alexametrics
28.8 C
Denpasar
Saturday, May 28, 2022

Pangdam Sebut Isoter Efektif Turunkan Kasus, Tapi Tetap Harus PPKM

DENPASAR, BALI EXPRESS – Penerapan isolasi terpusat bagi warga yang terkonfirmasi positif Covid-19, baik tanpa gejala maupun dengan gejala ringan telah digalakan beberapa hari terakhir. Sebab, cara ini dianggap efektif menurunkan angka kasus Covid-19 yang tengah tinggi.

Hal itu disampaikan Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Maruli Simanjuntak, Senin (23/8). Dijelaskan olehnya, sejak 10 hari terakhir, jumlah warga terpapar Covid-19 di Bali mencapai 12 ribu orang. Sedangkan yang sudah menjalani Isoter mencapai empat ribu orang, dan yang dirawat di rumah sakit sekitar 2200 orang.

“Hampir sekitar sepulu hari lalu, kami Forkompinda, sepakat bersama-sama untuk melakukan tracing yang maksimal dan isoter yang maksimal. Rata-rata yang ikut isoter awalnya tidak sampai seribu, paling enam ratusan. Kami sepakat pindahkan isoter, Pemda siapkan tempat isoter, kami pindahkan tiap hari, sampai kemarin (22/8) sudah ada empat ribu yang ikut isoter,” ujarnya.

Pihaknya berucap, dalam sehari TNI, Polri dan instansi terkait dapat memindahkan sekitar 400 hingga 500 pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri (isoman) untuk mengikuti isoter. Hingga saat ini, pasien yang mengikuti isoman berjumlah tiga ribu orang, dan dengan segera akan dipindahkan. “Sekitar tiga ribu lagi masih isoman, masih banyak karena baru memulai memindahkan 10 hari lalu. Cara ini cukup efektif ya, dan sudah terlihat mulai banyak ada penurunan,” lanjutnya.

Walaupun kasus disebut melandai, Maruli menegaskan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat harus tetap dilakukan, karena memang penyebaran virus varian Delta sangat cepat dan sangat mungkin angka kasus kembali sangat tinggi dengan cepat. Pihaknya meminta untuk maklum dan bersabar, sebab apa yang terjadi saat ini di Indonesia khusunya Bali pun disebutkan juga terjadi di luar negeri bahkan lebih parah.

“PPKM masih harus, karena memang di dunia, seperti Amerika saja satu hari bisa puluhan ribu kasus, masih belum ada yang bisa meyakinkan solusi yang betul, dan yang terbaik untuk saat ini ya PPKM ini, aktivitas dikurangi lah,” tegasnya. Kebijakan PPKM tersebut tak dipungkiri cukup menyulitkan kondisi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup lantaran pekerjaan mereka dibatasi.

Untuk itu, Kodam IX/Udayana terus berupaya menyalurkan bantuan, baik dari pemerintah maupun sumbangan organisasi atau perorangan yang berbaik hati. Seperti penyaluran bantuan beras sebanyak 50 ton dari sumbangan Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) pada Senin (23/8). Nantinya semua beras disalurkan melalui delapan Kodim jajaran Kodam IX/Udayana. 

“Kebetulan kami dipercaya, karena kami ada Babinsa-Babinsa yang tau percis keadaan masyarakat sebetulnya. Yang penting bahan pangan ini banyak disalurkan dibawah atau istilahnya tepat sasaran, jadi ini sangat bermanfaat sekali terutama untuk masyarakat Bali,” tandasnya. Diharapkan keadaan dapat segera terkontrol, orang-orang mulai bisa datang ke Bali dan perekonomian bisa bergerak lagi.

Sementara Founder dan Ketua Pakar INTI Bali, Prof A Sulistyawati memaparkan bahwa INTI mengayomi organisasi yang berjumlah sekitar 30, dan dari sana lah sumbangan tersebut berasal. “Dari organisasi itu kami mengumpulkan uang, ada yang ngumpulin beras, kami dapat hingga saat ini mencapai 150 ton,” ucapnya.

50 ton beras gelombang pertama sudah dibagikan melalui Dinas Sosial pada (15/8), dan melalui Kodam IX/Udayana merupakan gelombang kedua. Sementara gelombang ketiga nantinya akan dibagikan sendiri kepada lintas agama, etnik, veteran, seniman, dengan lebih banyak langsung menjangkau keluarga dengan meminta data dari Desa. “Beras ini produksi di Bali, kami di intii ingin mensuport petani-petani, kami juga ingin melestarikan alam dengan mengaktifkan subak kembali,” tutupnya. (ges)


DENPASAR, BALI EXPRESS – Penerapan isolasi terpusat bagi warga yang terkonfirmasi positif Covid-19, baik tanpa gejala maupun dengan gejala ringan telah digalakan beberapa hari terakhir. Sebab, cara ini dianggap efektif menurunkan angka kasus Covid-19 yang tengah tinggi.

Hal itu disampaikan Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Maruli Simanjuntak, Senin (23/8). Dijelaskan olehnya, sejak 10 hari terakhir, jumlah warga terpapar Covid-19 di Bali mencapai 12 ribu orang. Sedangkan yang sudah menjalani Isoter mencapai empat ribu orang, dan yang dirawat di rumah sakit sekitar 2200 orang.

“Hampir sekitar sepulu hari lalu, kami Forkompinda, sepakat bersama-sama untuk melakukan tracing yang maksimal dan isoter yang maksimal. Rata-rata yang ikut isoter awalnya tidak sampai seribu, paling enam ratusan. Kami sepakat pindahkan isoter, Pemda siapkan tempat isoter, kami pindahkan tiap hari, sampai kemarin (22/8) sudah ada empat ribu yang ikut isoter,” ujarnya.

Pihaknya berucap, dalam sehari TNI, Polri dan instansi terkait dapat memindahkan sekitar 400 hingga 500 pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri (isoman) untuk mengikuti isoter. Hingga saat ini, pasien yang mengikuti isoman berjumlah tiga ribu orang, dan dengan segera akan dipindahkan. “Sekitar tiga ribu lagi masih isoman, masih banyak karena baru memulai memindahkan 10 hari lalu. Cara ini cukup efektif ya, dan sudah terlihat mulai banyak ada penurunan,” lanjutnya.

Walaupun kasus disebut melandai, Maruli menegaskan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat harus tetap dilakukan, karena memang penyebaran virus varian Delta sangat cepat dan sangat mungkin angka kasus kembali sangat tinggi dengan cepat. Pihaknya meminta untuk maklum dan bersabar, sebab apa yang terjadi saat ini di Indonesia khusunya Bali pun disebutkan juga terjadi di luar negeri bahkan lebih parah.

“PPKM masih harus, karena memang di dunia, seperti Amerika saja satu hari bisa puluhan ribu kasus, masih belum ada yang bisa meyakinkan solusi yang betul, dan yang terbaik untuk saat ini ya PPKM ini, aktivitas dikurangi lah,” tegasnya. Kebijakan PPKM tersebut tak dipungkiri cukup menyulitkan kondisi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup lantaran pekerjaan mereka dibatasi.

Untuk itu, Kodam IX/Udayana terus berupaya menyalurkan bantuan, baik dari pemerintah maupun sumbangan organisasi atau perorangan yang berbaik hati. Seperti penyaluran bantuan beras sebanyak 50 ton dari sumbangan Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) pada Senin (23/8). Nantinya semua beras disalurkan melalui delapan Kodim jajaran Kodam IX/Udayana. 

“Kebetulan kami dipercaya, karena kami ada Babinsa-Babinsa yang tau percis keadaan masyarakat sebetulnya. Yang penting bahan pangan ini banyak disalurkan dibawah atau istilahnya tepat sasaran, jadi ini sangat bermanfaat sekali terutama untuk masyarakat Bali,” tandasnya. Diharapkan keadaan dapat segera terkontrol, orang-orang mulai bisa datang ke Bali dan perekonomian bisa bergerak lagi.

Sementara Founder dan Ketua Pakar INTI Bali, Prof A Sulistyawati memaparkan bahwa INTI mengayomi organisasi yang berjumlah sekitar 30, dan dari sana lah sumbangan tersebut berasal. “Dari organisasi itu kami mengumpulkan uang, ada yang ngumpulin beras, kami dapat hingga saat ini mencapai 150 ton,” ucapnya.

50 ton beras gelombang pertama sudah dibagikan melalui Dinas Sosial pada (15/8), dan melalui Kodam IX/Udayana merupakan gelombang kedua. Sementara gelombang ketiga nantinya akan dibagikan sendiri kepada lintas agama, etnik, veteran, seniman, dengan lebih banyak langsung menjangkau keluarga dengan meminta data dari Desa. “Beras ini produksi di Bali, kami di intii ingin mensuport petani-petani, kami juga ingin melestarikan alam dengan mengaktifkan subak kembali,” tutupnya. (ges)


Most Read

Artikel Terbaru

/