alexametrics
29.8 C
Denpasar
Monday, June 27, 2022

Tak Diminati, Pendaftar Jalur Afirmasi PPDB SD dan SMP Minim

MANGUPURA, BALI EXPRESS — Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat sekolah dasar (SD) melalui jalur afirmasi di Badung tampaknya kurang diminati. Pasalnya, hingga diumumkan, hanya satu siswa yang mendaftar lewat jalur tersebut.

Kondisi serupa juga terjadi di tingkap sekolah menengah pertama (SMP). Pasalnya, hanya ada 251 siswa yang lolos dari jalur afirmasi, dibandingkan lulusan kelas VI SD yang mencapai 9.296 orang.

Kabid Pendidikan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Badung Rai Twistyanti Raharja tak menampik hal tersebut. Ia mengatakan, satu-satunya siswa yang mendaftar lewat jalur afirmasi dan lolos seleksi tercatat di SDN 3 Sading, Kecamatan Mengwi. “Ini masih di bawah kuota, jadi kami harap bisa terserap di jalur zonasi,” ungkapnya.

Menurutnya, jalur afirmasi diperuntukkan bagi calon peserta didik dari keluarga dengan ekonomi tidak mampu, dan anak penyandang disabilitas. Kuotanya yang disediakan paling sedikit sebanyak 15 persen dari daya tampung sekolah.

Minimnya peminat jalur afirmasi ini juga terjadi pada PPDB SMP, yakni hanya 251 orang dibandingkan kelas VI SD yang lulus pada tahun ini mencapai 9.296 orang. “Untuk afirmasi SMPN ada 251 siswa yang lolos. Kami tidak bisa cek berapa pendaftarnya, kami hanya melakukan perangkingan di level dinas. Sedangkan, verifikasi dokumen dilakukan masing-masing operator sekolah,” ungkapnya.

Seperti diketahui, proses pendaftaran PPDB di Badung dilaksanakan secara online. Untuk mengakses pendaftaran dan pengumuman kelulusan dapat dilakukan melalui website ppdb.badungkab.go.id.

Sementara proses pendaftaran sudah dimulai sejak 15 Juni melalui jalur perpindahan orang tua untuk SMP. Sedangkan pendaftaran siswa SD dimulai 20 Juni.

Sebelumnya, Kadisdikpora Badung I Gusti Ngurah Dwipayana mengatakan, secara keseluruhan daya tampung sekolah, baik SD dan SMP sudah mencukupi. Sebab saat ini daya tampung SMP negeri dan swasta sebanyak 10.345 siswa, sedangkan lulusan SD 9.828 siswa.

“Untuk data siswa yang akan masuk ke SD menggunakan data kependudukan di usia 5-7 tahun dengan jumlah 13.416 orang. Karena saat pandemi Covid-19 tidak diwajibkan masuk TK. Kami perkirakan daya tampung mencukupi, karena tidak semua kelompok usia yang baru masuk SD,” jelasnya.

 






Reporter: I Putu Resa Kertawedangga

MANGUPURA, BALI EXPRESS — Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat sekolah dasar (SD) melalui jalur afirmasi di Badung tampaknya kurang diminati. Pasalnya, hingga diumumkan, hanya satu siswa yang mendaftar lewat jalur tersebut.

Kondisi serupa juga terjadi di tingkap sekolah menengah pertama (SMP). Pasalnya, hanya ada 251 siswa yang lolos dari jalur afirmasi, dibandingkan lulusan kelas VI SD yang mencapai 9.296 orang.

Kabid Pendidikan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Badung Rai Twistyanti Raharja tak menampik hal tersebut. Ia mengatakan, satu-satunya siswa yang mendaftar lewat jalur afirmasi dan lolos seleksi tercatat di SDN 3 Sading, Kecamatan Mengwi. “Ini masih di bawah kuota, jadi kami harap bisa terserap di jalur zonasi,” ungkapnya.

Menurutnya, jalur afirmasi diperuntukkan bagi calon peserta didik dari keluarga dengan ekonomi tidak mampu, dan anak penyandang disabilitas. Kuotanya yang disediakan paling sedikit sebanyak 15 persen dari daya tampung sekolah.

Minimnya peminat jalur afirmasi ini juga terjadi pada PPDB SMP, yakni hanya 251 orang dibandingkan kelas VI SD yang lulus pada tahun ini mencapai 9.296 orang. “Untuk afirmasi SMPN ada 251 siswa yang lolos. Kami tidak bisa cek berapa pendaftarnya, kami hanya melakukan perangkingan di level dinas. Sedangkan, verifikasi dokumen dilakukan masing-masing operator sekolah,” ungkapnya.

Seperti diketahui, proses pendaftaran PPDB di Badung dilaksanakan secara online. Untuk mengakses pendaftaran dan pengumuman kelulusan dapat dilakukan melalui website ppdb.badungkab.go.id.

Sementara proses pendaftaran sudah dimulai sejak 15 Juni melalui jalur perpindahan orang tua untuk SMP. Sedangkan pendaftaran siswa SD dimulai 20 Juni.

Sebelumnya, Kadisdikpora Badung I Gusti Ngurah Dwipayana mengatakan, secara keseluruhan daya tampung sekolah, baik SD dan SMP sudah mencukupi. Sebab saat ini daya tampung SMP negeri dan swasta sebanyak 10.345 siswa, sedangkan lulusan SD 9.828 siswa.

“Untuk data siswa yang akan masuk ke SD menggunakan data kependudukan di usia 5-7 tahun dengan jumlah 13.416 orang. Karena saat pandemi Covid-19 tidak diwajibkan masuk TK. Kami perkirakan daya tampung mencukupi, karena tidak semua kelompok usia yang baru masuk SD,” jelasnya.

 






Reporter: I Putu Resa Kertawedangga

Most Read

Artikel Terbaru

/