26.5 C
Denpasar
Friday, February 3, 2023

Korsleting Listrik, Toko Bali Jegeg Ludes Terbakar

SINGARAJA, BALI EXPRESS-Kebakaran melanda Toko Bali Jegeg, yang terletak di Jalan WR Supratman, Lingkungan Banyuning Utara, Kelurahan Banyuning, Kecamatan Buleleng, Selasa (22/9) malam kemarin. Atas peristiwa tersebut, pemilik toko ditaksir mengalami kerugian mencapai Rp 150 juta. 

Kapolsek Kota Singaraja, Kompol Gusti Ngurah Yudistira, menjelaskan, toko yang menjual sarana upakara, milik Gede Artawan 43, warga asal Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Buleleng itu, diduga terbakar akibat korsleting listrik. 

Kobaran api di atap toko pertama kali diketahui oleh seorang warga bernama Ketut Arta. Melihat api tersebut, Ketut Arta langsung melaporkan kepada pihak kepolisian, dan selanjutnya menghubungi petugas damkar. 

“Kondisi toko saat itu sedang tutup. Api hanya membakar barang-barang yang ada di lantai dua,” terang Kompol Yudistira saat dikonfirmasi, Rabu (23/9) siang. 

Baca Juga :  Normalisasi Danau Buyan Terkendala Anggaran dan Lahan

Berdasarkan penyelidikan yang dilakukan Rabu siang, kebakaran diduga terjadi akibat korsleting listrik. Dimana, polisi menemukan adanya jejak kebakaran pada sebuah colokan listrik. 

“Colokan listrik itu terhubung dengan televisi dan kipas angin. Cuk televisi dan kipas angin itu diakui korban dicantolkan sejak lama, dan tidak pernah dilepas. Sehingga korban juga meyakini kebakaran ini terjadi akibat korsleting listrik, dan enggan  melaporkan kasus ini kepolisi,” jelasnya. 

Terpisah, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Buleleng, Made Subur, mengatakan, jumlah armada yang dikerahkan untuk memadamkan api sebanyak tiga unit, dengan jumlah personel sebanyak 10 orang. Api kemudian berhasil dipadamkan satu jam kemudian, menghabiskan sebanyak tiga tangki air. 

Baca Juga :  Pembunuh Minggus Saat Pesta Ultah Sudah Dua Kali Masuk Lapas


SINGARAJA, BALI EXPRESS-Kebakaran melanda Toko Bali Jegeg, yang terletak di Jalan WR Supratman, Lingkungan Banyuning Utara, Kelurahan Banyuning, Kecamatan Buleleng, Selasa (22/9) malam kemarin. Atas peristiwa tersebut, pemilik toko ditaksir mengalami kerugian mencapai Rp 150 juta. 

Kapolsek Kota Singaraja, Kompol Gusti Ngurah Yudistira, menjelaskan, toko yang menjual sarana upakara, milik Gede Artawan 43, warga asal Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Buleleng itu, diduga terbakar akibat korsleting listrik. 

Kobaran api di atap toko pertama kali diketahui oleh seorang warga bernama Ketut Arta. Melihat api tersebut, Ketut Arta langsung melaporkan kepada pihak kepolisian, dan selanjutnya menghubungi petugas damkar. 

“Kondisi toko saat itu sedang tutup. Api hanya membakar barang-barang yang ada di lantai dua,” terang Kompol Yudistira saat dikonfirmasi, Rabu (23/9) siang. 

Baca Juga :  Kejari Geledah Kantor LPD Anturan, Sita Sejumlah Dokumen Penting

Berdasarkan penyelidikan yang dilakukan Rabu siang, kebakaran diduga terjadi akibat korsleting listrik. Dimana, polisi menemukan adanya jejak kebakaran pada sebuah colokan listrik. 

“Colokan listrik itu terhubung dengan televisi dan kipas angin. Cuk televisi dan kipas angin itu diakui korban dicantolkan sejak lama, dan tidak pernah dilepas. Sehingga korban juga meyakini kebakaran ini terjadi akibat korsleting listrik, dan enggan  melaporkan kasus ini kepolisi,” jelasnya. 

Terpisah, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Buleleng, Made Subur, mengatakan, jumlah armada yang dikerahkan untuk memadamkan api sebanyak tiga unit, dengan jumlah personel sebanyak 10 orang. Api kemudian berhasil dipadamkan satu jam kemudian, menghabiskan sebanyak tiga tangki air. 

Baca Juga :  Gedung Mess SDN 1 Pengiangan Terbakar


Most Read

Artikel Terbaru