alexametrics
29.8 C
Denpasar
Tuesday, May 24, 2022

Jelang Musim Penghujan, Perumda TAB Antisipasi Gangguan

TABANAN, BALI EXPRESS – Pemeriksaan dan pemeliharaan rutin saluran pipa tetap menjadi aktivitas utama Perusahaan Daerah Umum Tirta Amerta Buana (Perumda TAB) dalam menjaga layanan distribusi air bersih kepada masyarakat pelanggannya.

 

Aktivitas ini rutin dilakukan. Tidak mengenal musim. Baik di saat kemarau. Atau menjelang musim penghujan yang biasanya diperkirakan akan berlangsung menjelang bulan-bulan di akhir tahun.

 

“Sekarang sudah mulai menginjak September. Biasanya musim hujan dimulai. Meskipun belum bisa dipastikan kapan mulainya. Tetapi kami tetap mengantisipasinya dengan memeriksa dan memelihara jaringan perpipaan,” jelas Kepala Bagian Hubungan Langganan Perumda TAB, Ida Bagus Marjaya Wirata, Senin (23/8).

 

Karena itu, sambungnya, jajaran Perumda TAB pada bagian teknis selalu disiagakan untuk mengantisipasi gangguan yang bisa berdampak pada pelayanan. “Baik itu kebocoran atau kerusakan. Khususnya pada jaringan pipa yang sudah berumur,” sebutnya.

 

Sementara itu, Kasubag Humas Perumda TAB, I Wayan Agus Suanjaya, menjelaskan hampir sebagian besar gangguan disebabkan oleh kebocoran atau kerusakan pada saluran yang sudah tua. Atau akibat bencana alam seperti banjir atau longsor.

 

“Karena itu jajaran kami rutin melakukan pemeriksaan jaringan. Kalau ditemukan yang rusak akan dilakukan perbaikan,” jelasnya.

 

Upaya perbaikan tersebut belum lama ini dilakukan pada saluran pipa transmisi sepuluh di wilayah Riang, Kecamatan Penebel. Dari penelusuran di lokasi tersebut dijumpai dua titik kerusakan.

 

“Hari itu langsung dilakukan perbaikan. Sampai dini hari. Meski perlu waktu juga untuk melakukan normalisasi. Di situ ditemukan ada kebocoran. Selain karena medannya juga cukup sulit dan perbaikan dilakukan pada malam hari, jadi perlu waktu untuk membawa perlatan ke lokasi kebocoran,” jelasnya.

 

Hal serupa juga dilakukan terhadap pipa transmisi enam di Kecamatan Marga. Di lokasi ini ditemukan ada dua titik kebocoran yang berakibat pada gangguan layanan. Ini langsung dilakukan perbaikan. Serta satu titik kerusakan lagi di wilayah Kecamatan Baturiti akibat tekanan air yang cukup keras.

“Pada prinsipnya kami mengupayakan bagian teknis stand by untuk melakukan perbaikan. Meski demikian kami juga tetap mengimbau kepada pelanggan untuk jaga-jaga. Yakni dengan tetap melakukan penampungan air,” pungkasnya. 


TABANAN, BALI EXPRESS – Pemeriksaan dan pemeliharaan rutin saluran pipa tetap menjadi aktivitas utama Perusahaan Daerah Umum Tirta Amerta Buana (Perumda TAB) dalam menjaga layanan distribusi air bersih kepada masyarakat pelanggannya.

 

Aktivitas ini rutin dilakukan. Tidak mengenal musim. Baik di saat kemarau. Atau menjelang musim penghujan yang biasanya diperkirakan akan berlangsung menjelang bulan-bulan di akhir tahun.

 

“Sekarang sudah mulai menginjak September. Biasanya musim hujan dimulai. Meskipun belum bisa dipastikan kapan mulainya. Tetapi kami tetap mengantisipasinya dengan memeriksa dan memelihara jaringan perpipaan,” jelas Kepala Bagian Hubungan Langganan Perumda TAB, Ida Bagus Marjaya Wirata, Senin (23/8).

 

Karena itu, sambungnya, jajaran Perumda TAB pada bagian teknis selalu disiagakan untuk mengantisipasi gangguan yang bisa berdampak pada pelayanan. “Baik itu kebocoran atau kerusakan. Khususnya pada jaringan pipa yang sudah berumur,” sebutnya.

 

Sementara itu, Kasubag Humas Perumda TAB, I Wayan Agus Suanjaya, menjelaskan hampir sebagian besar gangguan disebabkan oleh kebocoran atau kerusakan pada saluran yang sudah tua. Atau akibat bencana alam seperti banjir atau longsor.

 

“Karena itu jajaran kami rutin melakukan pemeriksaan jaringan. Kalau ditemukan yang rusak akan dilakukan perbaikan,” jelasnya.

 

Upaya perbaikan tersebut belum lama ini dilakukan pada saluran pipa transmisi sepuluh di wilayah Riang, Kecamatan Penebel. Dari penelusuran di lokasi tersebut dijumpai dua titik kerusakan.

 

“Hari itu langsung dilakukan perbaikan. Sampai dini hari. Meski perlu waktu juga untuk melakukan normalisasi. Di situ ditemukan ada kebocoran. Selain karena medannya juga cukup sulit dan perbaikan dilakukan pada malam hari, jadi perlu waktu untuk membawa perlatan ke lokasi kebocoran,” jelasnya.

 

Hal serupa juga dilakukan terhadap pipa transmisi enam di Kecamatan Marga. Di lokasi ini ditemukan ada dua titik kebocoran yang berakibat pada gangguan layanan. Ini langsung dilakukan perbaikan. Serta satu titik kerusakan lagi di wilayah Kecamatan Baturiti akibat tekanan air yang cukup keras.

“Pada prinsipnya kami mengupayakan bagian teknis stand by untuk melakukan perbaikan. Meski demikian kami juga tetap mengimbau kepada pelanggan untuk jaga-jaga. Yakni dengan tetap melakukan penampungan air,” pungkasnya. 


Most Read

Artikel Terbaru

/