alexametrics
27.6 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Warga Ingin Berlanjut, Plastic Exchange Digelar di Sukawati

GIANYAR, BALI EXPRESS – Kegiatan tukar sampah plastik menjadi beras, atau disebut dengan plastic exchange digelar di wilayah Desa Sukawati, Gianyar. 

Acara yang digelar di dua banjar, yakni Banjar Tameng dan Banjar Dlodpangkung, Desa Sukawati, Kecamatan Sukawati, Gianyar, Sabtu (22/8), terkumpul sebanyak 515 kilogram sampah plastik. 

Kelihan Dusun Banjar Tameng, Nyoman Gatra, menjelaskan pemilahan sampah plastik yang ditukar dengan beras di masa pandemi Covid-19 ini, sangat bermanfaat.

Ia juga berharap kegiatan serupa dilakukan secara bertahap, dan tidak dilakukan pada momen tertentu saja . “Warga sangat antusias, sejak diumumkan seminggu sebelumnya, warga mulai melakukan pemilahan sampah yang tercampur,,” ungkapnya, Minggu (23/8).

Baca Juga :  Pipa Intake PDAM Denpasar Berisi 25 Meter Kubik Pasir

Dalam kesempatan itu, ia juga mengaku warga yang merasakan manfaat setelah mendapatkan beras, dominan berharap aksi tersebut rutin dilakukan. “Di masa sulit ini, bisa tukar sampah plastik dengan beras sangat disyukuri oleh warga. Mudah-mudahan bisa digelar rutin,” paparnya.

Nyoman Gatra menyampaikan terima kasih kepada pencetus kegiatan, Made Janur Yasa, para relawan dan para donatur yang menyumbangkan beras. “Kami juga mengucapkan terima kasih atas dukungan Anggota DPR RI Nyoman Parta, perbekel serta pihak terkait,” sambungnya.

Kepada warganya, Nyoman Gatra meminta agar pemilahan sampah rutin dilakukan. Terlebih sampah plastik bisa ditabung di Bank Sampah Desa Sukawati. 

Dalam kesempatan tersebut, pencetus ide kegiatan, Made Janur Yasa mengatakan, aksi serupa akan terus berlanjut, yang nantinya akan digelar serentak di Desa Batuan, Kecamatan Sukawati, Minggu (30/8).

Baca Juga :  Pelanggar Jalur Hijau Didenda Rp 10 Juta Dalam Sidang Tipiring

Pria yang memiliki restoran organik di Desa Sayan Ubud itu, juga menyampaikan, sampah plastik yang terkumpul akan langsung diambil oleh pabrik plastik milik warga Desa Batuan, Nyoman Adi Artana untuk dipadatkan. Setelah itu, akan dikirim ke Jawa guna proses daur ulang.


GIANYAR, BALI EXPRESS – Kegiatan tukar sampah plastik menjadi beras, atau disebut dengan plastic exchange digelar di wilayah Desa Sukawati, Gianyar. 

Acara yang digelar di dua banjar, yakni Banjar Tameng dan Banjar Dlodpangkung, Desa Sukawati, Kecamatan Sukawati, Gianyar, Sabtu (22/8), terkumpul sebanyak 515 kilogram sampah plastik. 

Kelihan Dusun Banjar Tameng, Nyoman Gatra, menjelaskan pemilahan sampah plastik yang ditukar dengan beras di masa pandemi Covid-19 ini, sangat bermanfaat.

Ia juga berharap kegiatan serupa dilakukan secara bertahap, dan tidak dilakukan pada momen tertentu saja . “Warga sangat antusias, sejak diumumkan seminggu sebelumnya, warga mulai melakukan pemilahan sampah yang tercampur,,” ungkapnya, Minggu (23/8).

Baca Juga :  Bawaslu Bali Tunggu Payung Hukum, Soal Sanksi Prokes Saat Kampanye

Dalam kesempatan itu, ia juga mengaku warga yang merasakan manfaat setelah mendapatkan beras, dominan berharap aksi tersebut rutin dilakukan. “Di masa sulit ini, bisa tukar sampah plastik dengan beras sangat disyukuri oleh warga. Mudah-mudahan bisa digelar rutin,” paparnya.

Nyoman Gatra menyampaikan terima kasih kepada pencetus kegiatan, Made Janur Yasa, para relawan dan para donatur yang menyumbangkan beras. “Kami juga mengucapkan terima kasih atas dukungan Anggota DPR RI Nyoman Parta, perbekel serta pihak terkait,” sambungnya.

Kepada warganya, Nyoman Gatra meminta agar pemilahan sampah rutin dilakukan. Terlebih sampah plastik bisa ditabung di Bank Sampah Desa Sukawati. 

Dalam kesempatan tersebut, pencetus ide kegiatan, Made Janur Yasa mengatakan, aksi serupa akan terus berlanjut, yang nantinya akan digelar serentak di Desa Batuan, Kecamatan Sukawati, Minggu (30/8).

Baca Juga :  Polsek Sukawati Bekuk Tiga Maling Spesialis Rumah Kosong

Pria yang memiliki restoran organik di Desa Sayan Ubud itu, juga menyampaikan, sampah plastik yang terkumpul akan langsung diambil oleh pabrik plastik milik warga Desa Batuan, Nyoman Adi Artana untuk dipadatkan. Setelah itu, akan dikirim ke Jawa guna proses daur ulang.


Most Read

Artikel Terbaru

/