alexametrics
28.7 C
Denpasar
Thursday, August 11, 2022

Pastikan Penerima, Pencairan BSU Melalui Validasi Data Berlapis

DENPASAR, BALI EXPRESS – Pencairan bantuan subsidi upah (BSU) BP Jamsostek menggunakan data kepesertaan BPJamsostek serta melakukan validasi data secara berlapis. Direktur Utama BPJamsostek Agus Susanto dalam siaran persnya menjelaskan, validasi berlapis ini dilakukan, untuk memastikan penerima BSU memang memenuhi kriteria yang ditentukan. “Tujuannya tidak lain untuk memastikan bantuan ini tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab,” jelasnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, BPJamsostek menerapkan serangkaian kriteria yang merujuk Permenaker (Peraturan Menteri Ketenagakerjaan) dan kriteria-kriteria normatif lainnya. Tujuannya agar dana BSU tepat sasaran.Calon penerima program subsidi upah ini, sedikitnya berjumlah 15,7 juta pekerja yang merupakan peserta aktif BP Jamsostek yang tersebar di berbagai penjuru Indonesia.

Baca Juga :  Pasarkan Produk, 256 IKM/UKM di Denpasar Lirik Pasar Online

Lebih rinci, terkait Permenaker 14/2020, kriteria yang diterapkan antara lain pekerja merupakan warga negara Indonesia (WNI), masuk pada kategori pekerja penerima upah (PU), merupakan peserta BPJamsostek aktif sampai dengan Juni 2020, dan memiliki upah terakhir di bawah Rp 5 juta sesuai data yang dilaporkan perusahaan dan tercatat pada BPJamsostek.

Sementara Deputi Direktur BPJamsostek Wilayah Banuspa, Deny Yusyulian mengatakan, data yang disampaikan BPJamsostek kepada pemerintah merupakan data peserta aktif kategori pekerja penerima upah atau pekerja formal dengan upah di bawah Rp 5 juta berdasarkan upah pekerja yang dilaporkan oleh pemberi kerja dan tercatat di BPJamsostek. “Tidak termasuk di dalamnya peserta yang bekerja sebagai pegawai di BUMN, lembaga negara dan instansi pemerintah, terkecuali non ASN,” jelasnya.

Baca Juga :  Soal Balon, Golkar Mau Bikin Kejutan di Denpasar, Badung, dan Tabanan

Hingga Senin (24/8), Deny mengakui antusiasme perusahaan dan tenaga kerja cukup proaktif menyampaikan data nomor rekening dimaksud sesuai skema dan kriteria pemerintah. “Namun untuk jumlah pasti belum bisa kami sebutkan karena masih ada besok (hari ini) sebagai hari terakhir pendaftaran,” ungkapnya.


DENPASAR, BALI EXPRESS – Pencairan bantuan subsidi upah (BSU) BP Jamsostek menggunakan data kepesertaan BPJamsostek serta melakukan validasi data secara berlapis. Direktur Utama BPJamsostek Agus Susanto dalam siaran persnya menjelaskan, validasi berlapis ini dilakukan, untuk memastikan penerima BSU memang memenuhi kriteria yang ditentukan. “Tujuannya tidak lain untuk memastikan bantuan ini tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab,” jelasnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, BPJamsostek menerapkan serangkaian kriteria yang merujuk Permenaker (Peraturan Menteri Ketenagakerjaan) dan kriteria-kriteria normatif lainnya. Tujuannya agar dana BSU tepat sasaran.Calon penerima program subsidi upah ini, sedikitnya berjumlah 15,7 juta pekerja yang merupakan peserta aktif BP Jamsostek yang tersebar di berbagai penjuru Indonesia.

Baca Juga :  Traffic Light Padam, Rawan Kecelakaan

Lebih rinci, terkait Permenaker 14/2020, kriteria yang diterapkan antara lain pekerja merupakan warga negara Indonesia (WNI), masuk pada kategori pekerja penerima upah (PU), merupakan peserta BPJamsostek aktif sampai dengan Juni 2020, dan memiliki upah terakhir di bawah Rp 5 juta sesuai data yang dilaporkan perusahaan dan tercatat pada BPJamsostek.

Sementara Deputi Direktur BPJamsostek Wilayah Banuspa, Deny Yusyulian mengatakan, data yang disampaikan BPJamsostek kepada pemerintah merupakan data peserta aktif kategori pekerja penerima upah atau pekerja formal dengan upah di bawah Rp 5 juta berdasarkan upah pekerja yang dilaporkan oleh pemberi kerja dan tercatat di BPJamsostek. “Tidak termasuk di dalamnya peserta yang bekerja sebagai pegawai di BUMN, lembaga negara dan instansi pemerintah, terkecuali non ASN,” jelasnya.

Baca Juga :  Kemarau, Air Embung Pasar Agung Menyusut

Hingga Senin (24/8), Deny mengakui antusiasme perusahaan dan tenaga kerja cukup proaktif menyampaikan data nomor rekening dimaksud sesuai skema dan kriteria pemerintah. “Namun untuk jumlah pasti belum bisa kami sebutkan karena masih ada besok (hari ini) sebagai hari terakhir pendaftaran,” ungkapnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/