alexametrics
24.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Ditelepon dengan Kata “Digarap”, Bendesa Anturan Lapor Polisi

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Bendesa Adat Anturan, Ketut Mangku, 65 melapor ke Polisi pada Rabu (23/2) pagi. Usut punya usut, pria yang tinggal di Banjar Dinas Pasar, Desa Anturan, Kecamatan/Kabupaten Buleleng melapor lantaran terus ditelpon dengan kata “digarap” hingga menimbulkan perasaan khawatir bersama keluarganya.

Bendesa Mangku menyebut, ada dua laporan yang diadukan ke Unit Reskrim Polres Buleleng. Pertama, saat ditelpon  pada Sabtu, 1 Januari lalu, yang diduga dilakukan oleh seseorang berinisial KT.  Kedua, perihal perbuatan yang membuat perasaan tidak menyenangkan yakni aksi demo yang diduga dilakukan oleh KT dan Jro I KW pada Selasa 4 Januari lalu atau tiga hari setelah ditelpon.

Pihaknya pun akhirnya melapor ke Polres Buleleng pada pagi Rabu. “Kami prajuru, krama Desa Adat Anturan dan Perbekel Desa Anturan Ketut Soka sepakat lapor. Ini teror, apalagi ada kalimat digarap dari KT melalui telepon seluler. Ya terang khawatir dan merasa terancam,” kata Bendesa Mangku, Rabu (23/2) sore.

Diceritakan Mangku, awal sebelum menerima kalimat digarap. Saat itu, ia bersama istri sedang melakukan persembahyangan keliling sebagai bentuk renungan suci pergantian tahun baru 1 Januari 2022. Saat sedang beristirahat di sebuah warung makan, tiba-tiba telepon selulernya berdering.

Karena kenal baik dengan KT, ia pun tanpa pikir Panjang menjawab telponnya. Awalnya baik-baik, bicara soal kemelut serta bahas solusi LPD Desa Anturan yang saat ini sedang ditangani Kejaksaan Buleleng.

“Kok tiba-tiba perbincangan melenceng dan KT melontarkan kalimat Nanti Saya Garap Anda,” terangnya.


SINGARAJA, BALI EXPRESS – Bendesa Adat Anturan, Ketut Mangku, 65 melapor ke Polisi pada Rabu (23/2) pagi. Usut punya usut, pria yang tinggal di Banjar Dinas Pasar, Desa Anturan, Kecamatan/Kabupaten Buleleng melapor lantaran terus ditelpon dengan kata “digarap” hingga menimbulkan perasaan khawatir bersama keluarganya.

Bendesa Mangku menyebut, ada dua laporan yang diadukan ke Unit Reskrim Polres Buleleng. Pertama, saat ditelpon  pada Sabtu, 1 Januari lalu, yang diduga dilakukan oleh seseorang berinisial KT.  Kedua, perihal perbuatan yang membuat perasaan tidak menyenangkan yakni aksi demo yang diduga dilakukan oleh KT dan Jro I KW pada Selasa 4 Januari lalu atau tiga hari setelah ditelpon.

Pihaknya pun akhirnya melapor ke Polres Buleleng pada pagi Rabu. “Kami prajuru, krama Desa Adat Anturan dan Perbekel Desa Anturan Ketut Soka sepakat lapor. Ini teror, apalagi ada kalimat digarap dari KT melalui telepon seluler. Ya terang khawatir dan merasa terancam,” kata Bendesa Mangku, Rabu (23/2) sore.

Diceritakan Mangku, awal sebelum menerima kalimat digarap. Saat itu, ia bersama istri sedang melakukan persembahyangan keliling sebagai bentuk renungan suci pergantian tahun baru 1 Januari 2022. Saat sedang beristirahat di sebuah warung makan, tiba-tiba telepon selulernya berdering.

Karena kenal baik dengan KT, ia pun tanpa pikir Panjang menjawab telponnya. Awalnya baik-baik, bicara soal kemelut serta bahas solusi LPD Desa Anturan yang saat ini sedang ditangani Kejaksaan Buleleng.

“Kok tiba-tiba perbincangan melenceng dan KT melontarkan kalimat Nanti Saya Garap Anda,” terangnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/