alexametrics
28.8 C
Denpasar
Saturday, May 28, 2022

Jual Kayu Hasil Tebangan di Hutan Desa, Ketua LPHD Ditangkap

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Polsek Sukasada berhasil mengamankan satu orang pelaku penebangan pohon yang berlokasi di kawasan hutan desa Sambangan. Mirisnya, pelaku Wayan Dapat Yasa merupakan Ketua Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) desa Sambangan. Ulah pelaku pun sangat disayangkan. Pelaku diamankan Polsek Sukasada, Jumat (21/1) sekitar pukul 19.00 wita. Dalam penyergapan itu, aparat menemukan beberapa batang kayu yang telah ditebang serta beberapa orang. Namun ketika melihat petugas datang, beberapa orang berhasil kabur dan petugas gabungan hanya menemukan pelaku Wayan Dapat Yasa, yang diketahui berperan menjual kayu.

 

Saat dikonfirmasi Sabtu (22/1), Kapolsek Sukasada, Kompol Made Agus Dwi Wirawan menegaskan, kayu jenis sonokeling yang ditebang itu dijual kepada penadah. Kayu-kayu tersebut ditebang di wilayah Lingkungan Tiingtali, Banjar Dinas Banjar Anyar, Desa Sambangan, Kecamatan Sukasada. “Saat ditemukan pelaku merupakan yang menjual satu pohon kayu sonokeling yang ditebang,” ungkap Kompol Dwi saat dihubungi via telepon.

 

Penangkapan pelaku penebangan pohon di kawasan hutan desa itu berawal dari informasi dari masyarakat kepada babinKamtibmas Desa Panji. Dikabarkan terdapat penebangan kayu di kawasan hutan desa Sambangan. Mendapat laporan itu, aparat bergegas melakukan pengecekan ke lokasi hutan sekitar pukul 19.00 wita. “Saat tiba di TKP memang benar ditemukan ada kendaran yang sedang parkir yang di atasnya berisi kayu jenis sonokeling tanpa dilengkapi dengan dokumen. Namun pada saat sopir melihat petugas bersama warga datang kemudian sopir tersebut melarikan diri dan kendaran yang berisi kayu tersebut ditinggalkan,” paparnya.

 

Dari aksi penyergapan itu, polisi akhirnya menggelandang satu orang pelaku yang menjual kayu. Sementara pelaku lainnya kocar-kacir. Kayu-kayu yang dijual itu juga diamankan Polsek Sukasada sebagai barang bukti. “Barang bukti yang diamankan sebesar Rp 2,5 juta dari hasil penjualan. Dua barang kayu sonokeling.Panjangnya masing-masing 2 meter. Satu unit kendaraan Rosa empat jenis Suzuki carry APP DK 8709 UW,” kata dia.

 

Kasus ini pun kini tengah didalami Polsek Sukasada. Polisi kini juga tengah memburu penebang serta pembelinya. “Kami Masih sidik penebang dan pembelinya itu. Perkembangan selanjutnya akan kami sampaikan. Saat ini kami sedang melakukan pengembangan,” tegasnya.






Reporter: Dian Suryantini

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Polsek Sukasada berhasil mengamankan satu orang pelaku penebangan pohon yang berlokasi di kawasan hutan desa Sambangan. Mirisnya, pelaku Wayan Dapat Yasa merupakan Ketua Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) desa Sambangan. Ulah pelaku pun sangat disayangkan. Pelaku diamankan Polsek Sukasada, Jumat (21/1) sekitar pukul 19.00 wita. Dalam penyergapan itu, aparat menemukan beberapa batang kayu yang telah ditebang serta beberapa orang. Namun ketika melihat petugas datang, beberapa orang berhasil kabur dan petugas gabungan hanya menemukan pelaku Wayan Dapat Yasa, yang diketahui berperan menjual kayu.

 

Saat dikonfirmasi Sabtu (22/1), Kapolsek Sukasada, Kompol Made Agus Dwi Wirawan menegaskan, kayu jenis sonokeling yang ditebang itu dijual kepada penadah. Kayu-kayu tersebut ditebang di wilayah Lingkungan Tiingtali, Banjar Dinas Banjar Anyar, Desa Sambangan, Kecamatan Sukasada. “Saat ditemukan pelaku merupakan yang menjual satu pohon kayu sonokeling yang ditebang,” ungkap Kompol Dwi saat dihubungi via telepon.

 

Penangkapan pelaku penebangan pohon di kawasan hutan desa itu berawal dari informasi dari masyarakat kepada babinKamtibmas Desa Panji. Dikabarkan terdapat penebangan kayu di kawasan hutan desa Sambangan. Mendapat laporan itu, aparat bergegas melakukan pengecekan ke lokasi hutan sekitar pukul 19.00 wita. “Saat tiba di TKP memang benar ditemukan ada kendaran yang sedang parkir yang di atasnya berisi kayu jenis sonokeling tanpa dilengkapi dengan dokumen. Namun pada saat sopir melihat petugas bersama warga datang kemudian sopir tersebut melarikan diri dan kendaran yang berisi kayu tersebut ditinggalkan,” paparnya.

 

Dari aksi penyergapan itu, polisi akhirnya menggelandang satu orang pelaku yang menjual kayu. Sementara pelaku lainnya kocar-kacir. Kayu-kayu yang dijual itu juga diamankan Polsek Sukasada sebagai barang bukti. “Barang bukti yang diamankan sebesar Rp 2,5 juta dari hasil penjualan. Dua barang kayu sonokeling.Panjangnya masing-masing 2 meter. Satu unit kendaraan Rosa empat jenis Suzuki carry APP DK 8709 UW,” kata dia.

 

Kasus ini pun kini tengah didalami Polsek Sukasada. Polisi kini juga tengah memburu penebang serta pembelinya. “Kami Masih sidik penebang dan pembelinya itu. Perkembangan selanjutnya akan kami sampaikan. Saat ini kami sedang melakukan pengembangan,” tegasnya.






Reporter: Dian Suryantini

Most Read

Artikel Terbaru

/