alexametrics
27.6 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Komnas Minta Usut Kasus Eksploitasi Anak di Buleleng

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait meminta polisi mengusut motif kasus eksploitasi anak yang terjadi di Buleleng.

Diketahui, salah satu warga Buleleng, beinisial KN (16) menjadi korban eksploitasi salah satu partai politik di Buleleng. KN yang menjadi korban tabrak lari beberapa waktu lalu dan kini mengalami depresi yang semakin serius.

Karena itu, Komnas Perlindungan Anak meminta Polres Buleleng segera menindaklanjuti laporan orangtua korban dan menjerat pelaku dengan ketentuan UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan kedua atas UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman 5 tahun penjara. Hal ini disampaikan Arist Merdeka Sirait kepada media melalui rilis.

Baca Juga :  Nyetir Sambil Jaga Anak, Pikap Tabrak Pohon Perindang

Selanjutnya, Komnas Perlindungan Anak akan berkordinasi dengan Dinas PPPA Kabupaten Buleleng Bali untuk memberikan layanan phikososial terapy kepada korban. Arist memaparkan, hal ini bertujuan memberikan layanan medis dan non-medis secara khusus untuk pemulihan trauma dan depresi korban.

”Dalam peristiwa ini seyogianya pemerintah daerah hadir memberikan layanan sosisal bagi korban. Pemerintah tidak boleh diam. Pemerintah wajib melindungi warganya dari segala bentuk eksploitasi, termasuk eksploitasi politik,” kata Arist

Ia juga menyerukan agar Polres Buleleng menjamin laporan masyarakat yang dirugikan untuk ditindaklanjuti. “Namun saya percaya bahwa dalam waktu tidak terlalu lama Polres Buleleng mampu mengungkap motif dari kejadian tersebut,” tandas Arist.


SINGARAJA, BALI EXPRESS – Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait meminta polisi mengusut motif kasus eksploitasi anak yang terjadi di Buleleng.

Diketahui, salah satu warga Buleleng, beinisial KN (16) menjadi korban eksploitasi salah satu partai politik di Buleleng. KN yang menjadi korban tabrak lari beberapa waktu lalu dan kini mengalami depresi yang semakin serius.

Karena itu, Komnas Perlindungan Anak meminta Polres Buleleng segera menindaklanjuti laporan orangtua korban dan menjerat pelaku dengan ketentuan UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan kedua atas UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman 5 tahun penjara. Hal ini disampaikan Arist Merdeka Sirait kepada media melalui rilis.

Baca Juga :  Pastika Harap Peserta Diklat Bisa Jadi Pemimpin dan Manajer Perubahan

Selanjutnya, Komnas Perlindungan Anak akan berkordinasi dengan Dinas PPPA Kabupaten Buleleng Bali untuk memberikan layanan phikososial terapy kepada korban. Arist memaparkan, hal ini bertujuan memberikan layanan medis dan non-medis secara khusus untuk pemulihan trauma dan depresi korban.

”Dalam peristiwa ini seyogianya pemerintah daerah hadir memberikan layanan sosisal bagi korban. Pemerintah tidak boleh diam. Pemerintah wajib melindungi warganya dari segala bentuk eksploitasi, termasuk eksploitasi politik,” kata Arist

Ia juga menyerukan agar Polres Buleleng menjamin laporan masyarakat yang dirugikan untuk ditindaklanjuti. “Namun saya percaya bahwa dalam waktu tidak terlalu lama Polres Buleleng mampu mengungkap motif dari kejadian tersebut,” tandas Arist.


Most Read

Artikel Terbaru

/