Selasa, 26 Oct 2021
Bali Express
Home / Bali
icon featured
Bali

Pilih Isolasi di Rumah, Tinggal 19 Orang Jalani Isoter di Bangli

23 September 2021, 09: 40: 48 WIB | editor : Nyoman Suarna

Pilih Isolasi di Rumah, Tinggal 19 Orang Jalani Isoter di Bangli

CEK ISOLASI: Babinsa Desa Kedisan, Kecamatan Kintamani, Bangli melakukan pengecekan terhadap warga yang menjalani isolasi terpusat desa, Minggu (22/8). (Kodim 1626/Bangli)

Share this      

BANGLI, BALI EXPRESS- Jumlah warga Bangli yang menjalani isolasi terpusat (isoter) Covid-19 di gedung diklat Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Bangli semakin sedikit. Tinggal 19 orang. Namun demikian, bukan berarti kasus terkonfirmasi hanya segitu.

Berdasarkan data Rabu (22/9), terdapat 161 warga Bangli masih positif Covid-19. Sebagian besar orang tanpa gejala dan gejala ringan, lebih memilih menjalani isolasi di rumahnya atau disebut isolasi terpusat desa, ketimbang dirawat di isolasi terpusat di RSJ. Ada juga yang menjalani isolasi di rumah sakit karena bergejala dan penyakit lain. “Mereka yang tanpa gejala dan gejala ringan memilih isolasi di desa karena merasa lebih nyaman, dan itu memang boleh,” ujar Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bangli I Wayan Dirgayusa.

Dirgayusa menyebutkan, terdapat 328 orang terdata menjalani isolasi terpusat desa. Jumlah ini jauh lebih banyak dari kasus positif. Sebab banyak warga yang sebenarnya tidak positif Covid tetapi ikut menjalani isolasi bersama keluarganya yang positif. Bisa karena tidak ada tempat tinggal lain, serta antisipasi ternyata virus sudah ada di tubuhnya karena sempat kontak pasien Covid, namun belum terdeteksi saat dilakukan swab test. “Jadinya yang diisolasi lebih banyak dari data positif. Kalau tidak mau menjalani isolasi terpusat iya begitu, terpenting mereka tidak menyebarkan ke orang lain,” terang Dirgayusa.

Baca juga: Kajiannya Lagi Digodok, PTM Berpeluang di Minggu Depan

Meski jumlah kasus sudah menurun, Dirgayusa mengajak masyarakat tetap taat protokol kesehatan (prokes), seperti menggunakan masker, rajin mencuci tangan, jaga jarak dan lainnya supaya kasus tidak melonjak lagi.

(bx/wan/man/JPR)

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia