik) lagi. Tidak bisa dilangsungkan Sabtu ini lantaran masih berduka, dan keluarga korban masih cuntaka. “Cari dewasa lagi,” kata Seden. (wan)


BANGLI, BALI EXPRESS- Seorang pria berinisial IKS,26, bunuh diri tiga hari jelang upacara pernikahannya. Pria asal Desa Pinggan, Kecamatan Kintamani, Bangli itu ditemukan gantung diri di pohon nangka, lahan milik warga depan SMP Negeri 4 Satap Kintamani di desa setempat, Rabu (23/3) pagi.

Kejadian itu pertama kali diketahui oleh seorang siswa di sekolah setempat.  Dalam kondisi kaget, siswa itu menyampaikan ke siswa lainnya, hingga kejadiannya menjadi heboh. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, korban murni meninggal gantung diri.

Kasi Humas Polres Bangli Iptu I Wayan Sarta mengatakan, pihak keluarga korban tidak berkenan jenazah dilakukan otopsi guna pemeriksaan lebih lanjut. Pihak keluarga telah mengikhlaskan dan menganggap kejadian itu sebagai sebuah musibah. “Diduga korban depresi dan beban untuk mempersiapkan upacara pernikahannya yang semakin mendekat namun persiapan belum maksimal,” kata Sarta.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, Sarta menuturkan bahwa sehari sebelum ditemukan meninggal dunia, korban sempat rembug dengan keluarganya terkait upacara pernikahan yang tinggal tiga hari. Selanjutnya tidur bersama calon istrinya. Ternyata saat calon istrinya terbangun, Rabu sekitar pukul 04.00, tidak mendapati calon suaminya.

Sempat dihubungi melalui sambungan telepon, tapi tidak ada respon, lalu dia pulang ke rumahnya untuk mengecek korban.  Tak berselang lama, dia mendapat kabar duka bahwa calon suaminya meninggal dunia gantung diri.

Dikonfirmasi terpisah, Bendesa Adat Pinggan I Made Seden tak menampik kejadian itu. Seden tidak berani memastikan motif warganya mengakhiri hidup dengan cara gantung diri, sebab setahu Seden, tidak masalah jelang pernikahan. Selama ini, IKS juga dikenal suka bercanda.

Disinggung terkait upacara pernikahan yang akan berlangsung Sabtu (26/3), Seden mengatakan tahapan sudah berjalan. Selasa (22/3) telah  berlangsung upasaksi, salah satu rangkaian pernikahan. Sehingga upacara selanjutnya akan tetap berjalan, tanpa mempelai pria, dan mencari dewasa ayu (hari baik) lagi. Tidak bisa dilangsungkan Sabtu ini lantaran masih berduka, dan keluarga korban masih cuntaka. “Cari dewasa lagi,” kata Seden. (wan)


Most Read

Artikel Terbaru

/