alexametrics
27.8 C
Denpasar
Sunday, May 29, 2022

Koster – Giri Prasta Bisa Disatukan Bu Mega di Pilgub Bali 2024

DENPASAR, BALI EXPRESS – Kader PDIP yang duduk di DPRD Bali, I Nyoman Laka tanggapi pernyataan Partai Golkar Badung yang siap mengusung Nyoman Giri Prasta sebagai Calon Gubernur jika dibuang PDIP. Baginya Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri bisa menyatukan Wayan Koster – Giri Prasta di Pilgub 2024.

Menurut Nyoman Laka menuver politik Golkar hanyalah guyonan, bahkan ia yakin PDIP tidak akan mentelantarkan kader-kader terbaiknya, seperti Ketua DPD PDIP Bali Wayan Koster yang Juga Gubernur Bali, Ketua DPC PDIP Badung Giri Prasta yang adalah Bupati Badung dan kader terbaik lainnya.

Pernyataan Golkar Badung itu pun dianggapnya hanya banyolan politik saja. “Manuver politik itu, masih bergurau, prosesnya belum.  KPU juga belum, dari partai belum itu hanya guyonan saja. Saya yakin  Pak Giri taat dan tunduk sama partai, apapun keputusan partai pasti siap,  itu hanya pancingan saja,” jelas politisi gaek asal Badung ini.

Anggota Fraksi PDIP DPRD Bali ini menyampaikan prosesnya itu masih jauh. “Karena suasananya hangat-hangat kuku, kalau tidak  banyol politik kan kaku. Masing-masing partai punya cara sendiri proses itu, apapun keputusan partai pasti siap sebagai prajurit partai,” tegas Anggota Komisi IV DPRD Bali ini.

Laka pun mengaku tidak mau mengandai-ngandai jika pernyataan Golkar tersebut benar adanya. Baginya kader PDIP tahu batasan dan kewajiban. Kader PDIP tahu kewajiban wajib tunduk atas perintah partai.  “Jangan mengandai, karena itu lebih ruet, yang riil kader partai dan tunduk dengan partai. Itu guyonan salah satu strategi agar  kader-kader Golkar lebih berani lagi tampil. Sebatas maneuver ringan, bagaian dari pada pendekatan psikologi,” ungkapnya.

Hal itu pun dianggapnya bagus, sebab membuat senyum  meski beda baju. Meski partai berbeda bisa bersama bagi kader-kader partai, agar tidak ada beda baju namun beda raut wajah. Terlebih para petinggi partai beda baju membuat suasana adem.

Menurut Laka, ketika memasuki proses jelas nantinya aka nada tahapan diinternal PDIP. Misalnya Gubernur Bali Wayan Koster sebagai incumbent, jika tidak ada masalah fatal, pasti akan naik dua periode. Kemudian Giri Prasta yang sudah dua periode di Badung, jelas dipertimbangkan induk partai untuk mendapatkan posisi. Apalagi catatan bagus dari kader sekelas Giri Prasta.

“Nanti partai  punya cara untuk itu, rekam jejak dilihat, hasil survei.  Pak Gubernur Koster kalau tidak ada kesalahan atau pasal pasti dua periode. Kalau Pak Giri jika bisa disatukan oleh ibu (Megawati,Red),” jelas Laka. “ Pak Koster Guberbur, Pak Giri wakil. Jika dipanggil ibu, selanjutnya berporses supaya tidak ada tercecer.  Itu harapan saya selaku kader partai, supaya elit – elit partai bersatu padu. Saya yakin sangat kuat jika paket Pak Koster – Giri, bahkan tak ada lawan sebanding,” tandasnya.


DENPASAR, BALI EXPRESS – Kader PDIP yang duduk di DPRD Bali, I Nyoman Laka tanggapi pernyataan Partai Golkar Badung yang siap mengusung Nyoman Giri Prasta sebagai Calon Gubernur jika dibuang PDIP. Baginya Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri bisa menyatukan Wayan Koster – Giri Prasta di Pilgub 2024.

Menurut Nyoman Laka menuver politik Golkar hanyalah guyonan, bahkan ia yakin PDIP tidak akan mentelantarkan kader-kader terbaiknya, seperti Ketua DPD PDIP Bali Wayan Koster yang Juga Gubernur Bali, Ketua DPC PDIP Badung Giri Prasta yang adalah Bupati Badung dan kader terbaik lainnya.

Pernyataan Golkar Badung itu pun dianggapnya hanya banyolan politik saja. “Manuver politik itu, masih bergurau, prosesnya belum.  KPU juga belum, dari partai belum itu hanya guyonan saja. Saya yakin  Pak Giri taat dan tunduk sama partai, apapun keputusan partai pasti siap,  itu hanya pancingan saja,” jelas politisi gaek asal Badung ini.

Anggota Fraksi PDIP DPRD Bali ini menyampaikan prosesnya itu masih jauh. “Karena suasananya hangat-hangat kuku, kalau tidak  banyol politik kan kaku. Masing-masing partai punya cara sendiri proses itu, apapun keputusan partai pasti siap sebagai prajurit partai,” tegas Anggota Komisi IV DPRD Bali ini.

Laka pun mengaku tidak mau mengandai-ngandai jika pernyataan Golkar tersebut benar adanya. Baginya kader PDIP tahu batasan dan kewajiban. Kader PDIP tahu kewajiban wajib tunduk atas perintah partai.  “Jangan mengandai, karena itu lebih ruet, yang riil kader partai dan tunduk dengan partai. Itu guyonan salah satu strategi agar  kader-kader Golkar lebih berani lagi tampil. Sebatas maneuver ringan, bagaian dari pada pendekatan psikologi,” ungkapnya.

Hal itu pun dianggapnya bagus, sebab membuat senyum  meski beda baju. Meski partai berbeda bisa bersama bagi kader-kader partai, agar tidak ada beda baju namun beda raut wajah. Terlebih para petinggi partai beda baju membuat suasana adem.

Menurut Laka, ketika memasuki proses jelas nantinya aka nada tahapan diinternal PDIP. Misalnya Gubernur Bali Wayan Koster sebagai incumbent, jika tidak ada masalah fatal, pasti akan naik dua periode. Kemudian Giri Prasta yang sudah dua periode di Badung, jelas dipertimbangkan induk partai untuk mendapatkan posisi. Apalagi catatan bagus dari kader sekelas Giri Prasta.

“Nanti partai  punya cara untuk itu, rekam jejak dilihat, hasil survei.  Pak Gubernur Koster kalau tidak ada kesalahan atau pasal pasti dua periode. Kalau Pak Giri jika bisa disatukan oleh ibu (Megawati,Red),” jelas Laka. “ Pak Koster Guberbur, Pak Giri wakil. Jika dipanggil ibu, selanjutnya berporses supaya tidak ada tercecer.  Itu harapan saya selaku kader partai, supaya elit – elit partai bersatu padu. Saya yakin sangat kuat jika paket Pak Koster – Giri, bahkan tak ada lawan sebanding,” tandasnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/