alexametrics
24.8 C
Denpasar
Wednesday, June 29, 2022

Sidang di Tempat, Kasus Perampokan Bule Dijaga Ketat

BADUNG, BALI EXPRESS-Majelis hakim PN Denpasar yang diketuai I Wayan Eka Mariartha, Selasa (24/5) melanjutkan sidang kasus perampokan di Villa Seminyak Estate & Spa Royal 8, Jalan Nakula Gang Baik-baik, Desa/Kelurahan Seminyak, Kecamatan Kuta, Badung. Menariknya sidang lanjutan dengan terdakwa Gregory Lee Simson,37, tersebut digelar di tempat kejadian perkara (TKP). Turut dalam sidang, tim jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejari Badung diantaranya Ni Ketut Hevy Yushantini, Putu Yumi Antara dan Wazir Iman Supriyanto.

 

Selama proses persidangan pengamanan dilakukan secara ketat. Setidaknya Kejari Badung meminta bantuan pengamanan dari Polsek Kuta ditambah Tim Intelijen Kejari. “Pemeriksaan setempat ini dilakukan oleh majelis hakim guna menambah keyakinannya sebelum memutus perkara,”ujar tim jpu.

 

Disebutkan oleh jaksa, terdakwa Gregory Lee Simpson dalam dakwaan primer didakwa melanggar Pasal 365 Ayat (4) KUHP, Subsidiair Pasal 365 Ayat (2) ke-1, ke-2, ke-3 KUHP tentang pencurian disertai kekerasan.

 

Perbuatan tersebut dilakukan terdakwa Gregory pada Kamis tanggal 11 November 2021 sekitar pukul 03.00 WITA. Kalan itu saksi korban  Principe Nerini yang tengah tidur, dikagetkan suara letusan kembang api di luar tempat tinggalnya di Villa Seminyak Estate & Spa Royal 8.

 

Disaat korban melihat  pintu kamarnya, terlihat ada terdakwa Gregory Lee Simpson, Mateusz Mariusz Morawa (DPO) dan Brend Stefan Stade (DPO). Ketiganya menggunakan penutup wajah berwarna hitam menuju tempat tidur saksi korban Principe Nerini serta menutup pintu dan gorden jendela.

 

Tanpa banyak bicara  lagi terdakwa Gregory Lee Simpson, dkk memukuli muka dan mata sebelah kiri korban Principe Nerini menggunakan kepalan tangan. Dalam waktu bersamaan salah seorang pelaku menindih Korban Principe Nerini dengan kakinya, sedangkan pelaku lain menutup mulut korban menggunakan lakban warna hitam serta mengikat kedua tangannya menggunakan lakban warna hitam dan kabel tis.

 

“Dalam kondisi kesakitan akibat pukulan pelaku dan tangan kaki terikat, korban Principe Nerini diletakka di tempat tidur,”sebut jaksa.

 

Salah seorang pelaku  lantas menanyakan pada  Principe Nerini mengenai nomor pin safety box dengan berkata ”if you not give me the code of safety box, I kill your wife”.

 

Atas ancaman tersebut korban Principe Nerini memberikan nomor pin safety box dengan code 85321. Kemudian salah satu pelaku menguras isi dari safety box dan mengambil barang-barang didalam Safety box yang berupa 4 ( empat) buah BPKB Mobil Suzuki Jimny, 1 ( satu) buah BPKB KTM 1290, 1 ( satu) buah BPKB Harlley , 2 ( dua) buah BPKB Husqurnq 630, 1 ( satu) buah BPKB Zusuki Swif, 1 ( satu) buah BPKB ford langer, 1 ( satu ) buah STNK Zusuki Jimny warna biru, uang Tunai sebesar Rp 200.000.000,-, Uang Euro sebesar 10.000. Euro, Uang Brasil sebesar 3900 Reais.

 

Kemudian Terdakwa Gregory Lee Simpson, Mateusz Mariusz Morawa dan Brend Stefan Stade juga mengambil barang lain yakni 1 buah samsung note 10 warna hitam dengan nomer kartu +6281243173386, 1 buah samsung z 3 flip warna krem nomer kartu +6287755153890 nomer imei 1 352060543019754 imei 2 352121463019750, 1 buah samsung fold 3 warna hitam nomer kartu +6287860973991, 1 buah samsung S 20 ultra warna hitam nomer kartu +6281353553413, 1 buah samsung fold z warna hitam no. Kartu lupa, 1 buah realme C11 warna biru hitam, 1 buah laptop merk HP warna silver, 1 buah laptop merk MSI warna abu, 1 buah laptop merk Lenovo warna hitam, 1 buah laptop merk Intel warna hitam, 1 buah kamera merk Sony alfa 7 III warna hitam beserta 8 buah lensa, 10 buah hard disk yang ditaruh diatas meja yang ada di dalam kamar, yang mana di dalam salah satu HP tersebut terdapat wallet yang berisi Bit coin dan Uang digital sejumlah 552.863 USDT. “Sidang selanjutnya digelar 31 Mei 2022 minggu depan untuk agenda pemeriksaan saksi,”imbuh jaksa.

 






Reporter: Suharnanto

BADUNG, BALI EXPRESS-Majelis hakim PN Denpasar yang diketuai I Wayan Eka Mariartha, Selasa (24/5) melanjutkan sidang kasus perampokan di Villa Seminyak Estate & Spa Royal 8, Jalan Nakula Gang Baik-baik, Desa/Kelurahan Seminyak, Kecamatan Kuta, Badung. Menariknya sidang lanjutan dengan terdakwa Gregory Lee Simson,37, tersebut digelar di tempat kejadian perkara (TKP). Turut dalam sidang, tim jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejari Badung diantaranya Ni Ketut Hevy Yushantini, Putu Yumi Antara dan Wazir Iman Supriyanto.

 

Selama proses persidangan pengamanan dilakukan secara ketat. Setidaknya Kejari Badung meminta bantuan pengamanan dari Polsek Kuta ditambah Tim Intelijen Kejari. “Pemeriksaan setempat ini dilakukan oleh majelis hakim guna menambah keyakinannya sebelum memutus perkara,”ujar tim jpu.

 

Disebutkan oleh jaksa, terdakwa Gregory Lee Simpson dalam dakwaan primer didakwa melanggar Pasal 365 Ayat (4) KUHP, Subsidiair Pasal 365 Ayat (2) ke-1, ke-2, ke-3 KUHP tentang pencurian disertai kekerasan.

 

Perbuatan tersebut dilakukan terdakwa Gregory pada Kamis tanggal 11 November 2021 sekitar pukul 03.00 WITA. Kalan itu saksi korban  Principe Nerini yang tengah tidur, dikagetkan suara letusan kembang api di luar tempat tinggalnya di Villa Seminyak Estate & Spa Royal 8.

 

Disaat korban melihat  pintu kamarnya, terlihat ada terdakwa Gregory Lee Simpson, Mateusz Mariusz Morawa (DPO) dan Brend Stefan Stade (DPO). Ketiganya menggunakan penutup wajah berwarna hitam menuju tempat tidur saksi korban Principe Nerini serta menutup pintu dan gorden jendela.

 

Tanpa banyak bicara  lagi terdakwa Gregory Lee Simpson, dkk memukuli muka dan mata sebelah kiri korban Principe Nerini menggunakan kepalan tangan. Dalam waktu bersamaan salah seorang pelaku menindih Korban Principe Nerini dengan kakinya, sedangkan pelaku lain menutup mulut korban menggunakan lakban warna hitam serta mengikat kedua tangannya menggunakan lakban warna hitam dan kabel tis.

 

“Dalam kondisi kesakitan akibat pukulan pelaku dan tangan kaki terikat, korban Principe Nerini diletakka di tempat tidur,”sebut jaksa.

 

Salah seorang pelaku  lantas menanyakan pada  Principe Nerini mengenai nomor pin safety box dengan berkata ”if you not give me the code of safety box, I kill your wife”.

 

Atas ancaman tersebut korban Principe Nerini memberikan nomor pin safety box dengan code 85321. Kemudian salah satu pelaku menguras isi dari safety box dan mengambil barang-barang didalam Safety box yang berupa 4 ( empat) buah BPKB Mobil Suzuki Jimny, 1 ( satu) buah BPKB KTM 1290, 1 ( satu) buah BPKB Harlley , 2 ( dua) buah BPKB Husqurnq 630, 1 ( satu) buah BPKB Zusuki Swif, 1 ( satu) buah BPKB ford langer, 1 ( satu ) buah STNK Zusuki Jimny warna biru, uang Tunai sebesar Rp 200.000.000,-, Uang Euro sebesar 10.000. Euro, Uang Brasil sebesar 3900 Reais.

 

Kemudian Terdakwa Gregory Lee Simpson, Mateusz Mariusz Morawa dan Brend Stefan Stade juga mengambil barang lain yakni 1 buah samsung note 10 warna hitam dengan nomer kartu +6281243173386, 1 buah samsung z 3 flip warna krem nomer kartu +6287755153890 nomer imei 1 352060543019754 imei 2 352121463019750, 1 buah samsung fold 3 warna hitam nomer kartu +6287860973991, 1 buah samsung S 20 ultra warna hitam nomer kartu +6281353553413, 1 buah samsung fold z warna hitam no. Kartu lupa, 1 buah realme C11 warna biru hitam, 1 buah laptop merk HP warna silver, 1 buah laptop merk MSI warna abu, 1 buah laptop merk Lenovo warna hitam, 1 buah laptop merk Intel warna hitam, 1 buah kamera merk Sony alfa 7 III warna hitam beserta 8 buah lensa, 10 buah hard disk yang ditaruh diatas meja yang ada di dalam kamar, yang mana di dalam salah satu HP tersebut terdapat wallet yang berisi Bit coin dan Uang digital sejumlah 552.863 USDT. “Sidang selanjutnya digelar 31 Mei 2022 minggu depan untuk agenda pemeriksaan saksi,”imbuh jaksa.

 






Reporter: Suharnanto

Most Read

Artikel Terbaru

/