alexametrics
29.8 C
Denpasar
Wednesday, May 25, 2022

Dapat Tiga Ton Oksigen Cair, BRSUD Tabanan Agak Lega

TABANAN, BALI EXPRESS – Pihak Badan Rumah Sakit Umum (BRSU) Tabanan boleh agak bernapas lega. Paling tidak sampai dengan dua atau tiga hari ke depan. Menyusul pasokan oksigen cair yang telah tiba, Jumat (23/7).

Volume oksigen cair yang didatangkan sebanyak tiga ton. Volume ini ditambah juga dengan 27 oksigen tabung yang didrop sebelumnya.

“Agak lega. Paling tidak untuk dua sampai tiga hari ke depan,” jelas Direktur BRSUD Tabanan, dr I Nyoman Susila.

Menurutnya, jatah 27 oksigen tabung yang berisi enam kubik langsung dipakai untuk menyambung pasokan pada pagi hari kemarin. Dan, jatah itu diperkuat lagi dengan datangnya oksigen cair dengan volume tiga ton. “Yang tabung sudah langsung dipakai untuk pasien,” sebutnya.

Meski demikian, pasokan oksigen yang ada saat ini tidak serta merta membuat pelayanan medis bisa jalan semuanya. Pihak rumah sakit mesti memilah jenis tindakan medis terhadap pasien.

Di luar penanganan untuk pasien terkonfirmasi positif Covid-19 dengan gejala berat, layanan yang memanfaatkan oksigen tetap dilakukan terhadap tindakan operasi.

Tindakan inipun dibagi lagi. Sesuai dengan kasus yang dialami pasien. Tindakan operasi akan tetap dilakukan untuk kasus-kasus emergency atau gawat darurat. Serta kasus urgent atau penting sehingga yang tidak urgent akan dijadwalkan ulang.

“Tindakan operasi tetap kami lakukan untuk kasus-kasus urgent. Seperti patah tulang tertutup. Karena kalau kelamaan tidak dioperasi akan terjadi komplikasi. Kalau patah tulang terbuka itu termasuk emergency,” jelas Susila memberikan ilustrasi.

Di luar itu, pemanfaatan oksigen yang rutin adalah Hemodialisa. Aktivitas layanan bagi pasien cuci darah ini berlangsung pagi sampai siang. Sehingga kebutuhan oksigen tertinggi paling banyak pada pagi sampai siang hari.

Estimasi pasokan oksigen cair selama tiga hari ke depan yang dia sebutkan itu, juga masih hitungan di atas kertas. Sebab, pemanfaatannya juga bergantung kepada jumlah pasien yang memerlukan. “Satgas (Pos Koordinasi Penyediaan Oksigen Medis) yang mengetahui parameter dan hitung-hitungannya,” pungkasnya. 


TABANAN, BALI EXPRESS – Pihak Badan Rumah Sakit Umum (BRSU) Tabanan boleh agak bernapas lega. Paling tidak sampai dengan dua atau tiga hari ke depan. Menyusul pasokan oksigen cair yang telah tiba, Jumat (23/7).

Volume oksigen cair yang didatangkan sebanyak tiga ton. Volume ini ditambah juga dengan 27 oksigen tabung yang didrop sebelumnya.

“Agak lega. Paling tidak untuk dua sampai tiga hari ke depan,” jelas Direktur BRSUD Tabanan, dr I Nyoman Susila.

Menurutnya, jatah 27 oksigen tabung yang berisi enam kubik langsung dipakai untuk menyambung pasokan pada pagi hari kemarin. Dan, jatah itu diperkuat lagi dengan datangnya oksigen cair dengan volume tiga ton. “Yang tabung sudah langsung dipakai untuk pasien,” sebutnya.

Meski demikian, pasokan oksigen yang ada saat ini tidak serta merta membuat pelayanan medis bisa jalan semuanya. Pihak rumah sakit mesti memilah jenis tindakan medis terhadap pasien.

Di luar penanganan untuk pasien terkonfirmasi positif Covid-19 dengan gejala berat, layanan yang memanfaatkan oksigen tetap dilakukan terhadap tindakan operasi.

Tindakan inipun dibagi lagi. Sesuai dengan kasus yang dialami pasien. Tindakan operasi akan tetap dilakukan untuk kasus-kasus emergency atau gawat darurat. Serta kasus urgent atau penting sehingga yang tidak urgent akan dijadwalkan ulang.

“Tindakan operasi tetap kami lakukan untuk kasus-kasus urgent. Seperti patah tulang tertutup. Karena kalau kelamaan tidak dioperasi akan terjadi komplikasi. Kalau patah tulang terbuka itu termasuk emergency,” jelas Susila memberikan ilustrasi.

Di luar itu, pemanfaatan oksigen yang rutin adalah Hemodialisa. Aktivitas layanan bagi pasien cuci darah ini berlangsung pagi sampai siang. Sehingga kebutuhan oksigen tertinggi paling banyak pada pagi sampai siang hari.

Estimasi pasokan oksigen cair selama tiga hari ke depan yang dia sebutkan itu, juga masih hitungan di atas kertas. Sebab, pemanfaatannya juga bergantung kepada jumlah pasien yang memerlukan. “Satgas (Pos Koordinasi Penyediaan Oksigen Medis) yang mengetahui parameter dan hitung-hitungannya,” pungkasnya. 


Most Read

Artikel Terbaru

/