alexametrics
27.6 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Unwar Gelar Pengabdian Masyarakat, Edukasi Lestarikan Budaya Bali

DENPASAR, BALI EXPRESS –Universitas Warmadewa (Unwar) menggelar Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) tahun 2022. Dalam pengabdian tersebut dimanfaatkan untuk mengedukasi agar dilakukannya pelestarian budaya Bali dan tata kelola perekonomian yang baik.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Pelaksana PkM, Anak Agung Gde Krisna Paramita, M.Pd, Jumat (22/7).  “Dalam pengabdian ini kami melibatkan pakar-pakar pramuwisata. Peserta yang hadir secara offline berjumlah 20 orang, termasuk ada yang dari Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Bali,” jelasnya.

” Nantinya diharapkan adanya perubahan, yang merupakan suatu hal yang hakiki dalam dinamika masyarakat dan kebudayaan. Karena sesuatu yang tak terbantahkan, bahwa perubahan merupakan suatu fenomena yang selalu mewarnai perjalanan sejarah setiap masyarakat dan kebudayaannya,” imbuh Agung Krisna.

Baca Juga :  Tekan Kebocoran, Dewan Karangasem Dukung Pos Portal di Perbatasan

Pria yang juga sebagai dosen di Universitas Warmadewa ini mengatakan, masyarakat dan kebudayaan Bali bukanlah suatu perkecualian dalam hal ini. Dari sekian ribu pulau yang ada di Nusantara ini, Bali merupakan salah satu pulau kecil diantaranya.

Dengan wilayah yang relatif kecil, lanjutnya, Pulau Bali menjadi sorotan destinasi wisata dunia yang selalu diposisikan istimewa dengan keindahan alam dan sistem seni budaya yang adi luhung. Sehingga dalam hal ini juga ditekankan pelestarian budaya Bali untuk tata kelola perekonomian yang baik kedepannya.

“Perkembangan pariwisata yang didukung oleh kemajuan teknologi yang canggih menjadi media yang menguntungkan bagi agen yang menjadikan Bali sebagai destinasi wisata dunia dengan konstruk sistem budayanya,” tegas pria asli Gianyar ini.

Baca Juga :  Babinsa Bangli Edukasi Prokes Secara Humanis

Akan tetapi terlepas dari kemajuan perkembangan wisata yang terjadi sekarang ini, dia menyebutkan banyak pengaruh kebudayaan luar yang masuk ke Bali. Bahkan, ikut menampilkan diri mencari panggung untuk pentas dan memperkenalkan kebudayaan. Hal tersebut merupakan dampak atau konsekuensi budaya pariwisata, sehingga kebudayaan Bali harus tetap dipertahankan.

 






Reporter: Putu Agus Adegrantika

DENPASAR, BALI EXPRESS –Universitas Warmadewa (Unwar) menggelar Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) tahun 2022. Dalam pengabdian tersebut dimanfaatkan untuk mengedukasi agar dilakukannya pelestarian budaya Bali dan tata kelola perekonomian yang baik.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Pelaksana PkM, Anak Agung Gde Krisna Paramita, M.Pd, Jumat (22/7).  “Dalam pengabdian ini kami melibatkan pakar-pakar pramuwisata. Peserta yang hadir secara offline berjumlah 20 orang, termasuk ada yang dari Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Bali,” jelasnya.

” Nantinya diharapkan adanya perubahan, yang merupakan suatu hal yang hakiki dalam dinamika masyarakat dan kebudayaan. Karena sesuatu yang tak terbantahkan, bahwa perubahan merupakan suatu fenomena yang selalu mewarnai perjalanan sejarah setiap masyarakat dan kebudayaannya,” imbuh Agung Krisna.

Baca Juga :  Kelurahan Ubung Gelar Patroli Wilayah, Tingkatkan Disiplin Prokes

Pria yang juga sebagai dosen di Universitas Warmadewa ini mengatakan, masyarakat dan kebudayaan Bali bukanlah suatu perkecualian dalam hal ini. Dari sekian ribu pulau yang ada di Nusantara ini, Bali merupakan salah satu pulau kecil diantaranya.

Dengan wilayah yang relatif kecil, lanjutnya, Pulau Bali menjadi sorotan destinasi wisata dunia yang selalu diposisikan istimewa dengan keindahan alam dan sistem seni budaya yang adi luhung. Sehingga dalam hal ini juga ditekankan pelestarian budaya Bali untuk tata kelola perekonomian yang baik kedepannya.

“Perkembangan pariwisata yang didukung oleh kemajuan teknologi yang canggih menjadi media yang menguntungkan bagi agen yang menjadikan Bali sebagai destinasi wisata dunia dengan konstruk sistem budayanya,” tegas pria asli Gianyar ini.

Baca Juga :  Akademisi Unwar Perkenalkan Pakan Fermentasi Berbahan Dedak

Akan tetapi terlepas dari kemajuan perkembangan wisata yang terjadi sekarang ini, dia menyebutkan banyak pengaruh kebudayaan luar yang masuk ke Bali. Bahkan, ikut menampilkan diri mencari panggung untuk pentas dan memperkenalkan kebudayaan. Hal tersebut merupakan dampak atau konsekuensi budaya pariwisata, sehingga kebudayaan Bali harus tetap dipertahankan.

 






Reporter: Putu Agus Adegrantika

Most Read

Artikel Terbaru

/