alexametrics
29.8 C
Denpasar
Wednesday, May 25, 2022

Salahgunakan Ijin Tinggal hingga Overstay, Enam WNA Dideportasi

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Enam orang Warga Negara Asing (WNA) telah dideportasi oleh Kantor Imigrasi Kelas II TPI Singaraja dalam kurun Januari hingga Maret 2021. WNA yang berasal dari berbagai negara itu terbukti menyalahgunakan izin tinggal selama di Indonesia.

 

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Singaraja, Nanang Mustofa saat dikonfrimasi pada Rabu (24/2) menjelaskan, dari enam WNA yang dideportasi, sebagian besar menyalahgunakan izin tinggal. Sedangkan dua WNA lainnya overstay.

 

Pertengahan Maret ini, Imigrasi Singaraja juga mendeportasi seorang WNA berjenis kelamin perempuan asal Ceko berinisial VZ, 31 ke negara asalnya melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, karena terbukti menyalahgunakan izin tinggalnya selama di Indonesia.

 

Dari hasil pemeriksaan petugas Imigrasi Singaraja, VZ mengantongi izin tinggal kunjungan. Namun, VZ melakukan kegiatan atau bekerja sebagai Instruktur Diving Freelance di Tulamben, wilayah Karangasem. Pelanggaran ini sesuai Pasal 75 ayat (1) UU RI No. 6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian.

 

“Yang bersangkutan terpaksa kami deportasi ke negaranya, beberapa hari lalu. WNA itu juga dikenakan sanksi berupa penangkalan selama 6 bulan. Tidak boleh masuk ke wilayah Indonesia selama 6 bulan, dan satu kali diperpanjang selama 6 bulan,” ujar Nanang Mustofa.

 

Pihak Imigrasi Singaraja yang selama ini membawahi wilayah kerja Buleleng, Jembrana, dan Karangasem sebut Nanang akan terus mengikatkan pengawasan. “Kami menjalin sinergi berkoordinasi bersama Timpora dan instansi terkait, untuk melakukan pengawasan,” imbuhnya.

 

Peran semua pihak termasuk masyarakat juga diharapakan menjadi sumber informasi terkait keberadaan WNA di wilayahnya, Sehingga bisa diketahui aktivitasnya di luar ijin tinggalnya serta melakukan pengawasan yang lebih ketat.

 

“Kami juga lakukan pengawasan terbuka dengan operasi gabungan dan tertutup secara administrasi karena kami yang mengeluarkan izin tinggal, baik itu kunjungan dan yang lain. Jadi kami harapkan, ada peran serta dari pihak terkait untuk bersinergi,” pungkasnya. 


SINGARAJA, BALI EXPRESS – Enam orang Warga Negara Asing (WNA) telah dideportasi oleh Kantor Imigrasi Kelas II TPI Singaraja dalam kurun Januari hingga Maret 2021. WNA yang berasal dari berbagai negara itu terbukti menyalahgunakan izin tinggal selama di Indonesia.

 

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Singaraja, Nanang Mustofa saat dikonfrimasi pada Rabu (24/2) menjelaskan, dari enam WNA yang dideportasi, sebagian besar menyalahgunakan izin tinggal. Sedangkan dua WNA lainnya overstay.

 

Pertengahan Maret ini, Imigrasi Singaraja juga mendeportasi seorang WNA berjenis kelamin perempuan asal Ceko berinisial VZ, 31 ke negara asalnya melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, karena terbukti menyalahgunakan izin tinggalnya selama di Indonesia.

 

Dari hasil pemeriksaan petugas Imigrasi Singaraja, VZ mengantongi izin tinggal kunjungan. Namun, VZ melakukan kegiatan atau bekerja sebagai Instruktur Diving Freelance di Tulamben, wilayah Karangasem. Pelanggaran ini sesuai Pasal 75 ayat (1) UU RI No. 6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian.

 

“Yang bersangkutan terpaksa kami deportasi ke negaranya, beberapa hari lalu. WNA itu juga dikenakan sanksi berupa penangkalan selama 6 bulan. Tidak boleh masuk ke wilayah Indonesia selama 6 bulan, dan satu kali diperpanjang selama 6 bulan,” ujar Nanang Mustofa.

 

Pihak Imigrasi Singaraja yang selama ini membawahi wilayah kerja Buleleng, Jembrana, dan Karangasem sebut Nanang akan terus mengikatkan pengawasan. “Kami menjalin sinergi berkoordinasi bersama Timpora dan instansi terkait, untuk melakukan pengawasan,” imbuhnya.

 

Peran semua pihak termasuk masyarakat juga diharapakan menjadi sumber informasi terkait keberadaan WNA di wilayahnya, Sehingga bisa diketahui aktivitasnya di luar ijin tinggalnya serta melakukan pengawasan yang lebih ketat.

 

“Kami juga lakukan pengawasan terbuka dengan operasi gabungan dan tertutup secara administrasi karena kami yang mengeluarkan izin tinggal, baik itu kunjungan dan yang lain. Jadi kami harapkan, ada peran serta dari pihak terkait untuk bersinergi,” pungkasnya. 


Most Read

Artikel Terbaru

/