Selasa, 26 Oct 2021
Bali Express
Home / Bali
icon featured
Bali

Tagihan Reparasi Membengkak, Kostumer Tinju Tukang Servis Ponsel

23 September 2021, 18: 20: 53 WIB | editor : Nyoman Suarna

Tagihan Reparasi Membengkak, Kostumer Tinju Tukang Servis Ponsel

DIAMANKAN : Pelaku penganiayaan, Febriansyah alias Rian, setibanya di Polsek Kerambitan usai ditangkap di Denpasar pada Rabu (21/9) malam. (istimewa)

Share this      

TABANAN, BALI EXPRESS - Emosi sesaat membuat Febriansyah alias Rian,31, harus berurusan dengan Polisi. Dia kini mesti ditahan di Polsek Kerambitan. Diperiksa sebagai tersangka kasus penganiayaan yang belum lama ini dilakukan.

Dia ditangkap di salah satu tempat di kawasan Denpasar pada Rabu (22/9). Atau sehari setelah dia melakukan penganiayaan pada Selasa (21/9).

Adalah Donny Santoso,17, yang menjadi korban aksi penganiayaan tersebut. Dia merupakan petugas servis di Divya Cell, Banjar Mandung, Desa Sembung Gede, Kecamatan Kerambitan.

Baca juga: Pelaksanaan Tes SKD CPNS, Peserta Diskrining Lewat PeduliLindungi

Dalam peristiwa yang terjadi pada Selasa sore, sekitar pukul 17.30 itu, Donny mengalami luka-luka robek pada pipi kirinya. Serta luka yang sama pada bagian bibirnya.

Luka-luka itu diperolehnya setelah dipukul berkali-kali oleh pelaku. Bahkan pelaku diduga menggunakan alat bantu knuckle atau keling. Semacam senjata dari logam yang dipasang melingkari empat buku jari tangan.

"Kasusnya masih dalam penyidikan," jelas Kapolsek Kerambitan, Kompol Bambang Gede Artha, Kamis (23/9).

Tidak banyak keterangan yang disampaikan Bambang terkait proses penyidikan kasus tersebut. Namun yang jelas, pihaknya sementara ini menerapkan ketentuan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan kepada pelaku.

"Untuk sementara pelaku kami sangkakan dengan pasal penganiayaan," ujarnya singkat.

Penganiayaan itu sendiri berakar dari urusan ongkos servis atau reparasi ponsel. Pelaku yang kebetulan orang tuanya merupakan kostumer di tempat itu tidak terima tagihan servis ponsel milik orang tuanya membengkak.

Informasinya, pelaku datang ke tempat kerja korban pada Selasa (21/9) sekitar pukul 17.30. Pelaku datang mengendarai motor matik.

Waktu itu dia berhenti di depan toko. Kemudian menghampiri korban dan mengatakan ingin mengambil ponsel milik orang tuanya.

Sebelumnya, orang tua pelaku datang untuk melakukan perbaikan ponsel. Waktu itu, orang tua pelaku menyebutkan bahwa konektor pengisian baterai pada ponselnya rusak.

Namun setelah dilakukan pemeriksaan, kerusakaannya bukan hanya pada konektor saja. Sehingga kepada pelaku pada saat mengambil ponsel orang tuanya berniat mengkonfirmasi tambahan tarif servisnya. Rupanya pelaku tidak terima adanya tambahan ongkos itu. Ngotot hanya akan membayar sesuai dengan nota.

Sementara itu, korban menjelaskan bahwa bila pembayaran hanya dilakukan sesuai dengan nilai yang tertera pada nota, maka perbaikan hanya dilakukan terhadap konektor pengisian baterai saja.

Singkat cerita, karena tidak terima dengan penjelasan dan adanya tambahan ongkos tersebut, pelaku yang sudah emosi lantas mencekik leher korban. Tetapi korban secara spontan menepisnya.

Karena kena tepis, pelaku tambah gemas. Pelaku mencengkeram kerah baju korban dengan tangan kirinya. Dan di saat yang sama melepaskan tinju dan mengenai bagian kiri wajah korban sebanyak empat kali.

Diduga waktu memukul wajah korban, pelaku pakai alat bantu sehingga menimbulkan luka robek.

Puas memelampiaskan emosinya, pelaku mengambil ponsel orang tuanya kemudian pergi ke arah selatan.

Korban yang tidak terima dengan perlakuan itu lantas melaporkannya ke Polisi. Pelaku kemudian diincar petugas ke tempat tinggalnya yang diperkirakan tidak jauh dari lokasi kejadian.

Sayangnya, pelaku tidak serta merta bisa ditemukan pada malam hari setelah kejadian penganiayaan tersebut. Baru keesokan harinya, Rabu (22/9) sore, petugas memperoleh informasi bahwa pelaku ada di sekitar Jalan Kebo Iwa, Denpasar Utara.

Petugas yang mencari keberadaan pelaku itu langsung bergegas ke lokasi tersebut. Dan mendapati pelaku sedang makan di salah satu waralaba ayam goreng di jalan tersebut.

(bx/hai/man/JPR)

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia