alexametrics
27.8 C
Denpasar
Wednesday, June 29, 2022

Diberhentikan Sementara, Oknum ASN Terlibat Narkoba Terima Gaji 50 Persen

GIANYAR, BALI EXPRESS – Kasus narkotika yang menjerat Aparatur Sipil Negara (ASN) di Badan Kesbangpol Gianyar, Ida Bagus Purnama Sidi alias Gus Lebo, 44, asal Kelurahan Bitera, Gianyar, membuat dirinya harus diberhentikan sementara dari posisinya selama ini. Kendatipun demikian oknum ASN ini tetap menerima gaji 50 persen.

 

 

Terkait hal tersebut, Sekda Gianyar I Made Gede Wisnu Wijaya mengatakan bahwa oknum ASN tersebut sudah mendapatkan surat penahanan dari pihak kepolisian. “Dengan surat penahanan itu maka kita ambil langkah tegas dengan memberhentikan sementara status kepegawaiannya sesuai PP 94 Tahun 2021 tentang disiplin PNS,” tegasnya Selasa (24/5).

 

Apabila nanti ada keputusan dari pengadilan yang berkekuatan hukum tetap (inkracht) baru lah akan dilakukan pemberhentian sebagai PNS. “Jadi selama proses peradilan ini kita tetap menganut asas praduga tak bersalah. Kalau nanti sudah ada keputusan yang inkracht baru kita akan lakukan pemberhentikan sebagai PNS,” paparnya.

 

Lebih lanjut dirinya menjelaskan jika dalam PP 94 Tahun 2021 tentang disiplin PNS sudah sangat jelas diatur mengenai sanksi terhadap pelanggaran waktu masuk kerja, hingga etika yang yang dapat berakibat fatal bagi PNS . Sanksi yang dapat diterima PNS bila melakukan pelanggaran pun ada beberapa tahap mulai dari sanksi ringan, sedang dan berat. Mulai dari surat peringatan, pemberhentian sementara, hingga pemberhentian dengan tidak hormat.

 

Maka dari itu pihaknya mengimbau agar seluruh ASn di lingkungan Pemkab Gianyar untuk senantiasa menataai peraturan yang ada dan menjauhi perbuatan melanggar hukum. “Kepada seluruh ASN dilingkungan Pemerintah Kabupaten Gianyar saya imbau agar menjauhi perbuatan yang melanggar hukum apalagi narkotika yang merupakan kejahatan luar biasa (extra ordinary crime),” tegas Wijaya.

 

Sementara itu, Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengambangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Gianyar I Wayan Warnata mengatakan bahwa oknum ASN yang bertugas di Bagian Ekonomi Kesbangpol tersebut saat ini diberhentikan sementara sambil menunggu proses hukum yang sedang berlangsung. “Diberhentikan sementara ini yang bersangkutan masih mendapatkan gaji tapi 50 persen, atau gaji pokok saja,” terangnya.

 

Sedangkan mengenai indisipliner pegawai, kata dia di Pemkab Gianyar selama tahun 2021 ada satu orang ASN yang dipecat karena kurang disiplin.

 

Sebelumnya diberitakan bahwa oknum ASN yang bertugas di Bagian Ekonomi Badan Kesbangpol Gianyar diamankan bersama seorang rekannya yang bernama I Dewa Nyoman Carma Tirtha Yadnya alias Dewa Suwi yang merupakan residivis kasus lain. Keduanya diamankan Sabtu (14/5) sekitar pukul 19.00 WITA di Jalan Astina Selatan tepatnya di depan Taman Makam Pahlawan, Gianyar oleh Satresnarkoba Polres Gianyar. Ketika itu tersangka Gus Lebo didapati membawa sabu yang dibonceng menggunakan motor yang dikendarai oleh Dewa Suwi. Keduanya kedapatan memiliki benda diduga sabu seberat 1,53 gram.


GIANYAR, BALI EXPRESS – Kasus narkotika yang menjerat Aparatur Sipil Negara (ASN) di Badan Kesbangpol Gianyar, Ida Bagus Purnama Sidi alias Gus Lebo, 44, asal Kelurahan Bitera, Gianyar, membuat dirinya harus diberhentikan sementara dari posisinya selama ini. Kendatipun demikian oknum ASN ini tetap menerima gaji 50 persen.

 

 

Terkait hal tersebut, Sekda Gianyar I Made Gede Wisnu Wijaya mengatakan bahwa oknum ASN tersebut sudah mendapatkan surat penahanan dari pihak kepolisian. “Dengan surat penahanan itu maka kita ambil langkah tegas dengan memberhentikan sementara status kepegawaiannya sesuai PP 94 Tahun 2021 tentang disiplin PNS,” tegasnya Selasa (24/5).

 

Apabila nanti ada keputusan dari pengadilan yang berkekuatan hukum tetap (inkracht) baru lah akan dilakukan pemberhentian sebagai PNS. “Jadi selama proses peradilan ini kita tetap menganut asas praduga tak bersalah. Kalau nanti sudah ada keputusan yang inkracht baru kita akan lakukan pemberhentikan sebagai PNS,” paparnya.

 

Lebih lanjut dirinya menjelaskan jika dalam PP 94 Tahun 2021 tentang disiplin PNS sudah sangat jelas diatur mengenai sanksi terhadap pelanggaran waktu masuk kerja, hingga etika yang yang dapat berakibat fatal bagi PNS . Sanksi yang dapat diterima PNS bila melakukan pelanggaran pun ada beberapa tahap mulai dari sanksi ringan, sedang dan berat. Mulai dari surat peringatan, pemberhentian sementara, hingga pemberhentian dengan tidak hormat.

 

Maka dari itu pihaknya mengimbau agar seluruh ASn di lingkungan Pemkab Gianyar untuk senantiasa menataai peraturan yang ada dan menjauhi perbuatan melanggar hukum. “Kepada seluruh ASN dilingkungan Pemerintah Kabupaten Gianyar saya imbau agar menjauhi perbuatan yang melanggar hukum apalagi narkotika yang merupakan kejahatan luar biasa (extra ordinary crime),” tegas Wijaya.

 

Sementara itu, Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengambangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Gianyar I Wayan Warnata mengatakan bahwa oknum ASN yang bertugas di Bagian Ekonomi Kesbangpol tersebut saat ini diberhentikan sementara sambil menunggu proses hukum yang sedang berlangsung. “Diberhentikan sementara ini yang bersangkutan masih mendapatkan gaji tapi 50 persen, atau gaji pokok saja,” terangnya.

 

Sedangkan mengenai indisipliner pegawai, kata dia di Pemkab Gianyar selama tahun 2021 ada satu orang ASN yang dipecat karena kurang disiplin.

 

Sebelumnya diberitakan bahwa oknum ASN yang bertugas di Bagian Ekonomi Badan Kesbangpol Gianyar diamankan bersama seorang rekannya yang bernama I Dewa Nyoman Carma Tirtha Yadnya alias Dewa Suwi yang merupakan residivis kasus lain. Keduanya diamankan Sabtu (14/5) sekitar pukul 19.00 WITA di Jalan Astina Selatan tepatnya di depan Taman Makam Pahlawan, Gianyar oleh Satresnarkoba Polres Gianyar. Ketika itu tersangka Gus Lebo didapati membawa sabu yang dibonceng menggunakan motor yang dikendarai oleh Dewa Suwi. Keduanya kedapatan memiliki benda diduga sabu seberat 1,53 gram.


Most Read

Artikel Terbaru

/