alexametrics
27.6 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Jasa Rapid Test Bermunculan di Badung, Diskes Siap Tertibkan

MANGUPURA, BALI ESPRESS – Di tengah pandemi Covid-19, jasa pelayanan rapid test antigen bermunculan di Badung. Beberapa jasa tersebut dapat ditemukan di sepanjang jalan menuju Bandara Internasional Ngurah Rai, yakni Jalan Bypass I Gusti Ngurah Rai. Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Badung  dr. Nyoman Gunarta  saat dikonfirmasi tak menampik munculnya sejumlah layanan jasa rapid test tersebut.

Melihat kondisi ini, Dinas Kesehatan Badung berencana melakukan penertiban. Sebab untuk membuka layanan tersebut harus sesuai aturan dan telah berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 Badung. “Kami berbekal dengan Permenkes dan SE Menteri Kesehatan akan lakukan penertiban agar  mereka memberikan layanan (rapid test antigen) sesuai dengan aturan dan  masyarakat nanti dirugikan, ” ujar dr. Gunarta, Kamis (22/4).

Baca Juga :  Periode September 2021 Bandara Ngurah Rai Layani 234 Ribu Penumpang

Pihaknya menuturkan, setidaknya para penyedia jasa rapid test tersebut berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 Badung. Hal tersebut dikarenakan membuka layanan rapid tes harus mengikuti aturan dari Permenkes. Ia pun mempertanyakan apabila hasil rapid test antigen ternyata positif, seperti apa tindak lanjut dari pihak penyedia jasa. “Kalau sudah melapor dan sudah kami tunjuk untuk melaksanakan layanan rapid test antigen, kan bisa menghubungi kami untuk tindak lanjut kalau ada pasien positif. Kalau misalnya liar kan masyarakat juga nanti bingung kemana harus dibawa kalau ada yang misalnya positif,” jelasnya.

Mantan direktur RSD Mangusada ini juga menambahkan, masih banyak persyaratan lain harus sesuai dengan Permenkes. Seperti penanganan limbah medisnya, alat-alat yang digunakan, jenis rapid test, dan tenaga yang mengambil sampel rapid test juga harus sudah terlatih. “Semua ketentuan pelaksanaan rapid test antigen sudah ada di Permenkes dan SE Menteri Kesehatan,” paparnya.

Baca Juga :  Beraksi di 23 TKP di Badung, Polisi Bekuk Pencuri Spesial Sekolah

Birokrat asal Sibang Gede, Kecamatan Abiansemal ini juga mengungkapkan dalam waktu dekat akan melakukan pemeriksaan ke sejumlah layanan rapid test antigen. “Kami sudah melihat beberapa muncul, pasti ada penertiban untuk mengetahui perizinannya, pola penanganannya sesuai dengan aturan atau tidak. Kalau misalnya tidak sesuai tentu kami langsung tertibkan. Segera kami akan bergerak, karena vaksinasi sudah 95 persen kami lakukan,” pungkasnya. (esa)


MANGUPURA, BALI ESPRESS – Di tengah pandemi Covid-19, jasa pelayanan rapid test antigen bermunculan di Badung. Beberapa jasa tersebut dapat ditemukan di sepanjang jalan menuju Bandara Internasional Ngurah Rai, yakni Jalan Bypass I Gusti Ngurah Rai. Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Badung  dr. Nyoman Gunarta  saat dikonfirmasi tak menampik munculnya sejumlah layanan jasa rapid test tersebut.

Melihat kondisi ini, Dinas Kesehatan Badung berencana melakukan penertiban. Sebab untuk membuka layanan tersebut harus sesuai aturan dan telah berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 Badung. “Kami berbekal dengan Permenkes dan SE Menteri Kesehatan akan lakukan penertiban agar  mereka memberikan layanan (rapid test antigen) sesuai dengan aturan dan  masyarakat nanti dirugikan, ” ujar dr. Gunarta, Kamis (22/4).

Baca Juga :  Dewi Pradewi Diusir, Pemkab Badung Panggil Satpam

Pihaknya menuturkan, setidaknya para penyedia jasa rapid test tersebut berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 Badung. Hal tersebut dikarenakan membuka layanan rapid tes harus mengikuti aturan dari Permenkes. Ia pun mempertanyakan apabila hasil rapid test antigen ternyata positif, seperti apa tindak lanjut dari pihak penyedia jasa. “Kalau sudah melapor dan sudah kami tunjuk untuk melaksanakan layanan rapid test antigen, kan bisa menghubungi kami untuk tindak lanjut kalau ada pasien positif. Kalau misalnya liar kan masyarakat juga nanti bingung kemana harus dibawa kalau ada yang misalnya positif,” jelasnya.

Mantan direktur RSD Mangusada ini juga menambahkan, masih banyak persyaratan lain harus sesuai dengan Permenkes. Seperti penanganan limbah medisnya, alat-alat yang digunakan, jenis rapid test, dan tenaga yang mengambil sampel rapid test juga harus sudah terlatih. “Semua ketentuan pelaksanaan rapid test antigen sudah ada di Permenkes dan SE Menteri Kesehatan,” paparnya.

Baca Juga :  Antar Keluarga ke Terminal Ubung, Dikira Travel Gelap, Dianiaya

Birokrat asal Sibang Gede, Kecamatan Abiansemal ini juga mengungkapkan dalam waktu dekat akan melakukan pemeriksaan ke sejumlah layanan rapid test antigen. “Kami sudah melihat beberapa muncul, pasti ada penertiban untuk mengetahui perizinannya, pola penanganannya sesuai dengan aturan atau tidak. Kalau misalnya tidak sesuai tentu kami langsung tertibkan. Segera kami akan bergerak, karena vaksinasi sudah 95 persen kami lakukan,” pungkasnya. (esa)


Most Read

Artikel Terbaru

/