alexametrics
30.4 C
Denpasar
Thursday, May 19, 2022

KPU Tetapkan Dua Paslon Pilkada Tabanan 2020

TABANAN, BALI EXPRESS – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tabanan menggelar rapat pleno penetapan pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati pada Pilkada Tabanan 2020 secara tertutup, Rabu (23/9). 

Penetapan paslon kemudian langsung ditempel pada papan pengumuman serta dipasang di laman KPU Tabanan.

Rapat pleno menetapkan dua paslon calon Bupati dan Wakil Bupati, yakni paslon Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM dan I Made Edi Wirawan, SE, yang diusung oleh PDIP dengan perolehan kursi di DPRD Tabanan sebanyak 28 kursi. Paslon ini menggunakan tagline Jaya-Wira.

Serta paslon Anak Agung Ngurah Panji Astika, ST, dan I Dewa Nyoman Budiasa, yang diusung oleh partai koalisi Golkar-NasDem-Demokrat dengan perolehan jumlah kursi di DPRD Tabanan sebanyak 9 kursi (Golkar 5 kursi, NasDem 3 kursi, Demokrat 1 kursi). Paslon ini percaya diri dengan nama paket Panji-Budi (PADI).

Komisioner KPU Tabanan, Luh Made Sunadi usai rapat pleno menjelaskan, pihaknya memang menggelar rapat pleno penetapan paslon Pilkada Tabanan 2020 secara tertutup sesuai dengan PKPU Nomor 9 Tahun 2020 tentang Pencalonan Pilkada. “Kami tidak mengundang siapapun, rapat pleno ini hanya intern diikuti Komisioner KPU Tabanan saja,” ujarnya.

Pleno tertutup dilakukan, lanjutnya, guna mengurangi kerumunan massa dari masing-masing pendukung paslon di masa  pandemi Covid-19 yang masih mengintai.

Dijelaskannya, rapat pleno digelar berdasarkan pada Berita Acara Pemeriksaan Hasil Dokumen Syarat Calon yang sudah disampaikan 12 September 2020 secara terbuka.

Bahwa kedua paslon telah memenuhi persyaratan untuk melaju dalam Pilkada Tabanan 2020. Kecuali syarat berupa surat keputusan pemberhentian dari salah satu bakal calon Wakil Bupati yang sebelumnya menjabat sebagai anggota DPRD Tabanan, I Made Edi Wirawan. 

Surat keputusan tersebut memang  belum terbit dari Jakarta, dan secara regulasi itu masih dimungkinkan untuk dilengkapi dengan jangka waktu paling lambat H-30, sebelum pemungutan suara tanggal 9 Desember 2020 mendatang.

“Secara regulasi masih dimungkinkan, sehingga kami berikan waktu paling lambat H-30 sebelum hari pemungutan suara, atau paling lambat tanggal 9 November 2020, surat itu harus sudah kami terima,” tegas Sunadi.

Di samping itu, kata dia, pihaknya telah menerima surat permohonan pengunduran diri, tanda terima surat permohonan pengunduran diri, serta surat keterangan bahwa pengunduran diri dari yang bersangkutan sedang dalam proses. 

Sementara itu, untuk surat cuti yang harus diserahkan oleh I Komang Gede Sanjaya selaku calon Bupati yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Bupati Tabanan, telah diterima. Dalam surat cuti dari Gubernur Bali itu sudah sangat jelas dikatakan bahwa yang bersangkutan diberikan cuti dari tanggal 26 September 2020 hingga 5 Desember 2020, dengan tidak menggunakan fasilitas negara.

“Saat ini tidak ada alasan untuk kami untuk menyatakan jika paslon ini tidak memenuhi syarat, tentunya dengan catatan tersebut,” tandasnya.

Selanjutnya hasil rapat pleno penetapan paslon tersebut ditempel pada papan pengumuman KPU Tabanan serta dipasang di laman KPU Tabanan. Surat Keputusan Penetapan Paslon juga diserahkan langsung ke LO masing-masing paslon. Dan, tahapan berikutnya yang akan digelar KPU Tabanan adalah pengundian nomor urut paslon pada hari Kamis (24/9). 


TABANAN, BALI EXPRESS – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tabanan menggelar rapat pleno penetapan pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati pada Pilkada Tabanan 2020 secara tertutup, Rabu (23/9). 

Penetapan paslon kemudian langsung ditempel pada papan pengumuman serta dipasang di laman KPU Tabanan.

Rapat pleno menetapkan dua paslon calon Bupati dan Wakil Bupati, yakni paslon Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM dan I Made Edi Wirawan, SE, yang diusung oleh PDIP dengan perolehan kursi di DPRD Tabanan sebanyak 28 kursi. Paslon ini menggunakan tagline Jaya-Wira.

Serta paslon Anak Agung Ngurah Panji Astika, ST, dan I Dewa Nyoman Budiasa, yang diusung oleh partai koalisi Golkar-NasDem-Demokrat dengan perolehan jumlah kursi di DPRD Tabanan sebanyak 9 kursi (Golkar 5 kursi, NasDem 3 kursi, Demokrat 1 kursi). Paslon ini percaya diri dengan nama paket Panji-Budi (PADI).

Komisioner KPU Tabanan, Luh Made Sunadi usai rapat pleno menjelaskan, pihaknya memang menggelar rapat pleno penetapan paslon Pilkada Tabanan 2020 secara tertutup sesuai dengan PKPU Nomor 9 Tahun 2020 tentang Pencalonan Pilkada. “Kami tidak mengundang siapapun, rapat pleno ini hanya intern diikuti Komisioner KPU Tabanan saja,” ujarnya.

Pleno tertutup dilakukan, lanjutnya, guna mengurangi kerumunan massa dari masing-masing pendukung paslon di masa  pandemi Covid-19 yang masih mengintai.

Dijelaskannya, rapat pleno digelar berdasarkan pada Berita Acara Pemeriksaan Hasil Dokumen Syarat Calon yang sudah disampaikan 12 September 2020 secara terbuka.

Bahwa kedua paslon telah memenuhi persyaratan untuk melaju dalam Pilkada Tabanan 2020. Kecuali syarat berupa surat keputusan pemberhentian dari salah satu bakal calon Wakil Bupati yang sebelumnya menjabat sebagai anggota DPRD Tabanan, I Made Edi Wirawan. 

Surat keputusan tersebut memang  belum terbit dari Jakarta, dan secara regulasi itu masih dimungkinkan untuk dilengkapi dengan jangka waktu paling lambat H-30, sebelum pemungutan suara tanggal 9 Desember 2020 mendatang.

“Secara regulasi masih dimungkinkan, sehingga kami berikan waktu paling lambat H-30 sebelum hari pemungutan suara, atau paling lambat tanggal 9 November 2020, surat itu harus sudah kami terima,” tegas Sunadi.

Di samping itu, kata dia, pihaknya telah menerima surat permohonan pengunduran diri, tanda terima surat permohonan pengunduran diri, serta surat keterangan bahwa pengunduran diri dari yang bersangkutan sedang dalam proses. 

Sementara itu, untuk surat cuti yang harus diserahkan oleh I Komang Gede Sanjaya selaku calon Bupati yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Bupati Tabanan, telah diterima. Dalam surat cuti dari Gubernur Bali itu sudah sangat jelas dikatakan bahwa yang bersangkutan diberikan cuti dari tanggal 26 September 2020 hingga 5 Desember 2020, dengan tidak menggunakan fasilitas negara.

“Saat ini tidak ada alasan untuk kami untuk menyatakan jika paslon ini tidak memenuhi syarat, tentunya dengan catatan tersebut,” tandasnya.

Selanjutnya hasil rapat pleno penetapan paslon tersebut ditempel pada papan pengumuman KPU Tabanan serta dipasang di laman KPU Tabanan. Surat Keputusan Penetapan Paslon juga diserahkan langsung ke LO masing-masing paslon. Dan, tahapan berikutnya yang akan digelar KPU Tabanan adalah pengundian nomor urut paslon pada hari Kamis (24/9). 


Most Read

Artikel Terbaru

/