alexametrics
29.8 C
Denpasar
Friday, May 20, 2022

Upaya Niskala Berperan Atasi Covid-19 di Jembrana  

NEGARA, BALI EXPRESS – Keberhasilan Pemerintah Kabupaten Jembrana dalam penanganan penyebaran Covid-19 diapresiasi Pemerintah Pusat dalam bentuk bantuan Dana Insentif Daerah (DID) tambahan sebesar Rp 14,9 miliar.

Keberhasilan penanganan Covid-19 di Jembrana, tidak terlepas dari peranan semua pihak, yakni Pemkab Jembrana, TNI dan Polri serta OPD terkait yang terlibat dalam GTPP (Gugus Tugas Percepatan Penanganan) Covid-19, DPRD Jembrana. Juga BUMN maupun pihak swasta, dan seluruh masyarakat Jembrana. “Keberhasilan ini berkat upaya dari semua pihak yang bahu-membahu dalam mencegah penyebaran dan penanganan Covid-19,” ujar Ketua Komisi I DPRD Jembrana, Ida Bagus Susrama, Kamis (23/7).

Upaya yang dilakukan selama ini, baik itu secara skala maupun niskala, lanjut Susrama, terbukti dapat mencegah penyebaran virus ini di Jembrana. Secara skala ia mencontohkan seperti penerapan sosial distancing, pemakaian masker, edukasi pola hidup sehat dengan rajin cuci tangan, serta kecepatan penanganan dari petugas terkait terhadap warga yang reaktif rapid maupun terkonfirmasi Covid.

Sedangkan dari sisi niskala juga tak kalah penting dalam upaya penanganan virus ini. Susrama sangat mengapresiasi dengan telah dilaksanakannya Upacara Laba Tulus sebanyak tiga kali oleh Pemkab Jembrana. Yakni Upacara Pamahayu Jagat Laba Tulus Wana Kertih pada  8 Juni, Upacara Pamahayu Jagat Laba Tulus Segara Kertih pada 13 Juni, dan terakhir Upacara Pamahayu Jagat Laba Tulus Bhuana Kertih yang dipusatkan di Catus Pata Gelung Kori di Gilimanuk pada 18 Juni lalu. Upacara itu juga atas saran pendapat dari DPRD Jembrana, termasuk ia sendiri yang juga membidangi agama, adat, dan budaya.

“Upacara Laba Tulus untuk  memberikan laba (persembahan) langsung kepada virus yang juga sesama makhluk hidup dengan harapan kedamaian (perdamaian). Semua upacara dilaksanakan di Gilimanuk sebagai pintu masuk Bali,” ungkapanya.

Pihaknya menilai ada yang luar biasa dalam penanganan pandemi Covid-19 di Kabupaten Jembrana. Karena dilakukan menyatu, baik secara skala maupun niskala. Selain itu, apresiasi juga patut diberikan kepada PHDI, jajaran adat, FKUB, dan juga seluruh awak media yang turut serta dalam menginformasikan kepada masyarakat terkait penanganan pendemi Covid-19 selama ini di Jembrana.


NEGARA, BALI EXPRESS – Keberhasilan Pemerintah Kabupaten Jembrana dalam penanganan penyebaran Covid-19 diapresiasi Pemerintah Pusat dalam bentuk bantuan Dana Insentif Daerah (DID) tambahan sebesar Rp 14,9 miliar.

Keberhasilan penanganan Covid-19 di Jembrana, tidak terlepas dari peranan semua pihak, yakni Pemkab Jembrana, TNI dan Polri serta OPD terkait yang terlibat dalam GTPP (Gugus Tugas Percepatan Penanganan) Covid-19, DPRD Jembrana. Juga BUMN maupun pihak swasta, dan seluruh masyarakat Jembrana. “Keberhasilan ini berkat upaya dari semua pihak yang bahu-membahu dalam mencegah penyebaran dan penanganan Covid-19,” ujar Ketua Komisi I DPRD Jembrana, Ida Bagus Susrama, Kamis (23/7).

Upaya yang dilakukan selama ini, baik itu secara skala maupun niskala, lanjut Susrama, terbukti dapat mencegah penyebaran virus ini di Jembrana. Secara skala ia mencontohkan seperti penerapan sosial distancing, pemakaian masker, edukasi pola hidup sehat dengan rajin cuci tangan, serta kecepatan penanganan dari petugas terkait terhadap warga yang reaktif rapid maupun terkonfirmasi Covid.

Sedangkan dari sisi niskala juga tak kalah penting dalam upaya penanganan virus ini. Susrama sangat mengapresiasi dengan telah dilaksanakannya Upacara Laba Tulus sebanyak tiga kali oleh Pemkab Jembrana. Yakni Upacara Pamahayu Jagat Laba Tulus Wana Kertih pada  8 Juni, Upacara Pamahayu Jagat Laba Tulus Segara Kertih pada 13 Juni, dan terakhir Upacara Pamahayu Jagat Laba Tulus Bhuana Kertih yang dipusatkan di Catus Pata Gelung Kori di Gilimanuk pada 18 Juni lalu. Upacara itu juga atas saran pendapat dari DPRD Jembrana, termasuk ia sendiri yang juga membidangi agama, adat, dan budaya.

“Upacara Laba Tulus untuk  memberikan laba (persembahan) langsung kepada virus yang juga sesama makhluk hidup dengan harapan kedamaian (perdamaian). Semua upacara dilaksanakan di Gilimanuk sebagai pintu masuk Bali,” ungkapanya.

Pihaknya menilai ada yang luar biasa dalam penanganan pandemi Covid-19 di Kabupaten Jembrana. Karena dilakukan menyatu, baik secara skala maupun niskala. Selain itu, apresiasi juga patut diberikan kepada PHDI, jajaran adat, FKUB, dan juga seluruh awak media yang turut serta dalam menginformasikan kepada masyarakat terkait penanganan pendemi Covid-19 selama ini di Jembrana.


Most Read

Artikel Terbaru

/