alexametrics
26.5 C
Denpasar
Thursday, May 19, 2022

Akademisi Sebut Pariwisata Bali Harus Segera Ditolong

DENPASAR, BALI EXPRESS – Kehadiran Covid-19 varian Omicron membuat masyarakat Bali mulai cemas. Pasalnya, tiga bulan dibukanya penerbangan internasional Bandar Udara (Bandara) Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, tak kunjung mendatangkan wisatawan mancanegara (wisman) ke Bali. Terlebih beberapa hari ini lonjakan kasus kembali terjadi meski tidak begitu signifikan. Di sisi lain, Bali yang sudah bersiap dan membentengi diri berharap bisa diselamatkan dari kondisi ini.

Akademisi Pariwisata Univesitas Udayana Dr. I Putu Anom S.E., M.Par, menuturkan, meski telah dilakukan berbagai kebijakan penanganan Covid-19 saat ini, nampaknya belum membuat pariwisata bangkit kembali. Kunjungan wisman sangat minim dan kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) pun minim dikarenakan tidak ada momen liburan.

“Wisdom itu bersifat musiman, seperti waktu Nataru (Natal dan Tahun Baru). Dan kemampuan ekonomi masyarakat juga masih rendah karena kemampuan ekonomi yang menurun,” ujarnya, Senin (24/1).

Menurutnya, Pemerintah Pusat harus menolong pariwisata Bali agar cepat bangkit untuk bisa meningkatkan geliat ekonomi Bali yang kini sudah sangat terpuruk. Meski ada kenaikan pandemi varian Omicron, bisa diusahakan agar pintu-pintu masuk di Bali diawasi dengan ketat.

“Masyarakat juga sudah disiplin mengikuti prokes (protokol kesehatan) dan sudah mayoritas mendapatkan vaksin dosis 2 serta sekarang ada vaksin 3 dengan vaksin booster,” katanya.

Pihaknya pun mendorong agar 5 poin usulan pelaku pariwisata bisa segera direspon dan direalisasikan. “Kelima poin usulan tersebut yang terkait, visa, kebijakan karantina, penerbangan langsung ke Bali, memperluas negara-negara yang diajak kerjasama serta kebijakan terkait asuransi bagi wisman. Ini harus segera direalisasikan,” tegasnya.






Reporter: Rika Riyanti

DENPASAR, BALI EXPRESS – Kehadiran Covid-19 varian Omicron membuat masyarakat Bali mulai cemas. Pasalnya, tiga bulan dibukanya penerbangan internasional Bandar Udara (Bandara) Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, tak kunjung mendatangkan wisatawan mancanegara (wisman) ke Bali. Terlebih beberapa hari ini lonjakan kasus kembali terjadi meski tidak begitu signifikan. Di sisi lain, Bali yang sudah bersiap dan membentengi diri berharap bisa diselamatkan dari kondisi ini.

Akademisi Pariwisata Univesitas Udayana Dr. I Putu Anom S.E., M.Par, menuturkan, meski telah dilakukan berbagai kebijakan penanganan Covid-19 saat ini, nampaknya belum membuat pariwisata bangkit kembali. Kunjungan wisman sangat minim dan kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) pun minim dikarenakan tidak ada momen liburan.

“Wisdom itu bersifat musiman, seperti waktu Nataru (Natal dan Tahun Baru). Dan kemampuan ekonomi masyarakat juga masih rendah karena kemampuan ekonomi yang menurun,” ujarnya, Senin (24/1).

Menurutnya, Pemerintah Pusat harus menolong pariwisata Bali agar cepat bangkit untuk bisa meningkatkan geliat ekonomi Bali yang kini sudah sangat terpuruk. Meski ada kenaikan pandemi varian Omicron, bisa diusahakan agar pintu-pintu masuk di Bali diawasi dengan ketat.

“Masyarakat juga sudah disiplin mengikuti prokes (protokol kesehatan) dan sudah mayoritas mendapatkan vaksin dosis 2 serta sekarang ada vaksin 3 dengan vaksin booster,” katanya.

Pihaknya pun mendorong agar 5 poin usulan pelaku pariwisata bisa segera direspon dan direalisasikan. “Kelima poin usulan tersebut yang terkait, visa, kebijakan karantina, penerbangan langsung ke Bali, memperluas negara-negara yang diajak kerjasama serta kebijakan terkait asuransi bagi wisman. Ini harus segera direalisasikan,” tegasnya.






Reporter: Rika Riyanti

Most Read

Artikel Terbaru

/