alexametrics
29.8 C
Denpasar
Sunday, May 22, 2022

Diduga Korsleting, Swalayan Rahayu Terbakar

NEGARA, BALI EXPRESS – Swalayan Rahayu Negara, Jumat (24/7), sekitar pukul 01.30Wita terbakar. Penyebab kebakaran swalayan yang terletak di deretan ruko di selatan Pasar Umum Negara ini, diduga akibat korsleting listrik.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran pada dini hari itu. Namun, hingga proses pemadaman usai, kerugian material belum bisa ditaksir besarannya. Saat kejadian, warga yang malam itu masih beraktivitas di areal Kota Negara sempat dibuat heboh. Bahkan, dalam sekejap memadati lokasi kebakaran di Jalan Ngurah Rai Nomor 8 Kelurahan Loloan Timur, Kecamatan Jembrana tersebut.

Dari informasi yang berhasil dikumpulkan Bali Express (Jawa Pos Group) di lokasi kejadian, kebakaran pertamakali diketahui pemilik toko Hermawan Bisma,50. Saat itu sekitar pukul 01.30 Wita, Hermawan yang tinggal bersama istrinya, Juliana,48, serta anak-anaknya di lantai II swalayan di pusat Kota Negara tersebut curiga setelah lampu di bangunan itu berkedip-kedip. “Saat saya cek keluar ternyata ada api di plafon gudang di blok sebelah selatan. Saya panggil Satpam di bawah dari HT, istri dan anak-anak langsung turun,” ujarnya.

Kemudian bersama satpam, Ketut Merta, dirinya berusaha memadamkan api menggunakan 10 tabung apar, namun tidak berhasil lantaran api cepat membesar. Selain tempat tinggalnya, di lantai II bangunan yang menurutnya sudah berusia 20 tahun itu, terdapat gudang dan kantor yang juga ikut terbakar. “Sebelum kejadian saya sempat mengecek, tapi tidak ada yang mencurigakan. Saat kejadian memang belum ada yang tidur. Kami turun dari pintu samping,” ungkapnya.

Hermawan menduga api berasal dari hubungan arus pendek. Ia pun mengaku belum bisa menaksir kerugian yang ditimbulkan dari musibah yang dialaminya itu. “Saya selalu mengutamakan safety, kabel yang dipakai diatas standar. Tapi memang banyak ada tikus, mungkin korsletnya dari kabel lampu gudang,” terangnya.

Akibat kejadian itu, Hermawan mengaku untuk sementara akan menutup operasional toko yang setiap hari ramai pengunjung tersebut. “Tutup dulu sementara, karena fokus untuk pembersihan,” paparnya.

Selama proses pemadaman, sempat dilakukan pengalihan arus lalu lintas di jalur selatan Pasar Umum Negara. Warga yang mengetahui adanya kabakaran tersebut tampak memadati jalanan sekitar lokasi kejadian. Bahkan, sempat terjadi pemadaman aliran listrik di wilayah sekitarnya. Sejumlah karyawan yang datang ke lokasi dibantu warga sekitar berusaha memindahkan barang-barang yang masih bisa diselamatakan dari lantai II ke lantai bawah. Sempat terdengar beberapa kali letupan di lokasi yang diduga berasal dari produk-produk aerosol.

Empat unit armada pemadam kebakaran dan satu unit truk tanki milik Satpol PP Jembrana serta satu unit truk tanki air BPBD Jembrana, diturunkan untuk memadamkan api. Kobaran api berhasil dilokalisir dengan cepat, sehingga tidak menjalar ke bangunan dan toko-toko lain yang ada disebelahnya. Api baru padam sekitar pukul 04.30 Wita. “Dugaan penyebabnya korsleting listrik” ujar Kabid Linmas Satpol PP Jembrana, I Putu Prana Jaya usai proses pemadaman.

 


NEGARA, BALI EXPRESS – Swalayan Rahayu Negara, Jumat (24/7), sekitar pukul 01.30Wita terbakar. Penyebab kebakaran swalayan yang terletak di deretan ruko di selatan Pasar Umum Negara ini, diduga akibat korsleting listrik.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran pada dini hari itu. Namun, hingga proses pemadaman usai, kerugian material belum bisa ditaksir besarannya. Saat kejadian, warga yang malam itu masih beraktivitas di areal Kota Negara sempat dibuat heboh. Bahkan, dalam sekejap memadati lokasi kebakaran di Jalan Ngurah Rai Nomor 8 Kelurahan Loloan Timur, Kecamatan Jembrana tersebut.

Dari informasi yang berhasil dikumpulkan Bali Express (Jawa Pos Group) di lokasi kejadian, kebakaran pertamakali diketahui pemilik toko Hermawan Bisma,50. Saat itu sekitar pukul 01.30 Wita, Hermawan yang tinggal bersama istrinya, Juliana,48, serta anak-anaknya di lantai II swalayan di pusat Kota Negara tersebut curiga setelah lampu di bangunan itu berkedip-kedip. “Saat saya cek keluar ternyata ada api di plafon gudang di blok sebelah selatan. Saya panggil Satpam di bawah dari HT, istri dan anak-anak langsung turun,” ujarnya.

Kemudian bersama satpam, Ketut Merta, dirinya berusaha memadamkan api menggunakan 10 tabung apar, namun tidak berhasil lantaran api cepat membesar. Selain tempat tinggalnya, di lantai II bangunan yang menurutnya sudah berusia 20 tahun itu, terdapat gudang dan kantor yang juga ikut terbakar. “Sebelum kejadian saya sempat mengecek, tapi tidak ada yang mencurigakan. Saat kejadian memang belum ada yang tidur. Kami turun dari pintu samping,” ungkapnya.

Hermawan menduga api berasal dari hubungan arus pendek. Ia pun mengaku belum bisa menaksir kerugian yang ditimbulkan dari musibah yang dialaminya itu. “Saya selalu mengutamakan safety, kabel yang dipakai diatas standar. Tapi memang banyak ada tikus, mungkin korsletnya dari kabel lampu gudang,” terangnya.

Akibat kejadian itu, Hermawan mengaku untuk sementara akan menutup operasional toko yang setiap hari ramai pengunjung tersebut. “Tutup dulu sementara, karena fokus untuk pembersihan,” paparnya.

Selama proses pemadaman, sempat dilakukan pengalihan arus lalu lintas di jalur selatan Pasar Umum Negara. Warga yang mengetahui adanya kabakaran tersebut tampak memadati jalanan sekitar lokasi kejadian. Bahkan, sempat terjadi pemadaman aliran listrik di wilayah sekitarnya. Sejumlah karyawan yang datang ke lokasi dibantu warga sekitar berusaha memindahkan barang-barang yang masih bisa diselamatakan dari lantai II ke lantai bawah. Sempat terdengar beberapa kali letupan di lokasi yang diduga berasal dari produk-produk aerosol.

Empat unit armada pemadam kebakaran dan satu unit truk tanki milik Satpol PP Jembrana serta satu unit truk tanki air BPBD Jembrana, diturunkan untuk memadamkan api. Kobaran api berhasil dilokalisir dengan cepat, sehingga tidak menjalar ke bangunan dan toko-toko lain yang ada disebelahnya. Api baru padam sekitar pukul 04.30 Wita. “Dugaan penyebabnya korsleting listrik” ujar Kabid Linmas Satpol PP Jembrana, I Putu Prana Jaya usai proses pemadaman.

 


Most Read

Artikel Terbaru

/