Selasa, 26 Oct 2021
Bali Express
Home / Bali
icon featured
Bali

Hamili Anak di Bawah Umur, Dagang Burger Dihukum 8 Tahun

23 September 2021, 08: 52: 40 WIB | editor : Nyoman Suarna

Hamili Anak di Bawah Umur, Dagang Burger Dihukum 8 Tahun

Ilustrasi (DOK JAWA POS)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS-Terdakwa kasus kejahatan seksual terhadap anak, Anom Sari alias Narti,46,  divonis 8 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Denpasar. Hakim juga menjatuhkan pidana  denda Rp 5 miliar subsider 2 bulan penjara.

Pedagang burger keliling ini dinilai terbukti melakukan persetubuhan dengan anak di bawah umur berusia 17 tahun. Perbuatan yang bertentangan dengan norma kesusilaan ini berkedok menjalin hubungan pacaran dengan korban.

Majelis hakim menganggap perbuatan terdakwa telah melanggar Pasal 81 Ayat (2) UU RI Nomor 17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU  Nomor  1 Tahun 2016 tentang Perubahan kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo Pasal 64 Ayat (1) KUHP. “Iya benar, terdakwa atas nama Anom Sari alias Narti sudah divonis hakim 8 tahun dan denda Rp 5 miliar subsider 2 bulan,” kata jaksa penuntut umum (JPU) Ni Ketut Muliani saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, pada Rabu (22/9).

Baca juga: Isoter di Karangasem Habiskan Anggaran Rp 440 Juta

Merespon putusan ini, terdakwa yang didampingi penasihat hukum dari PBH Peradi Denpasar menyatakan menerima. Keputusan sama juga dilakukan JPU. Meskipun vonis hakim lebih ringan dari tuntutan  jaksa yang minta Anom dijatuhi pidana penjara selama 10 tahun dan denda Rp 5 miliar subsider 3 bulan penjara.

Dalam dakwaan JPU terungkap perbuatan bejat terdakwa ini berlangsung selama berbulan-bulan sejak Juli 2020 hingga April 2021 di kamar kosnya di Jalan Imam Bonjol, Denpasar. Perbuatan terdakwa diawali dengan meminta nomor Whatsapp korban sehingga antara keduanya pun terjadi komunikasi intens.

Lalu, terdakwa kemudian membujuk korban untuk pacarana dengannya. Korban yang masih tergolong anak ini pun hanya bisa menurut dan patuh lantaran sudah terbuai dengan rayuan manis terdakwa. “Perbuatan itu terdakwa lakukan dua hingga tiga kali setiap bulan atas dasar suka sama suka dimana setiap pesan whatsapp terdakwa selalu mengatakan kesepian dan kangen kepada korban sehingg korban datang ketempat kos terdakwa,” sebut Muliani.

Singkat cerita, korban pun diketahui hamil. Itu setelah kakak kandungnya menyuruh korban melakukan tes kehamilan mengunakan testpack. Lalu, korban mengaku ke orang tuanya bahwa dirinya dihamili oleh terdakwa. Keluarga korban lantas melaporkan terdakwa ke polisi karena tidak terima anaknya masih di bawah umur dihamili terdakwa.

(bx/har/man/JPR)

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia