alexametrics
26.8 C
Denpasar
Sunday, July 3, 2022

Sambut Hardiknas

MGMP Bahasa Bali SMA Gelar Webinar Tata Bahasa dan Aksara Bali

SINGARAJA, BALI EXPRESS –Ratusan peserta dari berbagai kalangan, seperti guru, penyuluh Bahasa Bali, mahasiswa dosen dan masyarakat mengikuti webinar yang diselenggarakan secara daring oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Bali SMA Kabupaten Buleleng. Webinar diselenggarakan serangkaian menyambut Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2022.

Acara dibuka langsung oleh Ketua MKPS Kabupaten Buleleng Disdikpora Provinsi Bali Putu Arimbawa, Kamis (19/5) kemarin. Webinar menghadirkan dua narasumber yaitu I Gede Nala Antara, selaku Anggota Lembaga Bahasa Aksara dan Sastra Bali Provinsi Bali dan Putu Eka Guna Yasa, selaku dosen Sastra Bali Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana.

Ketua Panitia Kegiatan Ni Luh Putu Dita Andayani menjelaskan, webinar ini merupakan salah satu program kerja MGMP Bahasa Bali yang dilaksanakan secara berkelanjutan dalam rangka meningkatkan kompetensi guru mata pelajaran Bahasa Bali. Sehngga permasalahan yang ada terkait bahasa dan aksara di masyarakat bisa didiskusikan dan dicarikan jalan keluar.

Ketua MGMP Bahasa Bali SMA Kabupaten Buleleng I Kadek Mustika, mengatakan bahwa MGMP Bahasa Bali SMA Kabupaten Buleleng selama ini sudah melaksanakan beberapa program dalam rangka peningkatan kompetensi, khususnya kompetensi pedagogik dan profesional tanpa mengesampingkan kompetensi kepribadian dan sosial.

Mulai dari pembuatan konten pembelajaran dari masing-masing guru, rembug sastra dan pesantian di Pura Agung Jagatnatha Buleleng, workshop penyusunan perangkat pembelajaran, dan juga webinar yang dilaksanakan secara berkelanjutan.

MGMP Bahasa Bali sebut Mustika sangat mendukung implementasi Pergub Bali No 80 Tahun 2018 tentang Perlindungan dan Penggunaan Bahasa Aksara dan Sastra Bali serta Penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali.

“Webinar ini kami laksanakan dalam rangka untuk terus meningkatkan kompetensi kami sebagai guru Bahasa Bali sekaligus memfasilitasi pertanyaan-pertanyaan di masyarakat untuk dicarikan jawaban atau solusi ”, ujarnya.

Sementara itu, Putu Arimbawa mengapresiasi upaya-upaya yang sudah dilakukan oleh MGMP Bahasa Bali SMA Kabupaten Buleleng, khususnya dalam mendukung program pemerintah daerah. MGMP diharapkan selalu melakukan penyelarasan dengan kebijakan Pemprov Bali karena pelajaran Bahasa Bali termasuk dalam Muatan Lokal.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan webinar ini dan semoga terus dilaksanakan secara konsisten dalam rangka menambah wawasan dan meningkatkan kompetensi guru. MGMP harus terus melakukan inovasi, baik menyangkut pendidikan maupun konten Bahasa aksara dan sastra Bali sehingga mampu memberikan layanan pendidikan yang berkualitas di masing-masing sekolah”, ujarnya.

Di sisi lain, Narasumber Putu Eka Guna Yasa, menyebut permasalahan yang muncul dalam tata bahasa Bali diakuinya dikarenakan beberapa faktor. Seperti masalah dialek yang berpengaruh pada penulisan, perbedaan referensi, dan pengaruh bahasa asing yang menyebabkan adanya interferensi.

“Masyarakat harus peduli dan peka dengan kesalahan-kesalahan sehingga bisa segera ditindaklanjuti, dan terus belajar menggunakan bahasa Bali lebih intensif sesuai fungsinya,” ajaknya.

Sementara itu, Narasumber I Gede Nala Antara menyebutkan dalam penulisan aksara Bali, sangat penting mengetahui aturan atau uger-uger dan juga asal-usul dari kata tersebut karena akan berpengaruh dalam penulisan.

“Banyaknya masalah di lapangan berkaitan dengan bahasa dan aksara sebenarnya sudah perlu adanya Pasamuhan Bahasa Bali, sehingga nantinya bisa disepakati bersama dan melahirkan keputusan mengenai penulisan bahasa Bali, baik dengan aksara Latin dan aksara Bali,” singkatnya.

 

 






Reporter: I Putu Mardika

SINGARAJA, BALI EXPRESS –Ratusan peserta dari berbagai kalangan, seperti guru, penyuluh Bahasa Bali, mahasiswa dosen dan masyarakat mengikuti webinar yang diselenggarakan secara daring oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Bali SMA Kabupaten Buleleng. Webinar diselenggarakan serangkaian menyambut Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2022.

Acara dibuka langsung oleh Ketua MKPS Kabupaten Buleleng Disdikpora Provinsi Bali Putu Arimbawa, Kamis (19/5) kemarin. Webinar menghadirkan dua narasumber yaitu I Gede Nala Antara, selaku Anggota Lembaga Bahasa Aksara dan Sastra Bali Provinsi Bali dan Putu Eka Guna Yasa, selaku dosen Sastra Bali Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana.

Ketua Panitia Kegiatan Ni Luh Putu Dita Andayani menjelaskan, webinar ini merupakan salah satu program kerja MGMP Bahasa Bali yang dilaksanakan secara berkelanjutan dalam rangka meningkatkan kompetensi guru mata pelajaran Bahasa Bali. Sehngga permasalahan yang ada terkait bahasa dan aksara di masyarakat bisa didiskusikan dan dicarikan jalan keluar.

Ketua MGMP Bahasa Bali SMA Kabupaten Buleleng I Kadek Mustika, mengatakan bahwa MGMP Bahasa Bali SMA Kabupaten Buleleng selama ini sudah melaksanakan beberapa program dalam rangka peningkatan kompetensi, khususnya kompetensi pedagogik dan profesional tanpa mengesampingkan kompetensi kepribadian dan sosial.

Mulai dari pembuatan konten pembelajaran dari masing-masing guru, rembug sastra dan pesantian di Pura Agung Jagatnatha Buleleng, workshop penyusunan perangkat pembelajaran, dan juga webinar yang dilaksanakan secara berkelanjutan.

MGMP Bahasa Bali sebut Mustika sangat mendukung implementasi Pergub Bali No 80 Tahun 2018 tentang Perlindungan dan Penggunaan Bahasa Aksara dan Sastra Bali serta Penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali.

“Webinar ini kami laksanakan dalam rangka untuk terus meningkatkan kompetensi kami sebagai guru Bahasa Bali sekaligus memfasilitasi pertanyaan-pertanyaan di masyarakat untuk dicarikan jawaban atau solusi ”, ujarnya.

Sementara itu, Putu Arimbawa mengapresiasi upaya-upaya yang sudah dilakukan oleh MGMP Bahasa Bali SMA Kabupaten Buleleng, khususnya dalam mendukung program pemerintah daerah. MGMP diharapkan selalu melakukan penyelarasan dengan kebijakan Pemprov Bali karena pelajaran Bahasa Bali termasuk dalam Muatan Lokal.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan webinar ini dan semoga terus dilaksanakan secara konsisten dalam rangka menambah wawasan dan meningkatkan kompetensi guru. MGMP harus terus melakukan inovasi, baik menyangkut pendidikan maupun konten Bahasa aksara dan sastra Bali sehingga mampu memberikan layanan pendidikan yang berkualitas di masing-masing sekolah”, ujarnya.

Di sisi lain, Narasumber Putu Eka Guna Yasa, menyebut permasalahan yang muncul dalam tata bahasa Bali diakuinya dikarenakan beberapa faktor. Seperti masalah dialek yang berpengaruh pada penulisan, perbedaan referensi, dan pengaruh bahasa asing yang menyebabkan adanya interferensi.

“Masyarakat harus peduli dan peka dengan kesalahan-kesalahan sehingga bisa segera ditindaklanjuti, dan terus belajar menggunakan bahasa Bali lebih intensif sesuai fungsinya,” ajaknya.

Sementara itu, Narasumber I Gede Nala Antara menyebutkan dalam penulisan aksara Bali, sangat penting mengetahui aturan atau uger-uger dan juga asal-usul dari kata tersebut karena akan berpengaruh dalam penulisan.

“Banyaknya masalah di lapangan berkaitan dengan bahasa dan aksara sebenarnya sudah perlu adanya Pasamuhan Bahasa Bali, sehingga nantinya bisa disepakati bersama dan melahirkan keputusan mengenai penulisan bahasa Bali, baik dengan aksara Latin dan aksara Bali,” singkatnya.

 

 






Reporter: I Putu Mardika

Most Read

Artikel Terbaru

/