alexametrics
24.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Bentrokan Pecah Setelah Personil Tak Terima Dandim Dipukul

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Dandim 1609/Buleleng Letkol Infantri Muhammad Windra Lisrianto, Senin (23/8) mengalami kekerasan fisik di desa Sidetapa, Kecamatan Banjar Kabupaten Buleleng. Peristiwa itu berlangsung saat dilakukan tes swab antigen masal yang berlokasi di Pura Bale Agung Desa Sidetapa. Saat itu puluhan warga tengah mengikuti tes swab antigen, sejumlah anggota TNI, Satpol PP, BPBD yang tergabung dalam Tim Cakra Nanggala siaga di lokasi. 

Dari informasi yang berhasil dikumpulkan peristiwa itu diawali ketika Tim Cakra Nanggala menghentikan dua orang pemuda yang melintas di lokasi tanpa menggunakan masker. Namun keduanya menolak untuk berhenti. Tak sampai disitu, dua pemuda yang berboncengan itu malah menabrak salah satu Tim Cakra Nanggala Kopda Made Sastrawan. Kejadian itu juga dilihat oleh anggota BKO dari Raider 900/SBW, Pratu Gagas Ribut Suprianto. Pratu Gagas langsung melakukan pengejaran terhadap dua pemuda tersebut namun tak berhasil.  Tak lama kemudian keduanya kembali ke lokasi dan menghampiri Pratu Gagas seraya berkata dengan nada menantang. Sekilas terjadi adu argumen antara anggota BKO dan pemuda itu. Selanjutnya kedua pemuda itu diarahkan ke Komandan Kodim 1608/Buleleng untuk dilakukan tes swab antigen. Akan tetapi secara tiba-tiba beberapa anggota keluarga dari kedua pelaku tersebut datang dan langsung menarik pemuda itu serta menolak untuk di swab. 

Disisi lain, Dandim Windra memerintahkan kepada anggota agar menahan kedua pelaku agar tetap bisa dilakukan swab antigen kepada pemuda itu. Tak disangka-sangka, Dandim Windra mendapat pukulan yang cukup keras di bagian kepala belakang oleh oknum yang diduga warga dari Desa Sidetapa. Melihat kejadian itu anggota BKO Raider segera mengamankan pelaku. Akan tetapi ada perlawanan, secara spontan maka terjadilah baku hantam. Pergumulan tak bisa dihindarkan hingga Dandim Windra turut melerai. 

Mendapat perlakuan tersebut Dandim Windra Lisrianto mempuat laporan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Buleleng. Dandim pun didampingi Dansub Denpom Singaraja Kapten CPM Made Subawa beserta sembilan Danramil di Buleleng. 

Ditemui usai membuat laporan, Dandim Windra membenarkan dirinya telah mendapat pukulan dari salah satu oknum di desa Sidetapa. Peristiwa itu juga disaksikan dua anggota TNI yang sedang bertugas. “Iyà saya memang mendapat pukulan dari oknum. Yang mukul satu orang pakai tangan. Dan saya tidak tau akan ada seperti itu,” ungkap Dandim Windra.

Ditambahkan, saat mendapat pukulan di Kepala Belakang bagian kanan, ia merasa sedikit pusing. Karena memang pukulannya cukup keras. “Saya pusing. Saya Sudah lakukan CT Scan di RSAT Singaraja dan alhamdulilah kondisi saya normal,” tambahnya. 

Dipaparkan pula selain Dandim Windra terdapat 3 orang anggota yang juga mendapat pukulan. Satu diantaranya mendapat pukulan di bagian dada sebanyak Dua Kali. Pukulan pada tengkuk. “Total ada empat orang termasuk saya. Anggota kami yang satu itu ternyata juga dipukul karena dia melindungi mobil Dinas Dandim 1609/Buleleng dari aksi pengerusakan yang kemungkinan akan dilakukan. Sekarang kami juga menyelidiki itu,” jelasnya.


SINGARAJA, BALI EXPRESS – Dandim 1609/Buleleng Letkol Infantri Muhammad Windra Lisrianto, Senin (23/8) mengalami kekerasan fisik di desa Sidetapa, Kecamatan Banjar Kabupaten Buleleng. Peristiwa itu berlangsung saat dilakukan tes swab antigen masal yang berlokasi di Pura Bale Agung Desa Sidetapa. Saat itu puluhan warga tengah mengikuti tes swab antigen, sejumlah anggota TNI, Satpol PP, BPBD yang tergabung dalam Tim Cakra Nanggala siaga di lokasi. 

Dari informasi yang berhasil dikumpulkan peristiwa itu diawali ketika Tim Cakra Nanggala menghentikan dua orang pemuda yang melintas di lokasi tanpa menggunakan masker. Namun keduanya menolak untuk berhenti. Tak sampai disitu, dua pemuda yang berboncengan itu malah menabrak salah satu Tim Cakra Nanggala Kopda Made Sastrawan. Kejadian itu juga dilihat oleh anggota BKO dari Raider 900/SBW, Pratu Gagas Ribut Suprianto. Pratu Gagas langsung melakukan pengejaran terhadap dua pemuda tersebut namun tak berhasil.  Tak lama kemudian keduanya kembali ke lokasi dan menghampiri Pratu Gagas seraya berkata dengan nada menantang. Sekilas terjadi adu argumen antara anggota BKO dan pemuda itu. Selanjutnya kedua pemuda itu diarahkan ke Komandan Kodim 1608/Buleleng untuk dilakukan tes swab antigen. Akan tetapi secara tiba-tiba beberapa anggota keluarga dari kedua pelaku tersebut datang dan langsung menarik pemuda itu serta menolak untuk di swab. 

Disisi lain, Dandim Windra memerintahkan kepada anggota agar menahan kedua pelaku agar tetap bisa dilakukan swab antigen kepada pemuda itu. Tak disangka-sangka, Dandim Windra mendapat pukulan yang cukup keras di bagian kepala belakang oleh oknum yang diduga warga dari Desa Sidetapa. Melihat kejadian itu anggota BKO Raider segera mengamankan pelaku. Akan tetapi ada perlawanan, secara spontan maka terjadilah baku hantam. Pergumulan tak bisa dihindarkan hingga Dandim Windra turut melerai. 

Mendapat perlakuan tersebut Dandim Windra Lisrianto mempuat laporan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Buleleng. Dandim pun didampingi Dansub Denpom Singaraja Kapten CPM Made Subawa beserta sembilan Danramil di Buleleng. 

Ditemui usai membuat laporan, Dandim Windra membenarkan dirinya telah mendapat pukulan dari salah satu oknum di desa Sidetapa. Peristiwa itu juga disaksikan dua anggota TNI yang sedang bertugas. “Iyà saya memang mendapat pukulan dari oknum. Yang mukul satu orang pakai tangan. Dan saya tidak tau akan ada seperti itu,” ungkap Dandim Windra.

Ditambahkan, saat mendapat pukulan di Kepala Belakang bagian kanan, ia merasa sedikit pusing. Karena memang pukulannya cukup keras. “Saya pusing. Saya Sudah lakukan CT Scan di RSAT Singaraja dan alhamdulilah kondisi saya normal,” tambahnya. 

Dipaparkan pula selain Dandim Windra terdapat 3 orang anggota yang juga mendapat pukulan. Satu diantaranya mendapat pukulan di bagian dada sebanyak Dua Kali. Pukulan pada tengkuk. “Total ada empat orang termasuk saya. Anggota kami yang satu itu ternyata juga dipukul karena dia melindungi mobil Dinas Dandim 1609/Buleleng dari aksi pengerusakan yang kemungkinan akan dilakukan. Sekarang kami juga menyelidiki itu,” jelasnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/