alexametrics
29.8 C
Denpasar
Wednesday, May 25, 2022

Disangka Korupsi Puluhan Miliar, Dewa Puspaka Segera Diadili

DENPASAR, BALI EXPRESS – Perkara dugaan tindak pidana korupsi dengan terdakwa Ir. Dewa Ketut Puspaka, MP segera disidangkan di Pengadilan Tipikor Denpasar. Menurut Jubir PN Denpasar, Gede Putera Astawa, Kamis (23/12) perkara nomor 36/Pid.Sus-TPK/2021/PN Dps, akan diadili oleh majelis hakim  Heriyanti (Ketua), Kony Hartanto dan Nelson, keduanya bertindak sebagai hakim anggota. “Jadwal sidang pertama atau pembacaan surat dakwaan dari tim penuntut umum hari Selasa (28/12) mendatang,”ujar Putera Astawa.

Dewa Ketut Puspaka (DKP) dihadapkan ke meja hijau atas dugaan menerima sejumlah uang (gratifikasi) dalam kaitannya dengan pembangunan Bandara Bali Utara di Kabupaten Buleleng, pengurusan izin pembangunan Terminal Penerima LNG Celukan Bawang dan penyewaan lahan tanah desa Yeh Sanih semasa menjabat Sekda Kabupaten Buleleng. Jumlah uang yang diterima DKP, sekitar 16 Miliar.

Proses penyidikan DKP di Kejati Bali memakan waktu cukup lama. Awalnya, DKP disangka melakukan korupsi rumah jabatan (Rumjab) Sekda. Dalam perjalanan proses penyidikan, sangkaan awal tersebut tidak dilanjutkan dan penyidik bergeser ke masalah gratifikasi.

DKP selain disangka menerima gratifikasi juga dibidik melakukan Tindak Pidana Pencucian Uang dengan sangkaan melanggar Pasal 11 atau Pasal 12 huruf e atau huruf a atau huruf b atau huruf g UU No 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU NO 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan tindak pidana pencucian uang terkait penerimaan tersebut sebagaimana diatur dalam Pasal 3, 4 dan 5 UU No 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Sambil menunggu proses hukum rampung, DKP  sejak pelimpahan tahap dua yakni dari penyidik ke penuntut umum dilakukan penahanan di Lapas Kerobokan terhitung sejak tanggal 15 Nopember 2021 hingga 20 hari ke depan. Sebelumnya DKP telah dilakukan penahanan di tahap penyidikan sejak tanggal 18 Oktober 2021.

Dalam persidangan mendatang, DKP yang didampingi kuasa hukum Agus Sujoko dkk akan ditangani tim penuntut umum, Agus Purnomo, selaku Asisten Bidang Pidana Khusus Kejati Bali didampingi anggota. Agus Sujoko dikonfirmasi terpisah terkait jadwal persidangan kliennya hanya menanggapi ringan. “Kita hormati proses hukum, agar secepatnya ada kepastian hukum pada klien kami. Kalau bukti-bukti kita juga punya, nanti saatnya kita buka di persidangan biar diketahui publik,”ujar Agus Sujoko.






Reporter: Suharnanto

DENPASAR, BALI EXPRESS – Perkara dugaan tindak pidana korupsi dengan terdakwa Ir. Dewa Ketut Puspaka, MP segera disidangkan di Pengadilan Tipikor Denpasar. Menurut Jubir PN Denpasar, Gede Putera Astawa, Kamis (23/12) perkara nomor 36/Pid.Sus-TPK/2021/PN Dps, akan diadili oleh majelis hakim  Heriyanti (Ketua), Kony Hartanto dan Nelson, keduanya bertindak sebagai hakim anggota. “Jadwal sidang pertama atau pembacaan surat dakwaan dari tim penuntut umum hari Selasa (28/12) mendatang,”ujar Putera Astawa.

Dewa Ketut Puspaka (DKP) dihadapkan ke meja hijau atas dugaan menerima sejumlah uang (gratifikasi) dalam kaitannya dengan pembangunan Bandara Bali Utara di Kabupaten Buleleng, pengurusan izin pembangunan Terminal Penerima LNG Celukan Bawang dan penyewaan lahan tanah desa Yeh Sanih semasa menjabat Sekda Kabupaten Buleleng. Jumlah uang yang diterima DKP, sekitar 16 Miliar.

Proses penyidikan DKP di Kejati Bali memakan waktu cukup lama. Awalnya, DKP disangka melakukan korupsi rumah jabatan (Rumjab) Sekda. Dalam perjalanan proses penyidikan, sangkaan awal tersebut tidak dilanjutkan dan penyidik bergeser ke masalah gratifikasi.

DKP selain disangka menerima gratifikasi juga dibidik melakukan Tindak Pidana Pencucian Uang dengan sangkaan melanggar Pasal 11 atau Pasal 12 huruf e atau huruf a atau huruf b atau huruf g UU No 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU NO 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan tindak pidana pencucian uang terkait penerimaan tersebut sebagaimana diatur dalam Pasal 3, 4 dan 5 UU No 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Sambil menunggu proses hukum rampung, DKP  sejak pelimpahan tahap dua yakni dari penyidik ke penuntut umum dilakukan penahanan di Lapas Kerobokan terhitung sejak tanggal 15 Nopember 2021 hingga 20 hari ke depan. Sebelumnya DKP telah dilakukan penahanan di tahap penyidikan sejak tanggal 18 Oktober 2021.

Dalam persidangan mendatang, DKP yang didampingi kuasa hukum Agus Sujoko dkk akan ditangani tim penuntut umum, Agus Purnomo, selaku Asisten Bidang Pidana Khusus Kejati Bali didampingi anggota. Agus Sujoko dikonfirmasi terpisah terkait jadwal persidangan kliennya hanya menanggapi ringan. “Kita hormati proses hukum, agar secepatnya ada kepastian hukum pada klien kami. Kalau bukti-bukti kita juga punya, nanti saatnya kita buka di persidangan biar diketahui publik,”ujar Agus Sujoko.






Reporter: Suharnanto

Most Read

Artikel Terbaru

/