alexametrics
29.8 C
Denpasar
Thursday, May 19, 2022

Miliki Anggota Keluarga Baru, 16 Ekor Komodo Lahir di Bali Safari Park

GIANYAR, BALI EXPRESS – Komodo merupakan salah satu satwa yang dirawat dan dikembangbiakkan di Bali Safari Park untuk tujuan konservasi agar bisa mempertahankan kelestariannya di alam liar. Konservasi itu pun berhasil dan dibuktikan dengan menetasnya bayi Komodo pada bulan Maret 2022 ini.

 

Asisten Kurator Bali Safari Park, Ida Ayu Ari Janiawati menjelaskan bahwa kabar tersebut sangat menggembirakan sekaligus membanggakan bagi Bali Safari Park. Sebab Bali Safari Park merupakan lembaga konservasi satwa pertama di Bali yang berhasil mengembangbiakkan kadal besar ini. “Komodo termasuk kadal terbesar di dunia yang memiliki habitat asli di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Satwa ini dapat ditemukan di Pulau Komodo, Rinca, Flores, Gili Motang dan Padar,” ujarnya (24/3).

 

Lebih lanjut dikatakannya jika saat ini Lembaga Uni Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN) memasukkan Komodo sebagai spesies yang rentan terhadap kepunahan. Aktifitas vulkanis, gempa bumi, kerusakan habitat dan perburuan gelap diperkirakan penyebab utama menurunnya populasi Komodo. Pemerintah Indonesia kemudian menetapkan bahwa Komodo masuk dalam spesies yang dilindungi. “Dan di bulan Maret 2022 ini kami kedatangan keluarga baru, yakni telur-telur Komodo yang menetas,” imbuhnya.

 

Dengan menetasnya bayi-bayi Komodo menjadi salah satu bukti nyata keberhasilan Bali Safari Park, setelah sebelumnya sukses dengan kelahiran bayi Hyena, Zebra dan Hippo pada penghujung tahun 2021 kemarin. “Ini merupakan keberhasilan pengembangbiakan komodo secara alami dan menjadi yang pertama di Bali. Dan kesuksesan ini bisa menjadi bukti keseriusan Bali Safari Park menjadi lembaga konservasi terbaik di Bali. Semoga anakan komodo ini berkembang dengan baik dan komodo di Bali Safari Park dapat berkembang biak kembali,” sebutnya.

 

Keberhasilan program konservasi tentunya juga terwujud berkat dukungan dari seluruh lapisan masyarakat yang tidak pernah lelah dalam mendukung kegiatan konservasi satwa di Bali. Dengan berkunjung ke Bali Safari Park yang beralamat di Jl. Prof. Dr. Ida Bagus Mantra km 19,8 Serongga, Kecamatan/Kabupaten Gianyar, diharapkan kedepannya bayi-bayi komodo ini dapat tumbuh dengan baik dan bisa segera bertemu dengan para sahabat satwa.

 

Bayi-bayi Komodo yang belum genap berusia 1 bulan kini masih dirawat secara intensif oleh tim Dokter Hewan Bali Safari Park. Dimana ada 16 ekor bayi Komodo yang berhasil menetas sehingga saat ini Bali Safari memiliki 24 ekor Komodo. “Saat ini kondisi anakan-anakan komodo dalam keadaan sehat dan aktif. Pemberian pakan dilakukan 2 kali dalam 1 minggu. Jumlah pakan yang diberikan disesuaikan dengan berat badan masing-masing anakan. Penimbangan berat badan dilakukan tiap 2 minggu sekali,” tandas Dokter Hewan Bali Safari Park, drh. Yohana Kusumaningtyas.


GIANYAR, BALI EXPRESS – Komodo merupakan salah satu satwa yang dirawat dan dikembangbiakkan di Bali Safari Park untuk tujuan konservasi agar bisa mempertahankan kelestariannya di alam liar. Konservasi itu pun berhasil dan dibuktikan dengan menetasnya bayi Komodo pada bulan Maret 2022 ini.

 

Asisten Kurator Bali Safari Park, Ida Ayu Ari Janiawati menjelaskan bahwa kabar tersebut sangat menggembirakan sekaligus membanggakan bagi Bali Safari Park. Sebab Bali Safari Park merupakan lembaga konservasi satwa pertama di Bali yang berhasil mengembangbiakkan kadal besar ini. “Komodo termasuk kadal terbesar di dunia yang memiliki habitat asli di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Satwa ini dapat ditemukan di Pulau Komodo, Rinca, Flores, Gili Motang dan Padar,” ujarnya (24/3).

 

Lebih lanjut dikatakannya jika saat ini Lembaga Uni Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN) memasukkan Komodo sebagai spesies yang rentan terhadap kepunahan. Aktifitas vulkanis, gempa bumi, kerusakan habitat dan perburuan gelap diperkirakan penyebab utama menurunnya populasi Komodo. Pemerintah Indonesia kemudian menetapkan bahwa Komodo masuk dalam spesies yang dilindungi. “Dan di bulan Maret 2022 ini kami kedatangan keluarga baru, yakni telur-telur Komodo yang menetas,” imbuhnya.

 

Dengan menetasnya bayi-bayi Komodo menjadi salah satu bukti nyata keberhasilan Bali Safari Park, setelah sebelumnya sukses dengan kelahiran bayi Hyena, Zebra dan Hippo pada penghujung tahun 2021 kemarin. “Ini merupakan keberhasilan pengembangbiakan komodo secara alami dan menjadi yang pertama di Bali. Dan kesuksesan ini bisa menjadi bukti keseriusan Bali Safari Park menjadi lembaga konservasi terbaik di Bali. Semoga anakan komodo ini berkembang dengan baik dan komodo di Bali Safari Park dapat berkembang biak kembali,” sebutnya.

 

Keberhasilan program konservasi tentunya juga terwujud berkat dukungan dari seluruh lapisan masyarakat yang tidak pernah lelah dalam mendukung kegiatan konservasi satwa di Bali. Dengan berkunjung ke Bali Safari Park yang beralamat di Jl. Prof. Dr. Ida Bagus Mantra km 19,8 Serongga, Kecamatan/Kabupaten Gianyar, diharapkan kedepannya bayi-bayi komodo ini dapat tumbuh dengan baik dan bisa segera bertemu dengan para sahabat satwa.

 

Bayi-bayi Komodo yang belum genap berusia 1 bulan kini masih dirawat secara intensif oleh tim Dokter Hewan Bali Safari Park. Dimana ada 16 ekor bayi Komodo yang berhasil menetas sehingga saat ini Bali Safari memiliki 24 ekor Komodo. “Saat ini kondisi anakan-anakan komodo dalam keadaan sehat dan aktif. Pemberian pakan dilakukan 2 kali dalam 1 minggu. Jumlah pakan yang diberikan disesuaikan dengan berat badan masing-masing anakan. Penimbangan berat badan dilakukan tiap 2 minggu sekali,” tandas Dokter Hewan Bali Safari Park, drh. Yohana Kusumaningtyas.


Most Read

Artikel Terbaru

/