25.4 C
Denpasar
Thursday, June 8, 2023

Aksi Intoleran di Buleleng, Jhon Sitorus Puji Sikap Pecalang

BALI EXPRESS- Perayaan Hari Raya Nyepi tahun Caka 1945 yang jatuh pada Rabu, (22/03) diwarnai dengan aksi intoleran oleh oknum warga di Buleleng. Saat umat Hindu di Bali merayakan Nyepi dengan melakukan Catur Brata Penyepian, sejumlah oknum warga mencoba masuk dan berekreasi ke Pantai Segara Rupek Desa Sumberkelampok, Kecamatan Gerokgak, Buleleng. Sontak aksi tersebut mengundang perdebatan dana du mulut dengan pecalang setempat.
Peristiwa intoleran tersebut juga menjadi perhatian penggiat media sosial, Jhon Sitorus. Pihaknya memuji sikap sabar dan tidak terprovokasi pecalang dalam menghadapi oknum intoleran tersebut.
Jhon menyebut jika ketegasan pecalang dalam mengamankan Nyepi tanpa dibarengi dengan persekusi meski ada oknum yang mencoba merusak suasana khusyuk dan suci perayaan Nyepi.
“Mengamankan tanpa kekerasan lalu menyerahkan ke penegak hukum, ini keren banget,” cuitnya.
“Bali melekat dengan Hindunya, mestinya kita menghargai mereka sebagaimana kita ingin dihargai. 1 hari kita ikut keheningan di Bali, jiwa kita ikut tenang pastinya,” cuit Jhon di Twitter, Rabu (22/03).
Lebih lanjut, Jhon juga mengatakan bahwa sikap Pecalang dalam menghadapi masalah patut dicontoh oleh kelompok pengamanan apalagi mengatasnamakan agama. Nilai-nilai humanisme yang ditunjukkan oleh pecalang layak diapresiasi lebih.
“Mereka bekerja tanpa digaji tapi kerja dengan sepenuh hati. Terlihat dari bagaimana mereka merespon oknum yang berusaha membuka paksa portal agar bisa wara wiri. Bapak-bapak pecalang justru meresponnya dengan logat Bali,”gak boleh gitu’, angkat topi untuk humanisme bapak-bapak pecalang,” jelasnya.

Baca Juga :  Manajer Restauran dan Tamunya Dikeroyok di Benoa





Reporter: Wiwin Meliana

BALI EXPRESS- Perayaan Hari Raya Nyepi tahun Caka 1945 yang jatuh pada Rabu, (22/03) diwarnai dengan aksi intoleran oleh oknum warga di Buleleng. Saat umat Hindu di Bali merayakan Nyepi dengan melakukan Catur Brata Penyepian, sejumlah oknum warga mencoba masuk dan berekreasi ke Pantai Segara Rupek Desa Sumberkelampok, Kecamatan Gerokgak, Buleleng. Sontak aksi tersebut mengundang perdebatan dana du mulut dengan pecalang setempat.
Peristiwa intoleran tersebut juga menjadi perhatian penggiat media sosial, Jhon Sitorus. Pihaknya memuji sikap sabar dan tidak terprovokasi pecalang dalam menghadapi oknum intoleran tersebut.
Jhon menyebut jika ketegasan pecalang dalam mengamankan Nyepi tanpa dibarengi dengan persekusi meski ada oknum yang mencoba merusak suasana khusyuk dan suci perayaan Nyepi.
“Mengamankan tanpa kekerasan lalu menyerahkan ke penegak hukum, ini keren banget,” cuitnya.
“Bali melekat dengan Hindunya, mestinya kita menghargai mereka sebagaimana kita ingin dihargai. 1 hari kita ikut keheningan di Bali, jiwa kita ikut tenang pastinya,” cuit Jhon di Twitter, Rabu (22/03).
Lebih lanjut, Jhon juga mengatakan bahwa sikap Pecalang dalam menghadapi masalah patut dicontoh oleh kelompok pengamanan apalagi mengatasnamakan agama. Nilai-nilai humanisme yang ditunjukkan oleh pecalang layak diapresiasi lebih.
“Mereka bekerja tanpa digaji tapi kerja dengan sepenuh hati. Terlihat dari bagaimana mereka merespon oknum yang berusaha membuka paksa portal agar bisa wara wiri. Bapak-bapak pecalang justru meresponnya dengan logat Bali,”gak boleh gitu’, angkat topi untuk humanisme bapak-bapak pecalang,” jelasnya.

Baca Juga :  Uthary, Siswi SMKN 1 Tabanan masih Tak Percaya Dapat Nilai Tertinggi





Reporter: Wiwin Meliana

Most Read

Artikel Terbaru