alexametrics
26.8 C
Denpasar
Sunday, May 29, 2022

Kata “Puki” Awali Pengeroyokan, Kepala Sopir Truk Berdarah-Darah

DENPASAR, BALI EXPRESS – Keributan berujung pengeroyokan terjadi di sebuah warung, simpang Jalan Teuku Umar Barat-Jalan Gunung Salak, Padangsambian Klod, Denpasar Barat, pada Kamis (23/12) dini hari. Akibatnya seorang pria bernama Agustinus Beni, 47, terpaksa dibawa ke IGD RS Sanglah.

Berdasar keterangan penjaga warung bernama Amanda Sau, 34, kepada polisi, kejadian ini bermula ketika Agustinus selaku temannya datang ke warung pada Rabu (22/12) sekitar pukul 22.00. Mereka kemudian minum bir bersama tiga orang lainnya yakni perempuan bernama Marni, serta lelaki bernama Vatim dan Erik.

“Mereka minum empat botol bir sambil karaoke dan cerita-cerita,” terang Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Ketut Sukadi mengutip keterangan Amanda saat dikonfirmasi pada Kamis (23/12). Kemudian secara tiba-tiba datang dua pria dari warung disebelahnya.

Dua pria yang disebut berasal dari Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT) itu salah satunya mengobrol dengan Marni. Tanpa diduga satunya lagi malah memaki dengan kata “Puki” yang memicu ketegangan. Sontak saja Vatim menghampiri mereka dan menanyakan maksud dari ucapan tersebut. Namun tindakan itu dianggap tantangan berkelahi.

Sehingga kurang lebih lima orang termasuk pria bernama Maksi selaku pemilik warung sebelah spontan datang ke tempat kejadian, bahkan dikatakan langsung menyerang. Mereka semua saling tunjuk, tapi justru Agustinus yang menjadi sasaran bogem mentah oleh Maksi.

Kekerasan semakin menjadi ketika pria yang berprofesi sebagai sopir truk itu memegang botol bensin diduga untuk membela diri. Namun itu sia-sia lantaran bukan hanya dari Maksi, pemukulan juga dilakukan ramai-ramai oleh empat orang lain dan dua pria Sumba tersebut. “Korban dikeroyok sampai terjatuh, dia tidak sempat melawan, cuma memegang botol bensin,” tambahnya.

Tak tinggal diam, Vatim mengambil sandal dan memukul Maksi dari belakang dengan tujuan melerai. Akan tetapi dia dihadiahi tendangan hingga pinsan. Begitu juga Marni yang hendak melakukan hal serupa malah dilempari gelas. Alhasil masyarakat sekitar dibuat heboh dengan adanya kericuhan, termasuk driver ojek online ramai mendatangi lokasi untuk melerai.

Adapun akibat dikeroyok, Agustinus mengalami luka robek cukup panjang di kepalanya sampai mengucurkan banyak darah serta luka di bibir. Beruntung petugas PMI Denpasar dengan ambulans BPBD Denpasar yang dihubungi salah seorang warga cepat datang melakukan perawatan.

Kemudian pria asal Surabaya, Jawa Timur ini dirujuk ke RS Sanglah. “Mengenai motif mengapa korban menjadi sasaran pengeroyokan masih diselidiki, petugas juga sudah mengecek kondisi korban yang sedang dirawat di RS,” pungkasnya.






Reporter: I Gede Paramasutha

DENPASAR, BALI EXPRESS – Keributan berujung pengeroyokan terjadi di sebuah warung, simpang Jalan Teuku Umar Barat-Jalan Gunung Salak, Padangsambian Klod, Denpasar Barat, pada Kamis (23/12) dini hari. Akibatnya seorang pria bernama Agustinus Beni, 47, terpaksa dibawa ke IGD RS Sanglah.

Berdasar keterangan penjaga warung bernama Amanda Sau, 34, kepada polisi, kejadian ini bermula ketika Agustinus selaku temannya datang ke warung pada Rabu (22/12) sekitar pukul 22.00. Mereka kemudian minum bir bersama tiga orang lainnya yakni perempuan bernama Marni, serta lelaki bernama Vatim dan Erik.

“Mereka minum empat botol bir sambil karaoke dan cerita-cerita,” terang Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Ketut Sukadi mengutip keterangan Amanda saat dikonfirmasi pada Kamis (23/12). Kemudian secara tiba-tiba datang dua pria dari warung disebelahnya.

Dua pria yang disebut berasal dari Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT) itu salah satunya mengobrol dengan Marni. Tanpa diduga satunya lagi malah memaki dengan kata “Puki” yang memicu ketegangan. Sontak saja Vatim menghampiri mereka dan menanyakan maksud dari ucapan tersebut. Namun tindakan itu dianggap tantangan berkelahi.

Sehingga kurang lebih lima orang termasuk pria bernama Maksi selaku pemilik warung sebelah spontan datang ke tempat kejadian, bahkan dikatakan langsung menyerang. Mereka semua saling tunjuk, tapi justru Agustinus yang menjadi sasaran bogem mentah oleh Maksi.

Kekerasan semakin menjadi ketika pria yang berprofesi sebagai sopir truk itu memegang botol bensin diduga untuk membela diri. Namun itu sia-sia lantaran bukan hanya dari Maksi, pemukulan juga dilakukan ramai-ramai oleh empat orang lain dan dua pria Sumba tersebut. “Korban dikeroyok sampai terjatuh, dia tidak sempat melawan, cuma memegang botol bensin,” tambahnya.

Tak tinggal diam, Vatim mengambil sandal dan memukul Maksi dari belakang dengan tujuan melerai. Akan tetapi dia dihadiahi tendangan hingga pinsan. Begitu juga Marni yang hendak melakukan hal serupa malah dilempari gelas. Alhasil masyarakat sekitar dibuat heboh dengan adanya kericuhan, termasuk driver ojek online ramai mendatangi lokasi untuk melerai.

Adapun akibat dikeroyok, Agustinus mengalami luka robek cukup panjang di kepalanya sampai mengucurkan banyak darah serta luka di bibir. Beruntung petugas PMI Denpasar dengan ambulans BPBD Denpasar yang dihubungi salah seorang warga cepat datang melakukan perawatan.

Kemudian pria asal Surabaya, Jawa Timur ini dirujuk ke RS Sanglah. “Mengenai motif mengapa korban menjadi sasaran pengeroyokan masih diselidiki, petugas juga sudah mengecek kondisi korban yang sedang dirawat di RS,” pungkasnya.






Reporter: I Gede Paramasutha

Most Read

Artikel Terbaru

/