alexametrics
27.8 C
Denpasar
Monday, June 27, 2022

Tolak Dakwaan, Mantan Bupati Eka Minta Jangan Dikaitkan dengan Partai

DENPASAR, BALI EXPRESS-Sidang kasus korupsi Dana Insentif Daerah (DID) dengan terdakwa mantan Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, Kamis (23/6) dilanjutkan dengan agenda tanggapan atas dakwaan penuntut umum dari KPK (eksepsi). Dalam eksepsinya setebal 19 halaman, tim penasihat hukum Wiryastuti yang dikoordinatori, I Gede Wija Kusuma menyebut dakwaan penuntut umum salah orang (error in persona). Alasannya, posisi Dewa Wiratmaja yang kini juga berstatus terdakwa (berkas terpisah)  adalah staf ahli yang sifat kerjanya koordinatif.

Disebutkan, Dewa Wiratmaja sebagai stafsus bidang keuangan memiliki tugas melakukan koodinasi dengan organisasi perangkat daerah. “Dewa Wiratmaja disuruh koordinasi dengan sejumlah OPD, jadi kalau dalam proses koodinasi itu ada tindak pidana maka tidak bisa dibebankan kepada pemberi koodinasi,” ucap Wija Kusuma.

Wija Kusuma didampingi Warsa T. Bhuwana dkk menyatakan berbahaya jika kesalahan koodinasi yang dilakukan staf juga dibebankan kepada atasan. Selain itu dalam eksepsinya penasehat hukum menyoroti soal dakwaan yang menyebutkan bahwa Eka Wiryastuti secara bersama-sama dengan Dewa Wiratmaja melakukan penyuapan. “Jelas error in persona, jaksa tidak bisa menunjukan dimana terjadinya dan berapa suapnya. Locus dan tempusnya tidak terperinci,” ucap Wija Kusuma.

Karena itu atas dasar tesebut, tim penasihat hukum Wiryastuti meminta kepada majelis hakim untuk memutuskan dakwaan jaksa penuntut umum dibatalkan demi hukum. “Kami tim penasehat hukum meminta kepada majelis hakim untuk memerintahkan terdakwa agar dibebaskan dan dikeluarkan dari tahanan serta memulihkan harkat dan martabat serta nama baik terdakwa,” harap Wija Kusuma.

Sementara itu, Eka Wiryastuti pada wartawan usai keluar ruang sidang meminta dirinya tidak dikaitkan dengan partai. Putri pertama politisi PDIP Nyoman Adi Wiryatama ini mengaku tengah berjuang, karena itu ia minta dalam kasus ini tidak dipelintir. “Ini masalah saya pribadi, saya tengah berjuang tolong jangan dipelintir,”ucap Wiryastuti. 

 






Reporter: Suharnanto

DENPASAR, BALI EXPRESS-Sidang kasus korupsi Dana Insentif Daerah (DID) dengan terdakwa mantan Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, Kamis (23/6) dilanjutkan dengan agenda tanggapan atas dakwaan penuntut umum dari KPK (eksepsi). Dalam eksepsinya setebal 19 halaman, tim penasihat hukum Wiryastuti yang dikoordinatori, I Gede Wija Kusuma menyebut dakwaan penuntut umum salah orang (error in persona). Alasannya, posisi Dewa Wiratmaja yang kini juga berstatus terdakwa (berkas terpisah)  adalah staf ahli yang sifat kerjanya koordinatif.

Disebutkan, Dewa Wiratmaja sebagai stafsus bidang keuangan memiliki tugas melakukan koodinasi dengan organisasi perangkat daerah. “Dewa Wiratmaja disuruh koordinasi dengan sejumlah OPD, jadi kalau dalam proses koodinasi itu ada tindak pidana maka tidak bisa dibebankan kepada pemberi koodinasi,” ucap Wija Kusuma.

Wija Kusuma didampingi Warsa T. Bhuwana dkk menyatakan berbahaya jika kesalahan koodinasi yang dilakukan staf juga dibebankan kepada atasan. Selain itu dalam eksepsinya penasehat hukum menyoroti soal dakwaan yang menyebutkan bahwa Eka Wiryastuti secara bersama-sama dengan Dewa Wiratmaja melakukan penyuapan. “Jelas error in persona, jaksa tidak bisa menunjukan dimana terjadinya dan berapa suapnya. Locus dan tempusnya tidak terperinci,” ucap Wija Kusuma.

Karena itu atas dasar tesebut, tim penasihat hukum Wiryastuti meminta kepada majelis hakim untuk memutuskan dakwaan jaksa penuntut umum dibatalkan demi hukum. “Kami tim penasehat hukum meminta kepada majelis hakim untuk memerintahkan terdakwa agar dibebaskan dan dikeluarkan dari tahanan serta memulihkan harkat dan martabat serta nama baik terdakwa,” harap Wija Kusuma.

Sementara itu, Eka Wiryastuti pada wartawan usai keluar ruang sidang meminta dirinya tidak dikaitkan dengan partai. Putri pertama politisi PDIP Nyoman Adi Wiryatama ini mengaku tengah berjuang, karena itu ia minta dalam kasus ini tidak dipelintir. “Ini masalah saya pribadi, saya tengah berjuang tolong jangan dipelintir,”ucap Wiryastuti. 

 






Reporter: Suharnanto

Most Read

Artikel Terbaru

/