27.6 C
Denpasar
Friday, February 3, 2023

KTT G20, Pendapatan Badung Meroket, November Kantongi Rp 387,8 Miliar

MANGUPURA, BALI EXPRESS — Perhelatan KTT G20 nyatanya sudah membawa dampak positif bagi pendapatan daerah Kabupaten Badung. Sebab pendapatan sepanjang November saja mencapai Rp 387,8 miliar. Lonjakan pendapatan yang cukup drastis ini diakui Kepada Badan Pendapatan (Bapenda) Badung I Made Sutama saat dikonfirmasi Selasa (22/11).

Menurutnya, lonjakan pendapatan berada pada sektor Pajak Hotel dan Restoran (PHR). Bahkan belum melewati November, sudah menunjukan hasil yang fantastis. Peningkatan ini ditopang event KTT G20 yang sempat digelar di kawasan Nusa Dua dan sekitarnya.

“Harus diakui G20 membawa dampak positif. Terbukti, dari realisasi Oktober sebesar Rp 2,35 triliun, sampai 22 November sudah menjadi Rp 2,74 triliun. Jadi ada tambahan di bulan November sebesar Rp 387,8 miliar,” ungkap Sutama.

Baca Juga :  Satpol PP Gencarkan Penurunan Papan Reklame Bodong

Selain KTT G20, Sutama menjelaskan, realisasi pendapatan sangat ditentukan kondisi riil di lapangan. Jika dilihat dari kedatangan wisatawan yang terus menggeliat, pembukaan sejumlah rute penerbangan, dan banyaknya kegiatan bertaraf nasional atau internasional, realisasi pendapatan di Gumi Keris dipastikan akan terus meningkat.

“Semakin pulihnya sektor pariwisata, dengan meningkatnya kunjungan wisatawan, baik asing maupun domestik, berpengaruh besar terhadap pendapatan pajak daerah,” jelasnya.

Pihaknya menyebutkan, penerimaan pendapatan tertinggi saat ini masih bersumber dari PHR. “Melihat tren peningkatan pajak, PHR tetap mendominasi. Namun kami tetap optimis semuanya akan kembali pulih,” paparnya.

Untuk diketahui, realisasi pajak hotel pada triwulan III mencapai Rp 491,8 miliar. Angka ini mengalami peningkatan sebesar 52,36 persen atau sebanyak Rp 257,5 miliar. Untuk triwulan II realisasi pendapatan mencapai Rp 234,2 miliar. Sedangkan, pendapatan pajak restoran pada triwulan III mencapai Rp 155,8 miliar, naik 35,48 persen atau sebesar Rp 55,3 miliar dibandingkan triwulan II yang mencapai Rp 100,5 miliar.

Baca Juga :  Usai KTT G20, Jokowi Langsung Blusukan' di Pasar Badung

Peningkatan pendapatan juga tercermin dari realisasi pajak hiburan sebesar 46,61 persen atau Rp 10 miliar dengan realisasi di triwulan III Rp 21,7 miliar dibandingkan triwulan II yang mencapai Rp 11,59 miliar.
“Dari ketiga sektor, peningkatan pendapatan sebesar 48,25 persen. Pendapatan ini belum termasuk dari reklame, BPHTB, PBB dan lainnya,” tandasnya.

 






Reporter: I Putu Resa Kertawedangga

MANGUPURA, BALI EXPRESS — Perhelatan KTT G20 nyatanya sudah membawa dampak positif bagi pendapatan daerah Kabupaten Badung. Sebab pendapatan sepanjang November saja mencapai Rp 387,8 miliar. Lonjakan pendapatan yang cukup drastis ini diakui Kepada Badan Pendapatan (Bapenda) Badung I Made Sutama saat dikonfirmasi Selasa (22/11).

Menurutnya, lonjakan pendapatan berada pada sektor Pajak Hotel dan Restoran (PHR). Bahkan belum melewati November, sudah menunjukan hasil yang fantastis. Peningkatan ini ditopang event KTT G20 yang sempat digelar di kawasan Nusa Dua dan sekitarnya.

“Harus diakui G20 membawa dampak positif. Terbukti, dari realisasi Oktober sebesar Rp 2,35 triliun, sampai 22 November sudah menjadi Rp 2,74 triliun. Jadi ada tambahan di bulan November sebesar Rp 387,8 miliar,” ungkap Sutama.

Baca Juga :  Wajah Bocah dari Sudaji Terbakar Kena Ledakan Petasan

Selain KTT G20, Sutama menjelaskan, realisasi pendapatan sangat ditentukan kondisi riil di lapangan. Jika dilihat dari kedatangan wisatawan yang terus menggeliat, pembukaan sejumlah rute penerbangan, dan banyaknya kegiatan bertaraf nasional atau internasional, realisasi pendapatan di Gumi Keris dipastikan akan terus meningkat.

“Semakin pulihnya sektor pariwisata, dengan meningkatnya kunjungan wisatawan, baik asing maupun domestik, berpengaruh besar terhadap pendapatan pajak daerah,” jelasnya.

Pihaknya menyebutkan, penerimaan pendapatan tertinggi saat ini masih bersumber dari PHR. “Melihat tren peningkatan pajak, PHR tetap mendominasi. Namun kami tetap optimis semuanya akan kembali pulih,” paparnya.

Untuk diketahui, realisasi pajak hotel pada triwulan III mencapai Rp 491,8 miliar. Angka ini mengalami peningkatan sebesar 52,36 persen atau sebanyak Rp 257,5 miliar. Untuk triwulan II realisasi pendapatan mencapai Rp 234,2 miliar. Sedangkan, pendapatan pajak restoran pada triwulan III mencapai Rp 155,8 miliar, naik 35,48 persen atau sebesar Rp 55,3 miliar dibandingkan triwulan II yang mencapai Rp 100,5 miliar.

Baca Juga :  Rem Blong, Avanza Terjun ke Jurang, Satu Penumpang Balita Meninggal

Peningkatan pendapatan juga tercermin dari realisasi pajak hiburan sebesar 46,61 persen atau Rp 10 miliar dengan realisasi di triwulan III Rp 21,7 miliar dibandingkan triwulan II yang mencapai Rp 11,59 miliar.
“Dari ketiga sektor, peningkatan pendapatan sebesar 48,25 persen. Pendapatan ini belum termasuk dari reklame, BPHTB, PBB dan lainnya,” tandasnya.

 






Reporter: I Putu Resa Kertawedangga

Most Read

Artikel Terbaru