alexametrics
27.8 C
Denpasar
Sunday, June 26, 2022

Kasus Rabies Terus Naik di Tabanan, Distan Awasi Perbatasan

TABANAN, BALI EXPRESS- Hingga Mei 2022 di Tabanan ditemukan lima kasus Rabies. Setelah di Banjar Dauh Peken, Kecamatan Tabanan, kasus terbaru Rabies ditemukan di Banjar Semoja, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, Kamis (19/5) lalu. Yan menurut pemeriksaan Lab pasien ini positif Rabies.

Dengan adanya temuan kasus terbaru ini, Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian (Distan) Tabanan, Gde Eka Parta Ariana, menyebutkan jumlah kasus Rabies di Kabupaten Tabanan mengalami peningkatan. “Selama periode lima bulan pertama di tahun 2022, jumlah kasus Rabies di Tabanan sudah mencapai 5 kasus, ini artinya terjadi peningkatan 400 persen jika dibandingkan dengan tahun 2021,” jelasnya, Senin (23/5).

Untuk langkah antisipasi supaya kasus Rabies tidak mewabah, Eka Parta menyebutkan pihaknya melakukan beberapa upaya, salah satunya melakukan pengawasan di daerah perbatasan, seperti Selemadeg dan Pupuan. Pasalnya,
kasus Rabies terbaru ditemukan di kawasan perbatasan, yakni di Kecamatan Pupuan.

” Upaya antisipasi di daerah perbatasan harus kami giatkan, salah satunya dengan melakukan vaksinasi darurat untuk Hewan Perantara Rabies (HPR) dan manusia yang terindikasi melakukan kontak erat dengan HPR,” lanjutnya.

Sedangkan untuk vaksinasi massal diakuinya sudah dilakukan secara berkala. Namun karena keberadaan anjing liar yang tidak terawasi, diakui Eka Parta menjadi kendala untuk memutus rantai penyebaran Rabies.

Dikatakannya, populasi anjing di Kabupaten Tabanan saat ini mencapai 71.062 ekor. “Rencananya nanti anjing ini akan divaksin massal, dan kami akan melakukan penyisiran keberadaan anjing liar di Kabupaten Tabanan, sehingga penularan Rabies bisa dibatasi,” ungkpanya.

Dijelaskan Eka Parta, saat ini Kabupaten Tabanan memiliki sebanyak 6 ribu dosis vaksin Rabies yang merupakan hibah dari Pemprov Bali. Untuk kedepannya, Kabupaten Tabanan masih menunggu logistik lainnya, seperti serum antirasbies, kalung anjing dan alat suntik khusus untuk anjing liar.

 






Reporter: IGA Kusuma Yoni

TABANAN, BALI EXPRESS- Hingga Mei 2022 di Tabanan ditemukan lima kasus Rabies. Setelah di Banjar Dauh Peken, Kecamatan Tabanan, kasus terbaru Rabies ditemukan di Banjar Semoja, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, Kamis (19/5) lalu. Yan menurut pemeriksaan Lab pasien ini positif Rabies.

Dengan adanya temuan kasus terbaru ini, Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian (Distan) Tabanan, Gde Eka Parta Ariana, menyebutkan jumlah kasus Rabies di Kabupaten Tabanan mengalami peningkatan. “Selama periode lima bulan pertama di tahun 2022, jumlah kasus Rabies di Tabanan sudah mencapai 5 kasus, ini artinya terjadi peningkatan 400 persen jika dibandingkan dengan tahun 2021,” jelasnya, Senin (23/5).

Untuk langkah antisipasi supaya kasus Rabies tidak mewabah, Eka Parta menyebutkan pihaknya melakukan beberapa upaya, salah satunya melakukan pengawasan di daerah perbatasan, seperti Selemadeg dan Pupuan. Pasalnya,
kasus Rabies terbaru ditemukan di kawasan perbatasan, yakni di Kecamatan Pupuan.

” Upaya antisipasi di daerah perbatasan harus kami giatkan, salah satunya dengan melakukan vaksinasi darurat untuk Hewan Perantara Rabies (HPR) dan manusia yang terindikasi melakukan kontak erat dengan HPR,” lanjutnya.

Sedangkan untuk vaksinasi massal diakuinya sudah dilakukan secara berkala. Namun karena keberadaan anjing liar yang tidak terawasi, diakui Eka Parta menjadi kendala untuk memutus rantai penyebaran Rabies.

Dikatakannya, populasi anjing di Kabupaten Tabanan saat ini mencapai 71.062 ekor. “Rencananya nanti anjing ini akan divaksin massal, dan kami akan melakukan penyisiran keberadaan anjing liar di Kabupaten Tabanan, sehingga penularan Rabies bisa dibatasi,” ungkpanya.

Dijelaskan Eka Parta, saat ini Kabupaten Tabanan memiliki sebanyak 6 ribu dosis vaksin Rabies yang merupakan hibah dari Pemprov Bali. Untuk kedepannya, Kabupaten Tabanan masih menunggu logistik lainnya, seperti serum antirasbies, kalung anjing dan alat suntik khusus untuk anjing liar.

 






Reporter: IGA Kusuma Yoni

Most Read

Artikel Terbaru

/