alexametrics
24.8 C
Denpasar
Tuesday, May 24, 2022

Wujudkan Pemungutan yang Transparan, E-Retribusi Kebersihan Diluncurkan

GIANYAR, BALI EXPRESS – Bank Sampah Unit Digital Istri Kelod Kangin, Kelurahan Beng, Gianyar, meluncurkan Program E-Retribusi Kebersihan, Sabtu (23/4). Peluncurkan dihadiri langsung oleh Bupati Gianyar I Made Mahayastra, didampingi Wakil Bupati Gianyar Anak Agung Gde Mayun, Anggota DPR RI I Nyoman Parta, Anggota DPRD Kabupaten Gianyar Dapil Gianyar, Sekretaris Daerah Kabupaten Gianyar Made Gede Wisnu Wijaya dan OPD terkait.

 

Launching E-Retribusi dilaksanakan atas kerjasama Pemkab Gianyar melalui Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gianyar, dengan Bank Daerah Gianyar, Bank Sampah Induk Geria Luhu, dan Bank Sampah Induk Mitra Gianyar Bagus. Launching ditandai dengan penyerahan Kartu Tabungan Sampah oleh Bupati Gianyar kepada ibu-ibu rumah tangga anggota Bank Sampah Unit Digital Istri Kelod Kangin dan menunjukkan notifikasi jual-beli bahan daur ulang, serta notifikasi pembayaran E-Retribusi pada handphone.

 

Pada kesempatan itu, Bupati Gianyar I Made Mahayastra mengapresiasi pelaksanaan E-Retribusi Kebersihan tersebut. Menurutnya penerapan E-Retribusi Kebersihan ini merupakan langkah terobosan, untuk mewujudkan pemungutan retribusi yang transparan dan akuntabel. Sehingga dengan adanya E-Retribusi Kebersihan ini, diharapkan pengelolaan retribusi semakin tertata, meminimalisir penyimpangan penarikan, membudayakan memilah sampah, gerakan gemar menabung dari hasil jual sampah, dan tentunya peningkatan PAD. “Launching E-Retribusi Kebersihan di Gianyar, sebagai titik awal di Beng bisa dijadikan percontohan di tingkat nasional,” ungkapnya.

 

 

Pihaknya pun meminta agar terobosan serupa tidak saja diterapkan di perkotaan, namun bisa diterapkan di pedesaan. Dengan E-Retribusi ini, jual-beli sampah rumah tangga perdesaan dapat difasilitasi menjadi tabungan, rumah tangga bersemangat memilah sampah, pemungutan iuran sampah oleh desa menjadi lebih mudah, dan pendapatan asli desa dapat ditingkatkan.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gianyar, Ni Made Mirnawati hingga akhir Maret 2022 timbulan sampah Kota Gianyar yang diangkut ke TPA Temesi sebanyak 39,30 ton per hari, yang dihasilkan oleh 13.103 keluarga, Pasar Umum Gianyar, pelaku usaha, dan fasilitas umum seperti perkantoran.

 

Kemudian pada tahun 2021, retribusi kebersihan yang berhasil dipungut baru Rp 127 Juta lebih, itupun hanya retribusi kebersihan dari pedagang pasar, dan jika dibandingkan dengan potensi retribusi masih jauh. Selanjutnya penarikan retribusi pelayanan kebersihan atau persampahan di Kota Gianyar, tidak mudah dilakukan, lantaran kesadaran masyarakat membayar retribusi kebersihan masih perlu ditingkatkan, dan keterbatasan personel pemungut retribusi merupakan tantangan terbesar yang harus dicarikan solusi.

 

Tidak ingin menyerah dengan keterbatasan tersebut, Pemkab membangun E-Retribusi Kebersihan. “Sistem E-Retribusi ini, tidak hanya memudahkan masyarakat dalam transaksi jual beli sampah menjadi tabungan, juga memudahkan penarikan retribusi kebersihan,” ujarnya.

 

Lebih lanjut dirinya menjelaskan bahwa rumah tangga yang ingin menjual sampah dapat mengunggah pada sistem jual-beli sampah Bank Sampah Induk untuk dijemput, kemudian hasil penjualan sampah langsung ditransfer oleh Bank Sampah Induk ke rekening tabungan rumah tangga pada Bank Daerah Gianyar, dan setiap akhir bulan dipotong dan ditransfer ke Rekening Bendara Penerimaan pada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gianyar untuk membayar retribusi kebersihan. “Semua transaksi menggunakan sistem elektronik atau paperless,” lanjutnya.

 

Pihaknya pun meminta kepada rumah tangga dan pelaku usaha untuk segera mendaftarkan diri pada petugas DLH atau secara online. “Kedepan, rumah tangga atau pelaku usaha yang tidak terdaftar, tidak akan mendapatkan pelayanan pengangkutan sampah,” pungkasnya.

 

Disisi lain, Direktur Utama Bank Daerah Gianyar I Nyoman Widana mengatakan, E-Retribusi Kebersihan ini yang pertama kali diterapkan, merupakan langkah strategis elektronifikasi keuangan yang dilakukan untuk menyentuh ekosistem di masyarakat yang lebih luas. “E-Retribusi Kebersihan merupakan bagian dari upaya untuk mensukseskan Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT),” tegasnya.

 

Dengan layanan transaksi jual-beli sampah menjadi tabungan dan pembayaran retribusi kebersihan secara elektronik, diharapkan rumah tangga semakin gemar memilah sampah menjadi tabungan, dan taat membayar retribusi sampah. Kedepan sistem ini akan diintegrasikan dengan layanan perbankan lainnya seperti layanan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (Kurdagas) yang digagas oleh Bupati Gianyar.

 

Ditambahkan oleh, Ketua Bank Sampah Induk Geria Luhu Ida Bagus Nara, penerapan E-Retribusi Kebersihan ini direspons positif oleh masyarakat. Masyarakat menjadi lebih gemar memilah sampah, sebab mudah melakukan transaksi jual-beli sampah menjadi tabungan. “Tidak terasa sambil memilah sampah tabungan bertambah, dan tidak repot lagi menyisihkan uang belanjanya untuk membayar retribusi kebersihan,” ungkapnya.

 

Salah satu anggota Bank Sampah Unit Digital Istri Kelod Kangin Beng, Jero Puspa mengatakan dengan adanya Bank Sampah dan E-restribusi Kebersihan, dirinya merasa lingkungannya disekitar menjadi bersih, terlebih lagi bisa mendapatkan penghasilan tambahan dari sampah yang ditukarkan menjadi tabungan. “Adanya bank sampah dan E-restribusi ini dapat mengurangi sampah organik maupun non organik yang ada di lingkungan. Kami juga bisa mendapatkan uang dari sampah yang ditukarkan berupat tabungan,” sebutnya.


GIANYAR, BALI EXPRESS – Bank Sampah Unit Digital Istri Kelod Kangin, Kelurahan Beng, Gianyar, meluncurkan Program E-Retribusi Kebersihan, Sabtu (23/4). Peluncurkan dihadiri langsung oleh Bupati Gianyar I Made Mahayastra, didampingi Wakil Bupati Gianyar Anak Agung Gde Mayun, Anggota DPR RI I Nyoman Parta, Anggota DPRD Kabupaten Gianyar Dapil Gianyar, Sekretaris Daerah Kabupaten Gianyar Made Gede Wisnu Wijaya dan OPD terkait.

 

Launching E-Retribusi dilaksanakan atas kerjasama Pemkab Gianyar melalui Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gianyar, dengan Bank Daerah Gianyar, Bank Sampah Induk Geria Luhu, dan Bank Sampah Induk Mitra Gianyar Bagus. Launching ditandai dengan penyerahan Kartu Tabungan Sampah oleh Bupati Gianyar kepada ibu-ibu rumah tangga anggota Bank Sampah Unit Digital Istri Kelod Kangin dan menunjukkan notifikasi jual-beli bahan daur ulang, serta notifikasi pembayaran E-Retribusi pada handphone.

 

Pada kesempatan itu, Bupati Gianyar I Made Mahayastra mengapresiasi pelaksanaan E-Retribusi Kebersihan tersebut. Menurutnya penerapan E-Retribusi Kebersihan ini merupakan langkah terobosan, untuk mewujudkan pemungutan retribusi yang transparan dan akuntabel. Sehingga dengan adanya E-Retribusi Kebersihan ini, diharapkan pengelolaan retribusi semakin tertata, meminimalisir penyimpangan penarikan, membudayakan memilah sampah, gerakan gemar menabung dari hasil jual sampah, dan tentunya peningkatan PAD. “Launching E-Retribusi Kebersihan di Gianyar, sebagai titik awal di Beng bisa dijadikan percontohan di tingkat nasional,” ungkapnya.

 

 

Pihaknya pun meminta agar terobosan serupa tidak saja diterapkan di perkotaan, namun bisa diterapkan di pedesaan. Dengan E-Retribusi ini, jual-beli sampah rumah tangga perdesaan dapat difasilitasi menjadi tabungan, rumah tangga bersemangat memilah sampah, pemungutan iuran sampah oleh desa menjadi lebih mudah, dan pendapatan asli desa dapat ditingkatkan.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gianyar, Ni Made Mirnawati hingga akhir Maret 2022 timbulan sampah Kota Gianyar yang diangkut ke TPA Temesi sebanyak 39,30 ton per hari, yang dihasilkan oleh 13.103 keluarga, Pasar Umum Gianyar, pelaku usaha, dan fasilitas umum seperti perkantoran.

 

Kemudian pada tahun 2021, retribusi kebersihan yang berhasil dipungut baru Rp 127 Juta lebih, itupun hanya retribusi kebersihan dari pedagang pasar, dan jika dibandingkan dengan potensi retribusi masih jauh. Selanjutnya penarikan retribusi pelayanan kebersihan atau persampahan di Kota Gianyar, tidak mudah dilakukan, lantaran kesadaran masyarakat membayar retribusi kebersihan masih perlu ditingkatkan, dan keterbatasan personel pemungut retribusi merupakan tantangan terbesar yang harus dicarikan solusi.

 

Tidak ingin menyerah dengan keterbatasan tersebut, Pemkab membangun E-Retribusi Kebersihan. “Sistem E-Retribusi ini, tidak hanya memudahkan masyarakat dalam transaksi jual beli sampah menjadi tabungan, juga memudahkan penarikan retribusi kebersihan,” ujarnya.

 

Lebih lanjut dirinya menjelaskan bahwa rumah tangga yang ingin menjual sampah dapat mengunggah pada sistem jual-beli sampah Bank Sampah Induk untuk dijemput, kemudian hasil penjualan sampah langsung ditransfer oleh Bank Sampah Induk ke rekening tabungan rumah tangga pada Bank Daerah Gianyar, dan setiap akhir bulan dipotong dan ditransfer ke Rekening Bendara Penerimaan pada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gianyar untuk membayar retribusi kebersihan. “Semua transaksi menggunakan sistem elektronik atau paperless,” lanjutnya.

 

Pihaknya pun meminta kepada rumah tangga dan pelaku usaha untuk segera mendaftarkan diri pada petugas DLH atau secara online. “Kedepan, rumah tangga atau pelaku usaha yang tidak terdaftar, tidak akan mendapatkan pelayanan pengangkutan sampah,” pungkasnya.

 

Disisi lain, Direktur Utama Bank Daerah Gianyar I Nyoman Widana mengatakan, E-Retribusi Kebersihan ini yang pertama kali diterapkan, merupakan langkah strategis elektronifikasi keuangan yang dilakukan untuk menyentuh ekosistem di masyarakat yang lebih luas. “E-Retribusi Kebersihan merupakan bagian dari upaya untuk mensukseskan Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT),” tegasnya.

 

Dengan layanan transaksi jual-beli sampah menjadi tabungan dan pembayaran retribusi kebersihan secara elektronik, diharapkan rumah tangga semakin gemar memilah sampah menjadi tabungan, dan taat membayar retribusi sampah. Kedepan sistem ini akan diintegrasikan dengan layanan perbankan lainnya seperti layanan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (Kurdagas) yang digagas oleh Bupati Gianyar.

 

Ditambahkan oleh, Ketua Bank Sampah Induk Geria Luhu Ida Bagus Nara, penerapan E-Retribusi Kebersihan ini direspons positif oleh masyarakat. Masyarakat menjadi lebih gemar memilah sampah, sebab mudah melakukan transaksi jual-beli sampah menjadi tabungan. “Tidak terasa sambil memilah sampah tabungan bertambah, dan tidak repot lagi menyisihkan uang belanjanya untuk membayar retribusi kebersihan,” ungkapnya.

 

Salah satu anggota Bank Sampah Unit Digital Istri Kelod Kangin Beng, Jero Puspa mengatakan dengan adanya Bank Sampah dan E-restribusi Kebersihan, dirinya merasa lingkungannya disekitar menjadi bersih, terlebih lagi bisa mendapatkan penghasilan tambahan dari sampah yang ditukarkan menjadi tabungan. “Adanya bank sampah dan E-restribusi ini dapat mengurangi sampah organik maupun non organik yang ada di lingkungan. Kami juga bisa mendapatkan uang dari sampah yang ditukarkan berupat tabungan,” sebutnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/