Selasa, 26 Oct 2021
Bali Express
Home / Bali
icon featured
Bali
Kisah Keluarga Mendiang Pratu IB Putu Suarman

Bibi Tidur Gelisah, Hidupkan Api Tak Mau Hidup

23 September 2021, 18: 24: 27 WIB | editor : Nyoman Suarna

Bibi Tidur Gelisah, Hidupkan Api Tak Mau Hidup

LUKISAN MENDIANG : Lukisan mendiang Pratu Ida Bagus Putu Suarman,23 yang tersimpan di rumah asalnya di Banjar Taman, Desa Batuagung, Kecamatan/Kabupaten Jembrana. Lukisan dipesan langsung almarhum dari salah seorang pelukis di Kabupaten Gianyar. (I Gde Riantory/Bali Express)

Share this      

NEGARA, BALI EXPRESS - Serangan teroris Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua kembali memakan korban jiwa. Seorang prajurit TNI, Pratu Ida Bagus Putu Suarman,23 gugur diserang teroris saat bertugas mengawal proses evakuasi jasad salah satu tenaga kesehatan (nakes) di Distrik Kiriwok, Kabupaten Pagunungan Bintang, Papua. Prajurit TNI yang akrab disapa Gus Onthi itu merupakan putra asal Kabupaten Jembrana namun saat ini tinggal menetap bersama orang tuanya di Dusun Tungkul, Desa Hilir, Kecamatan Ngabang, Landak, Kalimantan Barat. Orang tua Gus Onthi sendiri berasal dari Banjar Taman, Desa Batuagung, Kecamatan/Kabupaten Jembrana.

Ida Bagus Kade Kartono,51 yang merupakan paman Gus Onthi saat ditemui di rumah yang juga menjadi rumah asal ayah Gus Onthi yakni Ida Bagus Ketut Sutelso,48, Rabu (22/9) menuturkan dirinya pertama kali mendengar kabar keponakannya itu meninggal dunia dari salah satu keluarga sepupunya. Gus Onthi dikabarkan meninggal setelah ditembak KKB saat bertugas mengawal proses evakuasi jasad salah satu tenaga kesehatan (nakes) di Distrik Kiriwok, Kabupaten Pagunungan Bintang, Papua. “Saya dapat kabar Selasa pagi. Dibilang diserang saat membantu evakuasi jasad perawat yang sebelumnya meninggal juga karena diserang KKB,” ujar Gus Kartono.

Dirinya lanjut Gus Kartono mengaku tidak memiliki firasat sama sekali akan kepergian keponakannya itu untuk selamanya. Namun hal berbeda dialami Desak Made Yasmini,51 istri Gus Kartono yang sempat merasa gelisah dan tidak bisa tidur nyenyak pada Senin (20/9) malam lalu. “Sempat tidak bisa tidur. Besok paginya mau masak api tidak mau-mau nyala. Pas itu sudah ada firasat pasti akan terjadi sesuatu. Dan Saya kaget tiba-tiba dengar kabar Gus Onthi meninggal,” tutur Desak Made Yasmini.

Baca juga: Lama Tak Sekolah, Siswa Kelas 1 SD Menangis Tersedu-sedu

Mendiang Gus Onthi lanjut Gus Kartono merupakan anak pertama di keluarga adiknya itu. Pada tahun 1992 silam, Gus Kartono bersama adik kandungnya (ayah Gus Onthi) merantau ke Kalimantan Barat utnuk bekerja di sebuah hotel disana. Namun karena hotelnya bangkrut, dirinya memutuskan kembali pulang ke Bali. Sedangkan adiknya tetap merantau di Kalimantan Barat hingga akhirnya menikah dengan warga asli Kalimantan Barat, "Jero Sinta (nama setelah diupacarai sudhi wadani) yang merupakan ibu Gus Onthi. Dari pernikahannya itu, punya dua anak semuanya laki-laki. Gus Onthi yang tertua, adiknya  kira-kira umurnya sekarang masih SMP,” imbuhnya.

Setelah beberapa tahun menikah, adiknya itu bersama istri serta Gus Onthi yang saat itu masih berumur selitar 3 tahun, sempat diajak pulang ke Jembrana. Saat tinggal di Jembrana itu, Gus Onthi diasuh oleh Desak Made Yasmini (istri Gus Kartono). "Tidak sampai setahun di Jembrana, mereka memutuskan kembali merantau ke Kalimantan Barat hingga akhirnya memiliki rumah sendiri dan menetap di Kalimantan Barat. Adik saya disana pekerjaannya wiraswasta, buka usaha warung makan,” paparnya.

Saat disinggung prosesi jenazah Gus Onthi, Gus Kartono mengaku, sebenarnya ingin agar jenazah keponakannya itu langsung diabenkan di Jembrana. Terlebih meski sudah tinggal di Kalimantan Barat, adiknya dipastikan masih termasuk sebagai krama di Desa Adat Batuagung, yang untuk iuran suka-duka adiknya ditanggung olehnya. Namun dari koordinasi terakhir, adiknya tetap memilih untuk melakukan prosesi jenazah anaknya di Kalimantan Barat, dan berencana menyusul dibuatkan upakara pengabenan di Jembrana. “Kemarin beberapa keluarga yang lain juga sudah minta biar diajak pulang. Tetapi adik tetap minta biar di sana dulu (Kalimantan Barat). Bisa-bisa prosesnya nanti dikuburkan di Taman Makam Pahlawan di sana,” pungkasnya. 

(bx/tor/man/JPR)

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia